
Setelah dirasa cukup, evan pamitan pulang karena sudah malam.
" iya udah kamu diantar sopir ya pulangnya." kata pak handoko
" enggak usah pak, pak johan sudah menjemput saya kok." kata evan
" iya sudah kamu hati hati ya nak, maaf ibu enggak bisa antar kamu jadinya, besok ibu janji kesana." kata bu sofie
" iya bu, enggak apa apa, terimakasih." kata evan, lalu pergi dari sana, sampai di lobby rumah sakit evan menelepon pak johan untuk menjemputnya. Setelah pak johan tiba evan naik ke mobil lalu berangkat pulang. Evan mengabari nazwa bahwa dia sedang di perjalan pulang, evan pun meminta pak johan untuk mampir dulu membeli martabak untuk dibawa pulang.
Jam 10 malam evan tiba di rumah, nazwa yang melihat evan pulang langsung berlari dan memeluknya sambil menangis.
" kenapa nangis sayang, aku enggak apa apa kok." kata evan sambil mengelus rambut isterinya itu
" aku khawatir, kakak kenapa kenapa. Ini darah siapa, kakak terluka." kata nazwa
" enggak sayang, ini darah pasien tadi." kata evan, evan pun menyalami ibu dan mertuanya lalu pamitan dulu untuk bersih bersih dan ganti pakaian. Setelah berganti pakaian evan kembali ke ruangan keluarga.
" kamu itu bikin kita khawatir aja." kata bu marni
" maaf bu, ini resiko yang harus aku jalani sebagai dokter." jawab evan
" kita degdegan banget tadi pas kamu masuk ke gedung itu, gimana ada korban tidak." kata pak hadi
" dari pihak kepolisian ada 7 orang pak, 3 orang disandera sama salva anaknya pak bayu, dan ternyata ada juga yang disekap di belakang gedung," kata evan
" kakek bilang kamu tadi nembak penjahat, kamu bisa juga nembak belajar dimana." kata pak hadi
" iya pak, pas tadi mau.keluar ada penjahat yang keluar dari kamar mandi, untungnya aku mengambil pistol penjahat yang jaga ruangan sandera, insting aja sih pak, mungkin bawaan dari ayah aja." kata evan, nazwa membawa minum air putih dan susu untuk evan, bi siti menyajikan martabak yang dibeli evan tadi. Evan meminum air yang dibawa isterinya.
__ADS_1
" kakak mau makan, kalau mau aku siapkan." kata nazwa
" enggak deh sayang, kalau kamu mau makan, makan aja nanti aku temani." kata evan
" aku enggak lapar kak, aku makan ini aja." kata nazwa, lalu.mengambil martabak dan memakannya.
" dek kalian harus hati hati ya, kalau ada orang yang enggak dikenal jangan didekati dan harus waspada, kalau ada apa apa langsung telepon kakak." kata evan
" iya kak." kata ella dan yasmin
" oh iya kakek ada kabar enggak pak." kata evan
" kakek mau ke kantornya dulu, mau buat laporan katanya." kata pak hadi
" iya sudah bapak, ibu istirahat aja, pasti cape banget." kata evan
" maafin aku ya sayang." kata evan lalu memeluk nazwa dan memberikan ciuman di keningnya
" oh iya bu katanya besok bu sofie sama bu lela mau kesini lagi, tadinya mereka mau kesini tapi ada bu silfi jadi enggak enak meninggalkan beliau, dan ada kemungkinan bu silfi akan berkunjung ke rumah perawatan kecantikan E&N." kata evan. Karena sudah malam mereka pun pergi ke kamarnya masing masing, evan menggandeng nazwa masuk ke kamar. Sesampainya di kamar mereka rebahan di atas kasur, nazwa tiduran di dada evan sambil memeluknya, evan pun mengusap rambut nazwa.
" maaf ya sayang, udah membuat kamu khawatir." kata evan
" aku belum terbiasa aja kak, apalagi kita kan baru 2 hari ini nikah, aku tau pekerjaan kakak pasti ada resiko dan semua pekerjaan pun sama ada resikonya, yang penting kakak harus lebih hati hati aja ya, aku enggak mau terjadi apa apa sama kita." kata nazwa
" sayang kalau terjadi sesuatu, kamu kabari aku, seandainya sudah terdesak kamu panggil aja hacu, insyaAllah dia akan datang menolong kamu, waktu itu kan udah aku kenalin sama dia." kata evan, evan memikirkan seandainya keluarganya yang di culik dan disekap seperti yang terjadi tadi, dia harus memastikan keluarganya aman.
" iya kak, aku akan ingat pesan kakak ini." kata nazwa
" kamu mau melakukannya lagi sayang..." kata evan lalu mencium kening nazwa, nazwa hanya mengangguk, mereka pun berciuman bibir, lalu terjadilah pertempuran dua insan yang sudah sah sebagai suami isteri, walau cape evan sebisa mungkin menyenangkan keinginan sang isteri. Setelah mendapatkan kepuasan, mereka tidur dengan saling berpelukan dibawah selimut. Di pagi hari evan bangun terlebih dahulu lalu pergi mandi.
__ADS_1
" sayang bangun, mandi terus kita sholat sama sama ya." kata evan membangunkan nazwa lalu mencium kening dan mengusap punggungnya. Nazwa pun bangun, evan memberikan minum air putih, nazwa pun pergi ke kamar mandi, setelah mandi mereka sholat. Karena cape nazwa izin untuk tiduran lagi, sedangkan evan pergi ke halaman belakang rumah, evan duduk sambil mengatur napasnya, evan ingin memulihkan energi yang ada di tubuhnya setelah kemarin banyak terkuras. Tidak terasa evan melakuan pengolahan tenaga dalamnya cukup lama, evan disadarkan oleh hangatnya sinar matahari, setelah itu evan masuk ke dalam rumah.
" kamu dari mana nak, nazwa dimana." kata bu marni
" aku habis olahraga bu, tadi nazwa habis sholat dia tiduran lagi katanya cape." kata evan lalu pamit untuk melihat sang isteri.
" kamu udah bangun sayang, ayo sarapan dulu." kata evan
" iya kak, aku cuci muka dulu ya." kata nazwa, dia pun bangun lalu pergi ke kamar mandi. Sambil menunggu nazwa ke kamar mandi evan duduk di sofa yang ada di kamar. Selesai dari kamar mandi nazwa pun duduk dipangkuan evan.
" bolehkan aku manja manja sama suami aku ini." kata nazwa dia pun mencium pipi evan
" boleh dong sayang, apa sih yang enggak boleh biat isteri aku yang cantik ini." kata evan
" iiih.. Kakak udah jago gombal yaaa, awas aja kalau gombalin cewek cewek." kata nazwa
" mana berani aku gobalin cewek lain, sedangkan aku udah punya isteri cantiiik disini." kata evan, setelah becanda mereka turun ke ruang makan. Nazwa menggandeng lengan evan
" pengantin baru nempel teruuuus." kata kakek baskoro
" eh kakek, kapan pulangnya." kata evan
" baru aja kakek datang, soalnya kemarin sampai larut malam kakek di kantor, mau pulang sudah cape." kata kakek baskoro
" terus ada perkembangan apa tentang kejadian kemarin itu kek." kata evan
" mereka adalah penjahat, perampok, sindikat narkoba dan sindikat penjualan manusia terutama gadis gadis untuk di jual ke tempat tempat pelacuran dan yang lainnya. Kakek juga menerima laporan dari 3 polisi yang disandera bahwa kamu sendirian melawan penjahat itu, udah gitu kamu bisa menembak dengan cepat dan akurat walaupun kamu sedang menggendong orang, kekek juga dapat informasi dari komdandan endris bahwa waktu berpapasan dengan mereka waktu melakukan penyergapan bahwa di belakang masih ada tempat untuk penyekapan, informasi itu sangat berguna bagi mereka dalam melakukan tindakan yang tepat dan akurat. Kakek bangga sama kamu nak." kata kakek baskoro
" oh iya hampir lupa, kamu dan keluarga di undang hadir hari ini jam 10 di Polda, katanya hari ini pak Kapolri dan Kasad ingin bertemu sama kamu, karena kejadian kemarin jadi pantauan mereka." kata kakek baskoro. Mereka pun sarapan bersama, evan mengimkan pesan ke bu sofie dan bu lela bahwa dia dan keluarga di undang ke Polda.
__ADS_1