WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Acara Makan Siang


__ADS_3

Nazwa pamitan terlebih dahulu karena mau siap siap pergi ke acara makan siang di rumah pak akmal.


" saya bahagia banget mendengarnya nak, ibu bahagia bakal memiliki menantu yang bisa dibanggakan, kemarin aja saudara saudara sangat iri kepada ibu, karena kamu dekat dengan orang orang penting." kata bu citra


" terus kuliah kamu gimana nak, lanjut atau enggak." kata pak hadi


" tetap lanjut pak, untuk menambah wawasan dan ilmu saya, lagian saya tidak terikat dengan kerjaan di rumah sakit." kata evan


" tapi kamu kalau enggak ke rumah sakit, masih dibayar enggak." kata bu citra


" kemarin sih pak handoko bilang, walapun saya enggak ke rumah sakit saya tetap dibayar, tapi lebih pastinya saya juga enggak tau bu, soalnya saya belum tandatangan kontrak kerja, itu baru omongan saja." kata evan


" terus pengobatan kamu semalam dibayar berapa." kata bu citra


" kemarin saya menolaknya bu, karena mereka banyak membantu saya juga, tapi pas malam pak akmal mentransfer uang ke saya." kata evan


" gede banget loh bu uang yang ditransfer pak akmal itu, bisa buat beli mobil." kata nazwa yang baru datang dari dalam rumah


" kok kamu tau sih nak." kata bu citra


" semalam kak evan memperlihatkannya ke kita kita." kata nazwa


" tapi kamu harus serius kuliahnya jangan sampai karena sudah bisa mendapatkan uang dan izin praktek kamu malahan santai." kata pak hadi


" iya pak, terimakasih sudah mengingatkan." kata evan

__ADS_1


" kapan pengumuman masuk perguruan tinggi negerinya." kata pak hadi


" besok pak, mudah mudahan aja aku sama kak evan bisa keterima, supaya bisa sama sama, aku enggak mau beda kampus soalnya." kata nazwa


" kalau kamu keterima di kampus negeri berarti uang pendaftaran di kampus kemarin itu hangus dong." kata pak hadi


" iya pak hangus." jawab evan


" oh iya yah, aku mau belajar manajemen di perusahaannya ibunya kak evan, ibu mau mengajarkan aku bagaimana mengelola perusahaan." kata nazwa


" boleh, tapi ingat kuliah kamu juga penting." kata pak hadi


" iya yah, aku tau kok, kata ibunya kak evan sekalian mempraktekkan ilmu yang aku dapat di tempat kuliah." kata nazwa


" iya bu, aku tau itu." kata nazwa dan evan


" kamu juga nak, harus siap siap menerima banyak saingan loh, apalagi kalau evan sudah terkenal." kata ibu citra


" iya bu, makanya itu, aku enggak mau pisah kampus." kata nazwa


" salah satu kuncinya kalian harus saling terbuka, saling percaya." kata bu citra. Evan dan nazwa pun pamitan karena mau menghadiri undangan makan siang pak akmal. Sampai di rumah, bu marni, ella dan yasmin sudah siap. Evan pamit dulu mau ganti pakaian. Jam 10.17 menit mereka pun pergi ke acara makan siang pak akmal. Evan telah menerima alamat yang diberikan pak akmal yaitu di sebuah hotel bintang 5. Pak akmal mengubah rencananya yang tadinya mau diadakan di rumah, akan tetapi merubah di hotel karena kalau di rumah merasa tidak enak dan menjaga privasi keluarganya. Pak budi yang mengantar evan dan yang lainnya tau dimana hotel tersebut berada. Dalam acara tersebut pak akmal hanya mengundang keluarga dan teman dekatnya saja.


Karena sedikit macet evan baru sampai di tempat acara jam 11.27 menit. Setelah sampai di lobby hotel bu marni menanyakan letak ruangan perjamuan pak akmal berada kepada petugas resepsionis. Setelah memverifikasi kedatangan evan, petugas hotel pun membawa mereka ke ruangan yang sudah pak akmal pesan. Di ruangan tersebut sudah datang keluarga dan teman dekat pak akmal. Pak akmal yang sedang mengobrol dengan keluarga dan temannya melihat kedatangan evan dan keluarga langsung menyambutnya.


" akhirnya tamu terhormat saya datang." kata pak akmal

__ADS_1


" iya pak, sebelumnya saya mohon maaf karena terlambat, karena tadi sedikit macet di jalan." kata evan


" iya pak, kami mohon maaf." kata bu marni


" enggak apa apa bu, saya sangat senang akan kehadiran evan dan keluarga disini. Oh iya ini adek yang cantik cantik ini pastinya adiknya evan kan." kata pak akmal


" iya pak, perkenalkan nama saya ella." kata ella


" saya yasmin om." kata yasmin


tak lama isterinya pak akmal datang, menemui mereka


" selamat siang bu, kita bertemu lagi, maaf semalam saya tidak banyak bicara sama ibu, jujur saja sampai saat ini saya belum percaya, suami saya bisa sembuh dan bisa beraktifitas lagi." kata bu sri


" ini berkat kamu nak, saya bisa beraktifitas lagi, tanpa pertolongan kamu, mungkin saat ini saya sedang diantar keluarga ke pemakaman." kata pak akmal


" betul itu, sepulang saya dari rumah sakit kemarin setelah mendengar bahwa bapak tidak bisa tertolong tinggal menunggu waktu, saya merasa dunia ini hancur, makanya pas bapak telepon saya tidak yakin bahwa itu bapak. Terimakasih nak, kamu telah membuat keajaiban dalam kehidupan bapak." kata bu sri, mata bu sri pun memerah mengingat hal itu.


" sama sama bu, saya hanya mencoba menolong saja, tuhan yang menentukan kehidupan seseorang." kata evan


" pertolongan tuhan itu melalui kamu nak, jadi lupa tuh, ayo kita ngobrolnya sambil duduk." kata pak akmal. Pak akmal dan bu sri membawa evan dan keluarga ke kursi yang telah mereka persiapkan, Orang orang yang berada disana pun kaget melihat pak akmal dan isterinya sangat menghormati anak muda. Pak handoko, dr. Helmi dan dr. Bambang pun menghampiri evan. Setelah memberikan salam mereka kembali ke mejanya.


Pak akmal pun pamitan ke evan dan keluarganya untuk memulai acara makan siang tersebut, dia berdiri diatas podium yang sengaja dia pesan. Pak akmal pun memluai sambutan.


" selamat siang bapak ibu semuanya, terimakasih atas kehadiran semuanya di acara yang saya buat ini, acara ini saya buat bukan apa apa, tapi ini bentuk syukur saya karena terlepas dari kematian, bapak dan ibu semua tau kondisi saya sebelumnya seperti apa karena yang hadir disini adalah orang orang yang pernah membantu menyelamatkan saya pada waktu itu dan orang orang yang tau tentang kesehatan. mungkin bapak ibu tidak menyangka saya bisa ada disini saat ini, tapi berkat pertolongan tuhan yang maha esa melalui tangan anak muda saya bisa terselamatkan. Saya tidak akan banyak bicara di waktu ini, saya hanya akan memperkenalkan anak muda tersebut kepada bapak dan ibu, anak muda ini telah membuat keajaiban dibidang kesehatan, mengapa saya bilang yang membawa keajaiban karena anak ini masih berusia 19 tahun baru lulus sekolah tingkat SMA, dan saya juga baru tau bahwa dia lulus sekolahnya melalui jalur persamaan di dinas pendidikan karena memiliki keahlian dibidang kesehatan ini dengan nilai luar biasa. Jelas dengan usia dan dia belum mengenyam pendidikan kedokteran dia belum memiliki izin praktek, saya sempat menegur pak handoko selaku pemilik rumah sakit dimana saya dirawat, tapi beliau bilang keahlian seseorang tidak bisa dilihat dari surat izin tersebut tapi tindakannya untuk menyembuhkan pasien, di usia sangat muda ini dia sudah memiliki jiwa seorang dokter, kenapa saya katakan begitu karena disaat itu dia sedang berbahagia untuk melangsungkan pertunangannya, tapi karena jiwa menolongnya itu dia mengabaikan acara itu, bergegas ke rumah sakit untuk menolong saya. dalam kesempatan ini saya sekali lagi mengucapkan terimakasih.".

__ADS_1


__ADS_2