
15 menit kemudian bu anne di minta untuk ke ruangan untuk melakukan perawatan.
" Terimakasih banyak ya nak, kamu telah memberikan perawatan kepada ibu, membuat tubuh ibu makin segar dan kencang nih, kulit ibu jadi mulus begini, bapaknya pasti kaget ini... Kelewatan aja kalau masih mencari diluar sedangoan yang di rumah mulus begini." kata bu sofie
" iya bu, ini sungguh diluar dugaan saya, selama ini saya melakukan perawatan enggak menemukan seperti saat ini. bu ayo kita photo supaya kita bisa pasang status.... Sekalian kita promosi ke teman teman kita." kata bu fitri
" ayo bu... Ini teman teman saya tanya juga gimana hasilnya." kata bu sofie, mereka pun melakukan photo selfi di tempat yang memang disipkan untuk melakukan photo sebagai testimoni nantinya. Karena promosi yang lebih efektif adalah promosi lewat mulut ke mulut. Bu fitri dan bu sofie pun memasang status di aplikasi.
" nak tutup jam berapa, ini teman teman ibu banyak yang mau kesini." kata bu sofie
" untuk hari ini sampai jam 8 malam bu, kedepannya buka jam 9 pagi sampai jam 10 malam," kata evan
" oh iya berapa tarifnya perawatan disini." kata bu sofie
" untuk ibu gratis, sebagai biaya promosi saja." jawab evan
" makasih ya nak, kamu baik banget udah bikin tubuh ibu mulus juga. Ini buat teman teman ibu ada yang tanya nak." kata bu sofie.
" ini bu tarifnya, ini adalah harga promosi awal pembukaan rumah kecantikan ini bu." kata nazwa sambil menyerahkan selembar kertas yang berisi tarif dan harga obat.
" ini jauh lebih murah dibandingkan tempat lain loh nak walaupun ini harga promosi ditempat lain enggak serendah ini harganya, apalagi dengan kualitas sebagus ini." kata bu sofie
" enggak apa apa bu, lagiankan ini usaha baru supaya dikenal aja dulu bu." kata evan
" iya sudah kalau begitu, ibu mau kirim ke reman teman ibu." kata bu sofie. Dia pun langsung memphoto daftar tatif tersebut lalu mengirmkannya ke group teman temannya.
" ini teman teman ibu sore ini mereka mau kesini loh, mereka ingin seperti ibu juga, mereka iri melihat kulit mulus ibu ini walaupun merrka lihat di photo." kata bu fitri
" terus kalau kamu kuliah dan kalau ada pasien di rumah sakit siapa yang ada disini." kata bu sofie
__ADS_1
" yang akan mengelola usaha ini nazwa bu, mungkin untuk awal awal akan dinatu sama ibu saya." kata evan
" oh iya nak, waktu itu bapak menyuruh ibu untuk gabung di usaha ini, gimana boleh enggak." kata bu sofie
" kalau saya sih enggak keberatan, apalagi sekarang memang memerlukan tambahan dana." kata evan
" kalau memang kamu enggak keberatan ibu akan bilang sama bapak bahwa ibu mau gabung di usaha ini, jafikan ibu bisa dirawat terus nih badan." kata bu sofie
" tanpa ibu memiliki saham disini pun kalau memang ibu mau dirawat tinggal datang saja kesini bu." kata evan
" sebenarnya selain itu juga ibu merasa usaha ini akan berkembang dan menguntungkan, apalagi dengan ada dukungan kamu. Buktinya saja sekarang rumah sakit sudah terkenal loh nak berkat keberadaan kamu disana." kata bu sofie
" syukur bu kalau memang keberadaan saya disana bisa membawa dampak yang bagus untuk rumah sakit bapak, tadinya saya berfikir keberadaan saya disana hanya akan membawa dampak buruk untuk rumah sakit bapak." kata evan
" enggak lah masa sih kamu membawa dampak buruk, apalagi yang diobati sama kamu itu orang orang terkenal baik daru dunia kesehatan bahkan pejabat. Oh iya ngomong ngomong kamu sudah pindah ke rumah yang diberi sama pak idris itu" kata bu sofie
" secara permanen tinggal disana belum bu, enggak tau kedepannya, gimana ibu dan keluarga aja mau dimana." kata evan
" kabari saja bu kalau memang orangtua ibu sudah disini, nanti sebisa saya akan melakukan pengobatan sebaik mungkin, terimakasih atas kehadirannya ya..." kata evan
" iya nak, ibu juga sama mau pamit, katanya harus ilut dampingi bapak." kata bu fitri
" kalau kamu ada apa apa kabari ibu loh, ibu enggak mau mendengar dari orang lain kalau kamu ada masalah." kata bu sofie
" iya bu.. terimakasih atas kebaikannya." kata evan.
" apa sih kamu tuh... kamu itu anak ibu jadi wajar dong sebagai ibu melakukan itu. Pokoknya ibu enggak mau denger itu lagi ya. Jaga anak ibu ini ya, jangan sakiti dia loh." kata bu sofie,
" iya bu, aku akan berusaha untuk mencintai dan membahagiakan kak evan sebaik mungkin." kata nazwa, bu sofie dan bu fitri pun pergi setelah menyalami semuanya. Bu marni, bu citra dan nazwa serta evan mengantar kepergian bu sofie dan bu fitri ke mobil mereka.
__ADS_1
" memangnya kamu ada masalah apa, sampai bu sofie bilang seperti itu nak." kata bu marni selepas mengantar bu sofie dan bu fitri
" enggak ada bu cuma ada orang yang mempertanyakan izin praktek aku aja karena aku kan baru kuliah terus kok udah dapat izin praktek mereka mengira aku menyogok untuk mendapatkan itu." kata evan
" terus permasalahan sudah selesai." kata bu marni
" udah bu, pak handoko memberikan penjelasan dan pasien yang aku obati juga sembuh jadi orang yang mempertanyakan itu pun enggak bisa apa apa." kata evan
" iya syukur kalau memang kamu sudah bisa mengatasi itu semua." kata bu marni
" alhamdulillah bu pengunjung di hari pertama ini banyak juga, mereka pun puas atas pelayanan kita." kata nazwa
" iya ya, alhamdulillah di hari pembukaan ini sudah banyak yag datang, mudah mudahan kedepannya bisa lebih banyak lagi, apalagi kan yang datang para ibu ibu pejabat dan kalangan atas." kata bu marni
" iya bu, ini aja mereka bayarnya lebih besar dari harga tarif yang sudah kita tentukan, kata mereka harganya terlalu murah dengan hasil yang bagus." kata nita
" alhamdulillah itu rezeki kita, kemarin kan kita menentukan harga itu pun khawatir terlalu mahal malahan. Tapi syukur kalau memang mereka puas atas pelayanan kita, kita jangan sampai mengendorkan pelayanan ya." kata bu marni
" baik bu." kata mereka
" kelihatannya kita harus menambah 2 orang lagi untuk bagian perawatan, supaya mereka bisa bergantian jangan sampai kecapean juga." kata bu marni
" iya bu, nanti aku tanya ke mereka apakah mereka masih ada teman yang mau bekerja disini. Takutnya memang kalau pas banyak tamu dan supaya tamu juga enggak terlalu lama menunggu." kata nazwa
" mudah mudahan aja setetusnya seperti ini ya." kata bu marni
" iya bu, jadi semangat nih." kata mereka
" nanti din photo dan videi testimoni tadi kamu upload ya di media sosial kita, supaya lebih dikenal orang, terus kita juga mulai jual di market palce ya." kata evan
__ADS_1
" iya van, ini sedang kita bereskan dulu kontennya sebelum di upload." kata dina
" mudah mudahan aja besok sudah ada penjualan online." kata evan. Mereka pun mengobrolkan tindakan apalagi untuk mengembangkan usaha tersebut.