
Evan beristirahat di ruangan kerjanya, dia memberitahukan keberadaan kepada ibunya dan nazwa. dr. Helmi sedang menunggu hasil Rongtgen dan CT Scan pasien. Entah kenapa dia merasa gugup, setiap evan melakukan pengobatan selalu ada keajaiban yang muncul. Jadi dr. Helmi berfikiran entah keajaiban apalagi yang akan terjadi.
" dokter ini hasil rongtgen dan CT Scan pasien tadi." kata perawat
" terimaksih ya, saya akan melihatnya terlebih dahulu sebelum memberikan informasi ini ke pasien." kata dr. Helmi
" baik dokter." kata perawat tersebut lalu dia meninggalkan ruangan dr. Helmi. Dia membuka hasil rongtgen terlebih dahulu, dia melihat hasil rongtgen tersebut dan membuat dia tercengang karena tulang rusuk yang patah telah pulih.
" uuuuuhhhh...." kata dr. Helmi sambil membuang nafasnya dua tetus mengamati hasil ronggen tersebut dengan hasil sebelumnya.
" bagaimana anak itu bisa mengobati patah tulang," lirih dr. Helmi, dia enggak akan yakin kalau tadi dia tidak berada di dekat evan waktu mengobati pasien. " kamu benar benar anak ajaib di dunia kedokteran." kata dr. Helmi. Lalu dia melihat hasil CT. Scan, dia tambah tercengang..." ini gila... Diluar nalar saya, saya sudah bekerja didunia kedokteran baru kali ini menemukan hal seperti ini. Teknik pengobatan macam apa yang dimiliki anak itu." kata dr. Helmi, dia mengamati dengan hasil sebelumnya juga, setelah dibuat kaget dia pun membawa hasil tersebut ke ruangan perawatan pasien.
" dokter suami saya ingin makan, apa sudah diperbolehkan," kata wulan isteri sang pasien
" oh silahkan bu, yang terpenting makanannya bubur dulu, dan jangan pedas, khawatir perut bapak masih terluka." kata dr. Helmi
" baik dokter..." kata bu wulan lalu menyuruh ajudannya untuk membeli bubur
" oh iya dokter bagaimana kondisi suami saya, dia merasa sudah pulih sepenuhnya dan ingin pulang saja." kata bu wulan lagi.
__ADS_1
" dari hasil rongtgen dan CT Scan memang hasil dari pengobatan bapak sudah dinyatakan sembuh dan itu di tunjukan dari hasil ini." kata dr. Helmi lalu menunjukan hasil rongtgen dan ct scan tersebut,.
" akan tetapi dokter eban bilang ke saya tadi bahwa bapak harus istirahat terlebih dahulu karena masih ada penyakit yang belum diobati selain dari akibat kecelakaan tadi. Dr. Evan bilang karena prioritas utama pengobatan tadi pada luka akibat kecelakaan." kata dr. Helmi
" ngomong ngomong dr. Helmi apa saya bisa bertemu dengan dr. Evan lagi, saya mau mengucapkan terimakasih." kata sang pasien
" iya dokter, karena tadi saya tidak melihat dari UGD seotang dokter keluar hanya tadi saya melihat perawat dan anak muda yang keluar dari sana." kata bu wulan
" dr. Evan itu anak muda yang keluar itu bu, dia memang masih sangat lah muda tapi memiliki keahlian luar biasa. Saya akan tanya apa beliau masih ada atau sudah pulang, dr evan berada disini hanya kalau ada tindakan yang urgent yang tidak bisa saya tangani sendiri." kata dr. Helmi. Lalu dia menelepon evan menanyakan keberadaannya, dia pun memberitahu bahwa pasien dan keluarga pasien ingin bertemu. Evan memberitahu dr. Helmi bahwa dia akan kesana 15 menit lagi.
" dr. Evan akan kesini 15 menit lagi, dia masih istirahat pak sehabis mengobati bapak tadi. Karena memang tadi saya lihat dia sangat kelelahan mengejar waktu untuk mengobagi bapak." kata dr. Helmi, dia menjelaskan seperti itu supaya pasien tidak beranggapan bahwa evan tidak menghargai keberadaan pasien
" baik dokter.. Saya tau bagaimana kondisi saya tadi, wajar dia sangat kelelahan." kata sang pasien
" maaf nak, betul kamu dr. Evan." tanya bu wulan ingin memastikan
" betul bu, saya evan." kata evan
" berapa usia kamu nak, kelihatannya masih berumur 20 tahunan, apa dokter evan sudah memiliki surat izin prakter dokter." kata bu wulan
__ADS_1
" saya berusia 19 tahun bu, saya sudah mendapatkan izin praktek dokter." kata evan, lalu dia mengeluarkan kartu. Dan memperlihatkannya ke bu wulan
" betul bu, dr. Evan sudah memiliki surat izin praktek dan itu langaung diberikan pak akmal dari dinas kesehatan." kata dr. Helmi
" memang kamu kuliah dimana dokter." kata bu wulan
" saya baru keterima di PTN K bu, untuk izin praktek saya dapat dari rekomendasi dr. Helmi, dr. Bambang dan pak handoko." jawab evan
" saya hanya merekomndasikannya saja, karena saya yang mengalami sendiri pengobatan dr. Evan ini sebelum dia mendapatkan surat izin tersebut, pak handoko juga sama bahkan pak akmal pun dr. Evan ini yang menyembuhkan penyakitnya, mungkin bapak dan ibu sedikit mengetahui penyalit yang diderita pak akmal ini." kata dr. Helmi
" jujur saja saya tidak akan percaya kalau tidak melihat sendiri, kamu memang memiliki keahlian yang luar biasa." kata bu wulan
" iya dokter evan, saya sangat berterima kasih, mohon maaf kalau ada kata kata saya tadi yang tidak mengenakan, kalau bukan saya menhalami sendiri mungkin saya tidak akan percaya karena kamu masih sangatlah muda, apalagi belum pernah mengenyam.lendidikan kedokteran, trrus kamu memiliki keahlian ini dari mana dokter." kata sang pasien
" enggak apa apa pak, bu, jangan panggil saya dokter panggil nama saja pak, bu. wajar itu saya bisa memakluminya, saya belajar ilmu kedoktetan tradisonal waktu di kampung dulu dan ini warisan leluhur saya, karena di zaman kerjaan dulu leluhur saya adalah tabib." kata evan
" kalau begitu saya tidak akan segan lagi, beruntung sekali saya bisa dilarikan ke rumah sakit ini, enggak tau kalau saya dibawa ke rumah sakit lain, mungkin tulang tulang saya saja belum bisa sembuh secepat ini apalagi yang berada di kepala saya." kata sang pasien
" syukurnya saya masih bisa mengobati bapak, saya juga masih perlu banyak belajar pak, nanti saya akan meresepkan obat supaya cepat pemulihan bapak, sekalian bisa menyembuhkan penyakit di perut bapak." kata evan, dia pun lantas membuat resep obat. " bahan bahan ini bisa dibeli di toko herbal, karena di rumah sakit ini belum tersedia, mudah mudahan secepatnya juga bisa ada. Dan itu bisa langsung di minum tanpa ada yang harus dilakukan pasien di rumah pasien lagi." kata evan
__ADS_1
" pak dr. Helmi nanti saya kasih formulanya supaya di DFG bisa di produksi juga, tapi ini hanya untuk si rumah sakit ini dan apotek DFG saja." kata evan pelan
" siap dokter. Pak handoko pasti akan sangat senang menerima kabar ini. Dan perusahaan DFG juga." kata dr. Helmi, dua merasa bahwa keputusannya dulu untuk berhabung dengan bu marni adalah keputusan yang paling tepat. Sang pasien pun memperkenalkan dirinya kepada evan.