
Evan terus ditempa kakek wijaya, setelah selesai evan diberikan minum oleh kakek wijaya sambil berbincang bincang. setelah itu evan pamitan kepada kakek wijaya, evan tersadar dari meditasinya, evan melihat bahwa sudah shubuh, dia bergegas ke kamar mandi dan berganti pakaian, lalu istirahat.
Tok...tok...tok
" kak bangun udah siang." kata nazwa
" iya... Sebentar ya.." jawab evan, evan pun bangun lalu pergi ke kamar mandi. Lalu pergi keluar kamar
" kak ditunggu tuh untuk sarapan." kata nazwa
" iya sayang... Maaf aku baru tidur habis shubuh tadi soalnya semalam aku membuat ramuan untuk obat luluran." kata evan sambil memperlihatkan tempat luluran. Metrka pun turun ke tempat makan disana keluarganya sudah menunggu.
" kok tumben kamu kesiangan nak." kata bu marni
" maaf bu,semalam aku habis membuat ramuan untuk luluran itu bu, mungkin aku kecapean." jawab evan
" boleh ibu coba enggak nih." kata bu citra
" boleh bu, nanti nazwa dan ella yang akan bantu lulurin ke tubuh ibu." kata evan.
" terus aku nanti siapa yang lulurin, aku juga kan mau kak." kata ella
" nanti kamu sama nazwa aja gantian ya." kata evan
" kalau enggak kita nanti suruh karyawan di rumah kecantikan, sekalian untuk mengetes mereka juga dalam persiapan pembukaan rumah kecantikan." kata nazwa
" memangnya sudah dilakukan penerimaan karyawan disana." kata bu citra
" sudah bu, kan dibantu karyawannya ibu untuk seleksinya, aku kan belum berpengalaman." kata nazwa
__ADS_1
" makasih banyak ya bu, udah bimbing nazwa." kata bu citra
" sama sama bu, ini kan buat masa depan mereka juga, kalau enggak dikasih kesempatan saat ini kapan lagi, dan mumpung mereka mau." kata bu marni
" iya udah nanti kita pergi kesana untuk mempersiapkan pembukaan rumah kecantikan itu, apalagi mau ada pejabat, kan malu kalau pembukaannya asal asalan, dan ini kan untuk kesan awal." lanjut bu marni
" ibu minta undangannya ya, ibu mau undang teman teman di kantor supaya hadir." kata bu citra
" iya bu, nanti aku kasih." kata nazwa
" oh iya bu, obat obat kecantikannya sudah di produksi kan, sama ini nanti cream untuk lulurannya juga sekalian." kata evan
" udah jalan produksi kok, jadinya kan perushaaan kalian ini hanya sebagai distributor utama saja kan." kata bu marni
" iya bu, untuk obat obatan ini hak pemasarannya hanya perusahaan E&N aja yang boleh memasarkan, pihak DFG tidak boleh memasarankan hanya memproduksi saja, nanti dibuatkan aja legalnya, walaupun kita satu group tapi secara legal harus ada karena yang akan menjalankan itu karyawan profesional walaupun kebijakan ada dikita." kata evan
" itu bagus nak, kamu memikirkan sampai kesana, karena nanti pasti ada komplik kepentingan di karyawan juga. Misalnya supaya target marketing DFG kecapai mereka langsung menjual langsung ke konsumen seandainya tau obat obatan itu laku dipasaran." kata pak hadi
" apa kamu enggak cape nak, kamu harus mengurus perusahaan, kerja di rumah sakit, terus harus kuliah." kata pak hadi
" insyaAllah enggak pak, lagian yang di perusahaan saya enggak terlibat ke manajemennya, ada ibu dan nazwa yang mengatur itu, palingan saya membuat formula aja. Di rumah sakit juga enggak harus setiap waktu datang kesana." kata evan
" oh iya kak, nita menyarankan untuk membuat iklan termasuk di kampus kita." kata nazwa
" iya atur aja sama kamu, aku enggak akan ikut campur masalah itu, nanti aku akan masukan dana untuk operasional E&N 3 bulan pertama ini, dihitung aja berapa kebutuhan dana selama 3 bulan itu." kata evan
" kamu memangnya ada dananya nak." kata bu marni
" ada bu, aku baru dapat dari pak menteri kemarin sama uang gajian aku bulan kemarin." kata evan
__ADS_1
" kamu kan harus mempersiapkan untuk pernikahan kamu juga, apa itu sudah siap." kata bu marni
" insyaAllah udah ada bu, nanti kalau ada yang perlu dibayar terlebih dahulu untuk pernikahan bilang aja." kata evan.
" catering dan yang lainnya sudah di handle sama WO kak, dan kemarin meteka juga bilang bisa sekalian gedungnya." kata nazwa
" kamu bicarakan aja sama ibu ya baiknya gimana, kalau memang pihak WO perlu tanda jadi kabari ke aku." kata evan
" bicara masalah catering apa pas pembukaan rumah kecantikan E&N enggak ada acara makan makan nih." kata bu citra
" boleh juga sih bu, sekalian syukuran, kalau perlu kita undang anak anak yatim." kata evan
" iya aku setuju kak supaya usaha kita berkah didoakan mereka, aku juga usul supaya kegiatan ini tidak hanya pas waktu pembukaan saja, tapi kita rutinkan setiap bulan ngirim ke panti asuhan." kata nazwa membeti usulan
" aku setuju, nanti cari saja panti asuhan yang dekat dekat sini, kalau perlu untuk karyawan bisa kita ambil dari sana untuk anak anak yang sudah dewasanya." kata evan
" kayanya si nita tau deh kak, nanti aku suruh dia kalau begitu." kata nazwa
" bapak bangga sama kalian, masih mau peduli kepada orang orang yang membutuhkan bantuan kita." kata pak hadi
" seandainya ayah kamu masih ada, dia juga akan bangga nak, ayah kamu dulu selalu mengajak ibu pergi kekawasan kumuh, pinggir kali, makanya waktu ayah kamu mininggal alhamdulillah banyak yang mendoakan, ibu juga tau itu dati teman teman bapak kamu waktu masiĥ jadi aparat kepolisian banyak warga yang menanyakan keberadaan ayah kamu karena enggak pernah datang ke tempat mereka, setelah diberitahukan bahwa ayah kamu mengalami kecelakaan, mereka begitu sedih dan ada juga yang pergi ke makam ayah kamu. Teman teman ayah kamu bilang semenjak ayah kamu sering berkunjung ke daerah rawan angka kejahatan mulai berkurang, bahkan kata preman disana jika mau berulah di daerah sana harus hadapi dia dulu, dan pihak kepolisian pun sangat terbantu." kata bu marni menceritakan kepada evan tentang ayahnya sambil mata dia memetah menahan tangisan.
" insyaAllah aku akan pergi kesana juga bu, meneruskan apa yang telah ayah lakukan, sama halnya di daerah pabrik DFG juga kita harus melakukan pendekatan terhadap warga sekitarnya." kata evan
" itu sudah ibu intruksikan ke bagian keamanan pabrik, kalau ada di daerah sana yang kesusahan harus dibantu apalagi sampai mereka enggak makan." kata bu marni
" pokoknya minimal 2,5% dari keuntungan kita harus kita sisihkan setiap bulannya untuk membantu orang orang yang memerlukan terutama untuk karyawan kita sendiri jangan sampai kita memberi ke luar akan tetapi karyawan kita sendiri masih ada yang memerlukan, insyaAllah rezeki akan terus bertambah." kata evan
" bapak setuju akan pendapat kamu nak, bapak dukung itu, karena kita tidak bisa mendapatkan hasil besar pun karena adanya karyawan yang membantu kita, selagi kebutuhan mereka terpenuhi, tercukupi, dan diperhatikan, mereka dengan sendirinya akan loyal terhadap kita." kata pak hadi.
__ADS_1
Mereka pun siap siap untuk pergi ke rumah kecantikan E&N untuk mengecek persiapan pembukaan.