
Setelah 7 menit ibu lela siuman, dia melihat sekelilingnya.
" pak, ibu ada dimana." kata bu lela
" ibu ada di ruangan tunggu auditorium kampus K bu, tadi ibu pingsan, untung aja ada evan sama calon isterinya." jawab pak sandi
" iya tadi ibu pusing dan sesak, udah gitu ibu enggak tau lagi." kata bu lela
" kata evan ibu kecapean dan telat makan, asam lambung ibu naik." kata pak sandi
" makasih banyak ya nak, kamu benar benar anak ibu, enggak apa apa kan ibu angkat kamu anak." kata bu lela
" enggak apa apa bu, saya senang malahan banyak yang sayang sama saya." kata evan, evan mengeluarkan pil lalu menyuruh bu lela meminumnya. Nazwa memberikan air minum yang ada disana. Bu lela pun tanpa ragu meminum pil tersebut
" makasih ya sayang, sini ibu ingin peluk kalian." kata bu lela, evan dan nazwa pun menghampiri bu lela, bu lela pun memeluk evan dan nazwa.
" oh iya nak, apa ibu harus di rawat di rumah sakit." tanya pak sandi
" enggak perlu pak, yang penting ibu harus istirahat dan jaga makannya." kata evan
" ibu pasti jaga kondisi kok, kamu kan mau nikah ibu harus datang." kata bu lela
" tuh kalau evan yang bilang aja ibu nurut." kata pak sandi
" harus dong, kan buat kebaikan ibu." kata bu lela
" terus raka enggak dianggap lagi karena ada evan, awas kamu manjain dia lagi." kata pak sandi
" raka tetap anak ibu, ibu jadi punya 2 anak laki laki. Iya pak maaf selama ibu melakukan itu karena raka anak satu satunya udah gitu dia kan jarang ketemu pak sama dia. Sebentar lagi ibu mau punya mantu yang cantik dan baik, semoga aja raka juga menemukan isteri yang cantik dan baik kaya nazwa, tapi ibu bahagia bisa mengenal kalian." kata bu lela lalu memeluk lagi evan dan nazwa.
Setelah mengobrol evan dan pak sandi keluar menemui dr. Bambang.
" maaf dokter sudah jauh jauh kesini." kata pak sandi
" enggak masalah pak, itu sudah kewajiban saya, tadi saya buru buru jadi enggak menanyakan dulu kemana, kalau tau ke kampus ini dan tau ada dokter evan saya enggak akan kesini. Oh iya dokter evan, dokter denis ingin lihat izin praktek dokter, dia masih enggak yakin" kata dr. Bambang, evan pun mengeluarkan kertas surat izin prakteknya
" betulkan dokter denis, mungkin bapak masih kalah sama dokter evan, dia itu diberikan surat izin prakteknya saja langsung sama dokter akmal, enggak kaya kita kita, lagian enggak mungkin pak handoko mempekerjakan dokter tanpa lisensi. gimana dokter kondisi pasien apa perlu dibawa ke rumah sakit." kata dr. Bambang
__ADS_1
" enggak perlu dokter, cukup istirahat aja, ibu tadi pungsan karena kecapean dan asam lambungnya naik aja. Saya sudah kasih minum pil kok." kata evan
" kalau begitu saya kembali ke rumah sakit, soalnya disana kosong, dr. Helmi sedang ke pabrik gantian." kata dr. Bambang
" siap dokter, terimakasih." kata evan
" iya dr. Bambang terimakasih, nanti biayanya saya suruh karyawan transfer ke rumah sakit, saya minta rincian biayanya saja kirim ke nomor karyawan saya saja." kata pak sandi
" baik pak nanti saya sampaikan ke bagian administrasi. Kalau begitu saya pamit." kata dr. Bambang, lalu dia pergi bersama suster.
" pak johan tolong ambilkan undangan di mobil ya buat pak sandi." kata evan
" siap dokter." kata pak johan lalu pergi ke parkiran. Tak lama pak johan datang kesana sambil membawa undangan. Evan pun menyerahkan undangan tersebut ke pak sandi. Tak lama bu lela dan nazwa keluar ruangan.
" undangan apa itu pak." kata bu lela
" undangan apa lagi kalau bukan undangan pernikahan evan dan nazwa." kata pak sandi lalu menyerahkannya ke bu lela
" pokoknya lusa bapak harus mengosongkan jadwal, kita harus datang ke acara nikahan anak kita ini." kata bu lela
" tuh nak, bapak tuh belum pernah bilang ibu cantik, tapi setelah di rawat kamu baru bapak kamu mau bilang ibu cantik." kata bu lela
" udah siang nih, kalian enggak kuliah lagi kan, kita makan siang bareng." kata pak sandi
" kalau saya enggak ada pak." kata nazwa
" saya masih ada sih pak." kata evan
" enggak usah kuliah, pokoknya kalian harus mau makan sama kita." kata pak sandi
" iya, pokoknya harus, nanti kalian harus datang ke rumah kita." kata bu lela
" tapi saya bareng teman bu." kata nazwa
" ajak aja sekalian temannya enggak apa apa." kata bu lela
nazwa menghubungi dina, mengajak dia makan, setelah janjian mereka pamitan kepada para dosen yang ada disana.
__ADS_1
" pak dosen, bu dosen, terimakasih atas udangannya, mohon maaf atas kejadian tadi, untung aja anak ini bisa mengobati isteri saya, kalian undang enggak dosen kalian ini acara besok." kata pak sandi
" tadinya mau kami undang pas resepsi saja tapi kalau memang bapak dan ibu dosen mau hadir saya sangat sennag diacara ijab qobul besok." kata nazwa lalu menyerahkan undangan ke dosen.
" sama sama pak, terimakasih banyak atas kehadirannya, kami akan usahakan hadir, terimakasih atas undangannya." kata dosen sambil melihat undangan. Mereka pun pergi dari auditorium dengan ditatap puluhan mata mahasiswa disana.
" saya jemput teman dulu pak di kampus P, nanti kita bertemu di restoran aja." kata evan
" iya udah kita ke kampus P aja, nanti kamu enggak datang lagi." kata bu lela,
" tuh begitu kelakuan ibu, kalau sudah ada keinginan harus diikuti." kata pak sandi. Mereka keluar dari kampus K menuju kampus P menjemput dina. Setelah menjemput dina, pak sandi membawa mereka ke sebuah restoran mewah.
" ayo kalian pesan apa saja yang penting dimakan ya.... " kata bu lela
" makasih ya bu.. Udah baik sama kita." kata evan
" kamu bicara apa sih, kamu aja udah merawat ibu dengan baik, ibu juga harus ngasih yang terbaik buat kamu, ibu senang bisa buat kamu bahagia." kata bu lela
" iya van, kedepannya kamu kalau ada apa apa bilang ke saya atau ke ibu, jujur saja saya sangat senang melihat ibu bahagia seperti ini." kata pak sandi
" gimana bapak enggak senang wong isterinya dibjat cantik lagi sama anaknya ini." kata bu lela sambil memeluk evan
" terimakasih banyak pak, bu." kata evan
" nanti kapan kapan kamu harus datang ke rumah, sama cek si raka kesehatannya soalnya dia harus pergi kuliah lagi di luar." kata bu lela
" iya bu, kasih kabar aja ke saya." kata evan. Mereka pun makan makanan yang tadi di pesan.
" pokoknya nanti si raka harus diajak ketrmu evan lagi bu, supaya dia mau belajar dan bergaul dengan baik." kata pak sandi
" tentunya harus pak, supaya dia belajar jangan sampai hanya mengandalkan kerja keras orangtuanya aja. Ibu lihat sebenarnya kamu itu enggak perlu sampai kerja sampai seperti ini kan. Maaf sebelumnya ayah kamu kemana." tanya bu lela. Evan lun menceritakan tentang orangtua dan keluarga.
" maafin ibu ya, udah tanya hal itu ke kamu, ibu tambah salut atas sikap dewasa kamu itu." kata bu lela
" enggak apa apa bu, itu jalan hidup saya." kata evan
" saya salut samu kamu nak, sikap kamu kepada keluarga sungguh membuat saya terkesan." kata pak sandi. mereka pun mengobrol sebentar, acara makan siang bersama pak sandi pun selesai, lalu mereka saling berpamitan.
__ADS_1