WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Bertanggung Jawab


__ADS_3

Sore hari evan bangun, dia pergi mandi, setelah itu pergi ke ruang keluarga.


" kamu udah bangun nak," kata bu marni


" iya bu baru aja, ella sama yasmin kemana bu." kata evan


" mereka masih tidur, pak braja sama bu surti tadi pamitan mau ke toko, sekalian mengecek disana." kata bu marni


" besok aku ke kantor polisi ya bu mau membuat SIM motor sama mobil sekalian." kata evan


" iya udah besok ibu antar kamu, oh iya nak untuk konsep perencanaan perusahaan farmasi itu, ibu boleh lihat enggak." kata bu marni


" boleh bu, sebentar aku ambil." kata evan, dia pun pergi ke kamar mengambil laptopnya, setelah kembali ke ruabg keluarga evan menyalakan laptopnya dan memperlihatkan konsep perusahaan farmasi yang dia buat.


" wooow... Kamu memang memliki bakat bisnis sayang, ibu akan bawa ke rapat di kantor, untuk melakukan persiapan pembuatan perusahaannya." kata bu marni


" kalau boleh bu, aku minta dicarikan dulu bahan baku untuk obat obat ini," kata evan


" boleh nanti ibu akan suruh tim yang sudah ibu bentuk." kata bu marni.


" ibu sama kak evan udah bangun... kok enggak bangunin aku." kata ella


" kamu tidurnya nyenyak banget.. Kasian mau bangunin kamunya. Kamu mandi sana, sebentar lagi kita makan malam bersama sekalian bangunkan yasmin." kata bu marni


" iya bu." kata ella, dia pun kembali masuk ke kamarnya


" ini bagus banget konsepnya nak, kamu belajar darimana." kata bu marni


" lihat lihat aja di internet sama majalah." kata evan


" semoga aja perusahaan ini bisa mengangkat kembali nama keluarga kita ya nak. ayah kalian pasti bahagia." kata bu marni


" iya bu, semoga ayah senang disana." kata evan

__ADS_1


" ibu sama kak evan kok kelihatan senang banget, lagi ngomongin aku ya." kata ella


" iya.. Habisnya kamu tidur melulu." kata evan


" aku cape kak.... Kakak jahat ngatain adiknya gitu, mentang mentang udah punya pacar, jadi adiknya di lupakan." kata ella cemberut


" siapa yang udah punya pacar... Kamu aja kali dek." kata evan


" jangan ngeules deh kak, aku tau kok. Besok janjian kan mau lari pagi bareng." kata ella, sambil tersenyum menggoda kakaknya


" kalian ribut aja, ayo kita makan malam sama sama." kata bu marni. Mereka pun makan malam bersama.


" gimana kalian suka enggak liburannya." kata bu marni


" suka banget bu, aku jadi merasakan gimana main di pantai, berenang, main pasir." kata yasmin


" yang paling senang itu kak evan bu, dia dapat bidadari. Awas aja, kakak ngelupain keberadaan adiknya." kata ella


" masa kakak melupakan kalian sih..." kata evan


" iya bu." kata evan


" nanti ibu ajak kamu ikut rapat ya membahas perusahaan farmasi ini," kata bu marni


" nanti yang menjalankan perusahaan farmasi ini dari karyawan sebelumnya atau beda bu." kata evan


" sebagian akan ibu tarik dari perusahaan sekarang, karena ibu kasihan juga kalau sampai mereka tidak memiliki pekerjaan, perusahaan sekarang sedang mengalami penurunan pendapatan, awalnya dewan direksi mengusulkan supaya adanya pengurangan karyawan, tapi ibu bilang makanya ibu suka pulang telat ibu membahas bagaimana supaya kita bisa membuat terobosan baru sehingga karyawan bisa tetap di pertahankan, karena mereka sebagian besar sudah lama bekerja diperusahaan yang ayah kalian bangun ini. Ibu juga minta maaf kalau nanti tabungan untuk kalian ibu akan pakai terlebih dahulu untuk investasi perusahaan farmasi ini." kata bu marni


" iya bu enggak apa apa, kalau memang masih kurang aku ada sedikit tabungan dari pemberian orang yang aku obati." kata evan


" serius kamu ada tabungan nak, pantas kamu enggak pernah meminta uang jajan sama ibu." kata bu marni


" iya bu, aku ada." kata evan, lalu mengambil handphonenya dan membuka aplikasi mobile banking untuk mengecek saldo tabungannya, dia memperlihatkan ke ibunya.

__ADS_1


" beneran ini tabungan kamu nak, kok banyak banget." kata bu marni


" iya bu, aku juga enggak tau orang yang aku obati itu transfernya besar besar, padahal aku enggak meminta mereka mentrasfer uang, ini baru dari pak kepala dinas, dia mengucapkan terimakasih segala karena bisa mengobati penyakit isterinya, beliau bilang kalau operasi dan kemotrapi akan jauh dari segitu sama resikonya juga besar." kata evan


" ibu akan usahakan dulu, tapi enggak masalah kan kalau nanti ibu pinjam juga." kata bu marni


" enggak apa apa bu, aku juga buat apa, dan ibu dan adik adik kan sekarang sudah menjadi tanggung jawab aku sebagai anak laki laki, jadi ibu enggak usah khawatir tentang biaya aku kuliah, pendidikan ella sama yasmin, ibu fokus aja mengembangkan perusahaan, nanti kalau ada masalah ibu juga harus cerita sama aku." kata evan


" iya nak, ibu bahagia dan bangga sama kamu nak, kamu sudah bisa bertanggungjawab." kata bu marni, lalu memeluk evan, dia pun meneteskan air mata bahagianya.


" kenapa aku enggak bilang sama ibu, karena tadinya aku mau merintis usaha itu sendiri, tapi karena ibu memang membutuhkannya dan karyawan juga membutuhkannya kenapa enggak toh itu sama aja, kedepannya ibu jangan lagi memikirkan usaha, ibu di rumah aja, biar evan yang bekerja." kata evan


" iya bu, nanti ella akan bantu kakak." kaga ella


" aku juga bu, pasti bantuin kakak, ibu tinggal di rumah aja." kata yasmin


" terimakasih ya, kalian anak anak ibu yang luar biasa." kata bu marni, dia langsung memeluk ella dan yasmin. Selesai makan evan dan yang lain pergi ke ruang keluarga untuk santai sambil nonton televisi. Gak lama datang pak agus.


" maaf bu, den, non, di depan ada pak joko dan temannya." kata pak agus


" suruh masuk pak." kata bu marni, evan dan bu marni pergi ke ruang tamu.


" malam bu, nak evan, maaf mengganggu istirahatnya. Kedatangan saya mengantar bapak kepala dinas dan isterinya." kata pak joko


" enggak apa apa pak, kami sedang santai kok. Silahkan duduk pak bu." kata bu marni


" iya nih bu, nak evan, saya di paksa isteri untuk datang sekarang ini walaupun saya bilang besok aja, tapi dia enggak mau sabaran setelah menerima hasil medical checkup, jujur saja saya juga baru tau kalau isteri saya sakit, untungnya saja nak evan mengobatinya." kata pak kepala dinas


" iya bu, nak evan terimakasih banyak atas pertolongannya, karena awalnya saya tidak mengatakan pada suami mengenai penyakit saya, tapi tadi setelah hasil medical checkup keluar dan diberitahukan bahwa penyakit saya sudah sembuh, suami akhirnya tau, dokter pun bilang ini auatu keajaiban, karena saya seharusnya melakukan operasi pengangkatan dan melakukan kemotrapi. Tapi berkat nak vian semua penyakit saya sembuh." kata bu siska


" sama sama bu, bapak juga sudah mengucapkan terimakasih ke saya." kata evan


" enggak enak rasanya kalau hanya lewat pesan saja, makanya saya mengajak suami untuk datang kesini, mengucapkan terimakasih secara langsung." kata bu siska

__ADS_1


" syukur kalau ibu audah sembuh, kalau ada apa apa silahkan hubungi saya saja, kalau saya bisa saya akan bantu." kata evan


" terimakasih nak." kata pak kepala dinas. Setelah mebgobrol mereka pun pamitan untuk pulang.


__ADS_2