WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Memiliki Anak kembar


__ADS_3

Evan dan pak menteri pun mengobrol. Setelah itu evan pamit mau ke ruangannya, dia mau istirahat dan memberi kabar ke ibu dan nazwa serta mau makan siang. Evan meminta lerawat untuk memesankan makanan dan menawarkan ke perawat itu dan yang lainnya untuk membeli makan sekalian, evan memberikan uang ke perawat itu. Setelah itu dia menelepon ibunya.


" bu, aku hari ini enggak kuliah tadi pas sudah sampai di jemput pihak rumah sakit untuk mengobati pasien, pihak rumah sakit juga sudah memberi kabar ke kampus aku kok." kata evan


" terus kamu naik apa nak ke rumah sakitnya, keburu enggak, nazwa nanti gimana pulangnya." kata bu marni


" tadi aku di jemput helikopter bu karena pasiennya dalam kondisi serius, jadi nazwa pulangnya bareng pak johan." kata evan


" oh gitu, memangnya siapa pasiennya nak, samlai kamu dijemput helikopter begitu." kata bu marni


" pak menteri bu, beliau kena serangan jantung, oh iya bu isyeri pak handoko sama isteri pak menteri tadi aku kasih sample obat dan cream wajah, alhamdulillah mereka suka dan sampai kaget juga tadi melihat hasilnya, mereka ingin di undang pas pembukaan rumah kecantikan itu bu." kata evan


" wow ini sungguh luar biasa nak, ini akan booming apalagi mereka isteri pejabat. Oh iya kamu udah makan belum nak, jangan sampai enggak makan ya." kata bu marni


" ini mau bu, lagi dibelikan sama perawat makanannya, iya isteri pak handoko pun bilang tadi mau memberi tau teman temannya, jadi semoga aja bisa di produksi secepatnya sama DFG, nanti berapa biaya semuanya tolong dihitungkan ya bu supaya E&N bisa membuat list harga jualnya, untuk kemasan aku serahkan ke tim DFG aja bagusnya gimana." kata evan


" baik nak, nanti ibu suruh dr. Bambang dan tim untuk segera mungkin memproduksinya." kata bu marni. Setelah menutup teleponnya dengan bu marni evan pun menelepon nazwa.


" hallo sayang, kamu dimana, udah makan belum." kata evan


" di apotek kak, ini lagi mencatat perlengkapan E&N yang kurang kurang sama seleksi lamaran yang masuk kak, baru selesai makan kak, kakak udah makan belum, kok baru ngabarin." kata nazwa


" ini baru sampai ruangan, tadi enggak sempat hubungi kamu.karena ada pak handoko dan dr. Helmi, terus habis itu ngobati pasien lagi, ini baru mau makan nunggu makanannya datang. Oh iya sayang nanti ingatkan aku ya kalau mau pembukaan rumah perawatan kecantikan kita, soalnya isteri pak handoko dan isterinya pak menteri mau hadir, dan katanya mau ketemu sama kamu sayang." kata evan


" jadi yang kakak obati tadi pak menteri." kata nazwa


" iya sayang, makanya ada pak handoko juga." kata evan


" eeeee... Tadi kakak bilang siapa yang mau ketemu aku." kata nazwa


" isteri pak handoko sama isteri pak menteri, mereka ingin tau siapa cewek yang udah mengambil hati aku, dan mereka ingin ketemu sama calon menantunya." kata evan


" kok calon menantu sih." kata nazwa


" iya.. Aku dianggap anak sama mereka sayang, karena mereka enggak bisa menjadikan aku menantunya jadi aku dianggap anak sama mereka." kata evan.


Tok.... Tok...... Tok

__ADS_1


" iya masuk." kata evan


" permisi dokter ini makananya," kata perawat


" iya simpan diatas meja aja ya, makasih ya." kata evan


" baik dokter, sama sama, oh iya teman teman mengucapkan makasih audah dibelikan makanan juga." kata perawat


" sama sama, makasih." kata evan. Perawat itu pun pergi lagi.


" siapa itu." kata nazwa curiga


" asisten aku sayang, tadi dia yang membelikan aku makan dan aku belikan mereka juga makan, aku sambil makan ya." kata evan


" iya kak, oh iya kak kita harus beli komputer untuk admin dan pemasaran." kata nazwa


" besok deh kita beli habis dari kampus, kalau malam ini takut enggak keburu, soalnya ada pasien yang mau bertemu siang ini." kata evan


" oh iya aku udah suruh pak johan ke rumah sakit ya tadi." kata nazwa


" iya udah sayang makasih ya, kalau sempat aku jemput tapi kalau enggak aku suruh pak agus menjemput kamu ya, kabari aja kalau mau pulang." kata evan


" iya sayang, muuuuuach." kata evan, evan pun menghabiskan makanannya.


tok.... Tok..... Tok


" iya masuk," kata evan


" dokter di tunggu pak handoko di ruangannya." kata perawat


" iya udah, sebentar lagi saya kesana ya, makasih." kata evan


" baik dok, permisi." kata perawat. Evan pun keluar ruangannya menuju ruangan pak handoko


Tok... Tok.... Tok


" iya silahkan masuk." kata pak handoko, evan pun masuk ke ruangan pak handoko

__ADS_1


" dokter makasih banyak, isteri saya akhirnya bisa hamil... Terimakasih." kata pak idris langsung menyambut evan


" iya dokter makasih banyak, terimakasih sudah membuat kami bisa mendapatkan keturunan yang sudah lama kami nanti nantikan." kata bu amel


" sama sama pak, bu, saya hanya pelantara saja, tuhan yang mengabulkan keinginan bapak dan ibu." kata evan


" maaf waktu itu saya tidak mempercayai keahlian dokter." kata pak idris


" sama sama pak, enghak masalah, itu sangat wajar kok." jawab evan


" sekalian saya mau dokter evan periksa kondisi tubuh dan bayi saya." kata bu amel, evan meminta tangan bu amel lalu dia tersenyum.


" selamat ya pak, bu, tuhan langsung memberi bapak dan ibu bayi kembar." kata evan


" apa dokter... Kembar.." kata bu amel


" iya, di dalam rahim ibu ada 2 detak jantung, alhamdulillah kondisi mereka sehat, tapi ibu jangan terlalu cape, apalagi angkat angkat barang berat, dan tetlalu sering turun naik tangga karena di trisemester pertama ini masih rawan," kata evan


" seriusan dokter anak saya kembar, saya akan memiliki anak kembar, kok kemarin dokter di rumah sakit enggak bilang ya." kata pak idris antusias


" mungkin kemarin belum kelihatan tapi minggu depan sudah kelihatan karena kalau enggak salah ini sudah masuk ke 4 minggu ya." kata evan


" betul dok.. Iyabudah pak nanti kita perikasanya di rumah sakit ini aja, biar dokter evan bisa periksa aku sekalian ya." kata bu amel


" iya sayang gimana kamu aja, tapi harus diperhatikan apa kata dokter tadi ya." kata pak idris


" iya pah, aku pasti perhatikan itu." kata bu amel


" sebagai tambahan vitamin dan penguat rahim ibu saya akan kasih resep, itupun kalau bapak dan ibu berkenan. Dan di apotek rumah sakit ini juga ada." kata evan


" iya dokter pasti saya akan minum obat dari dokter itu." kata bu amel


" selain itu juga sebagai asupan tambahan ibu minum susu, dan bapak jangan sering sering juga nengok bayinya dulu ya kalau sudah lewat trisemester ini enggak masalah yang penting dijaga saja jangan menimbulkan kontraksi pada sang bayi." kata evan


" siap dokter makasih banyak, saya enggak tau harus bagaimana mengucapkan terimakasih ke dokter, dokter sudah membuat keajaiban untuk rumah tangga kami." kata pak idris


" enggak perlu bagaimana bagaimana pak, panggil saya nama saja enggak usah panggil dengan embel embel dokter karena saya juga belum memiliki ijzah untuk itu. saya ikut senang melihat bapak dan ibu bahagia." kata evan

__ADS_1


" iya udah kalau begitu, maaf juga saya baru bisa menemui kamu nak karena memang saya ada urusan diluar yang enggak bisa ditinggal. Jadi kehadiran saya dan isteri kali ini ingin memberikan sesuatu kepada kamu nak, mohon diterima karena ini bentuk syulur kami memiliki keturunan yang kami idam idamkan sejak lama, ini tidak sebanding dengan apa yang telah kami dapatkan," kata pak idris lalu menyerahkan sebuah amplop


__ADS_2