
Sepulang nazwa, Evan ngobrol sama bu marni dan ella. Mereka pun makan malam bersama.
" selain cincin kamu mau kasih apa ke nazwa lagi nak, walaupun nazwa bilang enggak usah, tapi kita harus kasih sesuatu lagi." kata bu marni
" kasih kalung aja kak." kata ella
" iya sudah bu nanti beli, nanti uangnya dari aku aja." kata evan
" iya udah nanti kita beli, enggak apa apa dari ibu juga nak, kamu tabung aja uangnya, lagian ini kan masih yanggung jawab ibu sebagai orangtua kamu." kata bu marni
" kalau untuk hantarannya gimana bu." kata ella
" ibu sudah memesannya, hari sabtu siang akan dikirim kesini, acaranya sore atau malam kan." kata bu marni
" aku belum tau bu, nanti tanya sama nazwa aja." kata evan
" nak ibu ingin memastikan aja, apa benar kamu mencintai dan akan menyayangi nazwa, kalian kan baru saja berkenalan. Kalau kamu sudah bertungan akan beda ceritanya" kata bu marni
" iya bu, aku sudah yakin, aku lihat dia baik, cantik dan pintar." kata evan
" ibu juga melihat itu, dia juga berasal dari keluarga yang baik, dengan umur kamu yang sangat masih muda, takutnya nanti akan muncul penyesalan, kan itu akan merusak hubungan selama ini baik dengan nazwa atau keluarganya." kata bu marni
" aku akan mempertahankan hubungan ini, kecuali nazwa sendiri yang sudah tidak menginginkan aku lagi, selama ini aku belum pernah mengenal cewek manapun, aku bermain aja sendiri dikampung," kata evan
__ADS_1
" ibu akan selalu mendukung kamu, selagi itu baik," kata bu marni
" terimakasih bu, atas dukungan ibu, aku enggak akan mengecewakan ibu." kata evan
" iya udah kita istirahat, besok ella dan yaamin hatus sekolah, ibu dan kak evan akan pergi ke pabrik perusahaan baru." kata bu marni. Selesai makan malam mereka pun pergi ke kamarnya masing masing.
Tak beda dengan di rumah evan, si rumah nazwa pun sama, mereka membicarakan perihal tunangan nazwa dan evan.
" nak apa ini enggak buru buru, kamu sudah yakkn penuh akan pilihan kamu ini." kata bu citra
" aku yakin atas pilihan aku bu, seperti yang aku bilang sebelumnya. Aku juga enggak tau kenapa setelah bertemu kak evan aku memiliki perasaan lain, beda dengan waktu aku sekolah, ada beberapa cowok yang menyatakan cintanya ke aku, tapi aku enggak tertarik seperti aku ke kak evan," kata nazwa mantap
" kakek hanya bisa mendukung atas pilihan kamu, kakek yakin nak evan bisa memberikan kebahagiaan ke kamu, melindungi kamu, dia juga dari keluarga yang baik karena kakek mengenal bagaimana ayahnya evan itu, ayahnya orang baik, bertanggungjawab, jujur, hanya takdir saja yang tidak berpihak kepadanya." kata kakek baskoro
" iya udah bilang saja ke nak evan, besok acaranya sore saja, supaya tetangga dan keluarga kita yang diundang bisa hadir dan tidak terlalu malam juga." kata bu citra
" iya yah, bu, nanti aku kabari ke kak evan, sama aku juga mau izin besok aku sama kak evan dan bu marni mau ke pabrik baru perusahaannya bu marni, dan kak evan juga disitu sebagai komisarisnya dan pemegang sahamnya juga." kata nazwa
" hebat juga ya, masih muda sudah menjadi komisaris, memang nak evan memiliki keahlian dibidang kesehatan." kata pak hadi
" kok kamu bisa tau sampai nak evan jadi komisaris dan pemilik perusahaan itu." kata bu citra penasaran
" tadi aku kan ikut dan sama bu marni aku juga diajak ikut rapat pendirian perusahaan PT. Devano Farma Global, bu marni megang 45%, kak evan 35%, dr. Helmi 10% dan dr. Bambang 10%, dan yang dasyatnya kak evan akan direkomendasikan supaya bisa mendapatkan izin praktek dokter sama dr. Helmi dan dr. Bambang, karena tadi dr. Helmi di obati sama kak vian, dan dr. Bambang melihat kemampuan kak evan mengajak dia untuk jadi tenaga media di rumah sakit." kata nazwa, dia menceritakan itu dengan bangga, karena calon suaminya ini sudah menunjukan kemampuannya, walaupun baru lulus SMA.
__ADS_1
" wah kalau memang sampai evan mendapatkan izin praktek, itu akan mengemparkan dunia kedokteran, memang dengan kemampuan nak evan tidak bisa disangkal lagi, akan tetapi orang orang saat ini membutuhkan surat izin itu untuk.menunjukan bahwa dia itu layak menjadi dokter." kata pak hadi
" sama tadi juga dr. Bambang bilang bahwa pak handoko yang di tolong waktu aku pulang nonton itu, dia adalah pemilik suatu rumah sakit terkenal dan pak handoko adalah pengusaha dibidang farmasi, dan katanya waktu itu pak handoko menyuruh anaknya untuk bisa merekrut kak evan." kata nazwa
" anak ini penuh kejutan, kakek merasakan bagaimana pertolongan dia dan dia bisa menyembuhkan kakek, itu kemampuan yang sangat luar biasa, kakek bangga akan memiliki cucu mantu yang memiliki keahlian luar biasa itu." kata kakek baskoro.
" berarti kita harus menyiapkan acara lusa ini dengan baik dan segera memberikan kabar ke keluarga." kata bu citra
" kita juga jangan sampai salah dalam memberitahu keluarga atau tetangga, jangan sampai ada pemikiran anak kita ini telah melakukan hal hal jelek sehingga mengadakan acara ini terkesan terburu buru." kata pak hadi
" benar itu, jangan sampai niat kita baik disalah artikan, tapi kalaupun ada yang bicara seperti itu biarkan saja,." kata kakek baskoro. Bu citra dan pak hadi serta kakek baskoro pun membuat list siapa saja yang akan diundang.
" oh iya yah, bu tadi kak evan juga mengisi saldo rekening digital aku, katanya buat mempersiapkan acara lusa itu." kata nazwa, dia baru ingat memberitahu orangtuanya.
" enggak perlu nak, kamu pakai saja untuk kamu, ini masih tanggungjawab ayah." kata pak hadi
" memang nak evan ngasih berapa." kata bu citra. Nazwa pun mengeluarkan handphonenya lalu membuka aplikasi rekening digitalnya. Bu citra pun kaget melihat saldo rekening anaknya itu.
" wah, gede banget, belum apa apa, kamu sudah dimanjakan begitu, tapi ingat nak, jangan sampai kamu memanfaatkan kebaikan nak evan ya." kata bu citra
" iya bu, aku juga tadi menolaknya, tapi kak evan maksa." kata nazwa
" yang dikatakan ibu kamu benar, yang penting kamu jangan memintanya, kamu pakai sesuai kebutuhan kamu, kamu bisa tabung itu untuk kedepannya, itu niat baik dari nak evan untuk bertanggungjawab kepada kamu, ayah senang dan tenang kamu telah memiliki calon suami yang bertanggungjawab." kata pak hadi. Selesai mengobrol mereka pun pergi istirahat.
__ADS_1