WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Menuju Ijab Qobul


__ADS_3

Pak handoko dan bu sofie kebetulan sedang ada di rumah sakit dan mendengar bahwa anaknya pak sandi mengalami.kecelakaan dan di rawat di rumah sakit miliknya.


" selamat malam pak Sandi, bagaimana kondisi anaknya." kata pak handoko


" malam juga pak handoko, Alhamdulillah berkat pertolongan nak evan anak saya tertolong." kata pak sandi


" kamu benar benar membuat sebuah keajaiban lagi, tadi saya mendengar sekilas tentang pernikahan, apa anaknya pak sandi mau menikah." kata pak handoko


" bukan si Raka ini pak, tapi nak evan yang menikah katanya tanggal 7 ini dia mau melangsungkan ijab qobul." kata pak sandi


" kok kamu enggak bilang sama saya mau ada acara itu." kata pak handoko


" ini saya mau bilang pak, rencana awal sih akhir semester depan, tapi kakeknya nazwa bilang suapaya tidak ada fitnah orang apalagi kami sekarang selalu bersama pergi kuliah dan mengurus usaha, jadi beliau menyarankan untuk melangsungkan ijab qobul terlebih dahulu baru akhir semester depan baru resepsinya." kata evan


" tuh kan kamu enggak menepati janji sama ibu, katanya kalau ada apa apa mau bilang sama ibu, tapi buktinya apa, ibu denger dari orang lain." kata bu sofie sambil menjewer telinga evan


" aduh sakit bu... Iya maafkan evan bu, solanya baru dibahas semalam tadinya aku mau kasih kabar ke ibu tadi, tapi habis kuliah aku sama nazwa beli mas kawin dan yang lainnya, tadi juga sama ibu di rumah kecantikan E&N, ibu ingatkan aku supaya telepon ibu, tapi pas mau telepon aku disuruh ke rumah sakit, jadi aku lupa deh.. Maafkan aku ya bu, jangan marah marah nanti keriput lagi loh." kata evan


" kalau keriput lagi berarti obat dan perawatan di rumah kecamtikan kamu enggak bagus, kali ini ibu maafkan, awas lain kali ibu enggak mau terulang." kata bu sofie


" memangnya nak evan ini anak atau keluarga ibu." tanya bu lela


" dia ini anak angkat saya bu, karena dia sudah merawat bapak dan saya juga, ini semua berkat evan bu, tadinya kalau ada anak perempuan yang seumuran dia akan saya jodohkan tapi karena anak saya sudah nikah semua jadi saya anggap anak aja, supaya dia mau merawat ibunya ini biar tetap cantik." kata bu sofie


" iha benar kelihat ibu cantik banget, jadi nak evan buka rumah kecantikan ya." kata bu lela, dia pun merasa iri melihat kulit mulus bu sofie


" iya bu, dia sama calon isterinya buka usaha itu, gimana rame enggak di rumah kecantikannya nak." kata bu sofie


" alhamdulillah bu, berkat bantuan ibu dan bu fitri jadi rame," kata evan


" pokoknya ibu mau di pernikahan kamu besok, ibu seragaman sama ibu kamu. Terus kamu mau hadiah apa dari ibu." kata bu sofie


" doa dan dukungan ibu udah cukup buat aku, untuk seragamnya ibu telepon ibu saya aja ya." kata evan

__ADS_1


" terus rencananya mau dimana acaranya." kata bu sofie


" di hotel T bu, kebetulan kan disana ada mesjid untuk melangaungkan acara Ijab Qobulnya, terus setelah itu kita syukuran kecil kecilan di hotelnya, lagian yang kami.undnag hanya keluarga dekat, tetangga dan teman teman dekat aja bu." kata evan


" aduh maaf pak, ibu, saya jadi ngobrol masalah keluarga disini." kata bu sofie


" enggak apa apa bu, malahan saya senang melihatnya, ibu begitu dekat sama nak evan, saya juga mau dong dibuat cantik kaya bu sofie ini." kata bu lela


" nak, kamu bawa kan obat sama cream wajahnya, kalau untuk tubuhnya ibu harus ke rumah perawatan kecantikan E&N di daerah M." kata bu sofie


" ada bu di ruangan saya sebentar saya suruh suster untuk mengambil." kata evan lalu menyuruh suster mengambil tas di ruangannya


" oh iya pak, nanti kalau sudah jadi obat luka dalam dan luar dari DFG akan masuk di rumah sakit ini bagaimana." kata dr. Helmi


" silahkan saja kalau saya selagi itu tidak membahayakan pasien dan memang itu dibutuhkan disini." kata pak handoko


" itu sangat dibutuhkan pak kalau ada yang kecelakaan, saya jamin untuk hal itu, itu contohnya nak raka lukanya sudah sembuh." kata dr. Helmi


" memang obatnya sudah ada." tanya pak handoko


" luar biasa kamu ya..pantes aja mau nikah orang usahanya lagi berkembang, bapak investasi deh di DFG dan ibu kamu di Rumah Perawatan Kecantikan." kata pak handoko


" boleh pak, kebetulan saya lagi perlu dana untuk pengembangan disana, ada kemungkinan kalau memang peminat rumah kecantikan banyak, saya akan pakai rumah yang dulu saya pergunakan dan akan dijadikan tempat perawatan," kata evan


" kamu memang anak ibu yang luar biasa, cara pandang kamu sangat berbeda dengan anak seusia kamu, selain bisa mengobati kamu juga bisa membuat obat, jago dalam hal bisnis." kata bu sofie lalu memeluk evan. Tak lama perawat yang tadi di suruh evan sudah kembali dengan membawa tas.


" dok. yang ini tasnya." kata perawat


" iya, terimakasih ya, nanti kamu saya kasih juga ya, tolong inhatkan kalau saya lupa." kata evan


" terimakasih dok, pasti saya ingatkan dok." kata perawat tersebut sambil tersenyum bahagia, perempuan mana sih yang bisa melewatkan kesempatan untuk bisa tampil cantik.


Evan memberikan pil dan cream ke bu lela, evan menjelaskan cara memakainya, setelah itu bu lela meminum pil tersebut tanpa ragu ragu, ĺalu dia pergi ke toilet untuk mengoleskan cream wajahnya. Setelah kurang lebih 17 menitan dari kamar mandi terdengar teriakan..

__ADS_1


Aaaaaccchhhkkkkkk..... Pak Sandi kaget mendengar teriakan tersebut... Sedangkan bu sofie dan evan tenang tenang aja.


" bu... Bu.... Kenapa bu." kata pak sandi lalu pergi ke kamar mandi


" pak... Pak... Ini.... Ini... Ibu bukan pak..." kata bu lela kaget meluhat penampilan dirinya yang menurut dia berbeda dengan sebelumnya dimana wajahnya sudah sedikit berkerut dan terdapat plek plek hitam. Dia pun mencubit tangannya..


" Aaaaawwwww sakit. Ini enggak mimpi.. Wajah ibu jadi mulus gini pak." kata bu lela. Pak Sandi pun terpesona melihat kecantikan isterinya itu.. Mereka kembali ke ruangan rawat inap anaknya.


" lihat kulit ibu... Jadi mulus lagi.. Makasih banyak ya nak udah membuat ibu seperti ini." kata bu lela lalu memeluk dan mencium evan


" sehebat ini produk yang kamu buat nak." kata pak Sandi


" biasa saja pak, alhamdulillah kalau memang produk saya ini berkhasiat." kata evan


" kamu itu ya.. Tetap aja merendah.. Saya salut ke kamu nak." kata pak Sandi


" ini pastinya mahal ya nak, soalnya khasiatnya pun sudah bisa langsung di rasakan, ibu aja biasanya perawatan enggak sebagus ini loh." kata bu lela yang masih memegang tangan evan


" murah bu dibandingkan perawatan di tempat lain, sampai saya bilang kemarin ini harga perlu dinaikan, eh malahan dia bilang itu sudah cukup." kata bu sofie sambil memperlihatkan daftar harga yang kemarin di kasih nazwa


" setius harganya segini bu.. Iya ini murah banget nak.. Apa kamu enggak rugi tuh." kata bu lela


" enggak bu, malahan kami fikir kemahalan kemarin pas membuat daftar harga ini." kata evan


" dengan hasil seperti ini, saya berani bayar 5 kali lipat, larena kalau di tempat lain akan jauh lebih mahal dan khasiatnya enggak seperti ini." kata bu lela


" ini juga di produksi di DFG nak." kata pak handoko


" iya pak, ini produksi DFG, perusahaan E&N hanya sebagai distributor tunggal saja." kata evan


" saya enggak mau tau, saya investasi untuk pembelian saham DFG minimal 10% kaya dr. Helmi, ibu di perusahaan E&N sama 10% juga." kata pak handoko dengan yakinnya


" iya pak nanti saya bicarakan dengan ibu dan pemilik lainnya." kata evan

__ADS_1


" saya juga mau dong investasi, melihat seperti ini saja sudah telihat perkembangan kedepannya. Raka nanti kamu harus banyak belajar sama nak evan ya." kata pak Sandi, raka hanya mengangguk.


__ADS_2