
Pak menteri dan pak gubernur izin duluan karena ada kegiatan, akan tetapi isterinya masih ingin disana, mereka masih ingin bersama. disaat sedang makan datanglah bibinya evan kesana dengan pakaian yang glamor.
" selamat ya, tapi kok acara pernikahan cuma begini aja, apa kamu enggak sanggup mengadakan acara yang mewah mar." kata bu wati, sehingga yang lain melihat kehadiran dia
" iya kak, aku hanya bisa memberikan seperti ini, dan ini sudah membuat aku bahagia kok kak." kata bu marni
" makanya kalau belum punya apa apa jangan maksa pengen nikah dong, kerja dulu, contoh dino, dia sebentar lagi mau tandatangan kontrak kerjasama sama perusahaan besar, kalau udah kemungkinan kita akan pindah ke kota juga." kata bu wati
" siapa sih nak, kok bicaranya begitu." kata bu sofie
" itu bibi saya bu, istri dari almarhum kakaknya ibu." kata evan, evan menceritakan tetang bibinya itu
" sombong banget, memangnya dia enggak tau kamu sudah memiliki usaha dan udah kerja, ibu gemes ngeluhat orang yang sombong begitu." kata bu sofie, terlihat emosi begitu pula yang lainnya
" enggak bu, biarkan saja memang wataknya seperti itu." kata evan
" apa kamu bilang, wajar dong bibi kamu ini bicara begitu memang sesuai kenyataan, kalian iri kan atas kehidupan kita." kata bu wati
" memangnya udah punya apa sampai bisa bilang gitu sama anak saya." kata bu lela
" kalau kontrak kerjasama anak saya deal dengan perusahaan sandi group, kita akan beli rumah mewah, mobil mewah di kota ini," kata bu wati
" memangnya sekarang tinggal dimana gitu." kata bu lela
" saya tinggal di daerah S, kami orang kaya disana." kata bu wati
" belagu sekali ya, perusahaan apa yang tadi ibu katakan sandi group." kata bu lela
__ADS_1
" kaget ya dengernya." kata bu wati
" udahlah bu jangan dilayani, mereka iri sama kita." kata dino..
" Eh bu itu rekan bisnis aku, kata dia pemilik sanduli group juga lagi ada di hotel ini, aku mau dikenalkan sama dia." lanjut dino melihat karyawan sandi group
" iya sudah kita kesana, buat apa disini juga." kata bu wati, mereka pun pergi menemui karyawan sandi group
" hallo pak hendra, kok bisa ketemu disini ya, bapak ada urusan apa sama ponakan saya itu." kata dino
" hallo juga pak dino, iya nih kok kita bisa ketemu disini padahal kita mau ketemu nanti ya, oh yang nikah itu ponakan pak dino, saya mau ketemu bos disini katanya beliau lagi menghadiri pernikahan, saya mau bahas kerjasama kita ke bos terlebih dahulu sebelum bertemu bapak," kata pak hendra
" oh gitu, salah tempat kali pak, masa iya ponakan saya bisa kenal sama bos sandi group." kata dino. Tak lama pak sandi datang sehabis dari kamar mandi.
" pagi pak, maaf mengganggu waktunya, saya mau membahas tetang supplier untuk kebutuhan proyek kita, ini pak dino pak supplier bahan bahan untuk proyek kita di daerah yang akan kita kembangkan itu." kata pak hendra
" salam kenal pak, saya sangat senang bisa bertemu dengan bapak disini, kok bapak ada disini ya, apa enggak salah pak, ini acara ponakan saya." kata dino
" iya pak masa bos besar kenal sama orang miskin kaya adik ipar saya itu, biar kelihatan kaya aja dia sampai memaksakan diri buat acara ditempat begini." kata bu wati. pak sandi yang awalnya ingin menjalin kerjasama tapi akan sikap ibu dan anaknya seperti itu menjadi ragu, apalagi anak angkatnya itu dihina dibilang miskin.
" enggak salah kok, ini tempat acara anak angkat saya." kata pak sandi
" wah bu, bibi kelewatan, bikin malu kita aja, dia pakai tempat anaknya pak sandi supaya kelihatan mewah acara nikahan anaknya. Pak kita enggak dekat kok sama keluarga bibi saya, ini juga datang terpaksa aja karena mau bertemu bapak, kita udah memutuskan silaturahmi kita sama keluarga bibi." kata dino
" iya pak bos, kita enggak ada ikatan apa apa lagi sama adik ipar saya itu selepas suami saya meninggal." kata bu wati
" oh begitu ya, terimakasih atas informasinya saya jadinya tau." kata pak sandi
__ADS_1
" iya pak kita enggak ada ikatan apa apa kok, jadi bagimana pak kerjasama kita." kata dino
" kalau untuk itu saya belum bisa memutuskan, biar anak angkat dan ibunya yang bicara, saya akan tanyakan mereka dulu, karena kedepannya usaha saya akan dia yang pegang, pak dino silahkan bicara sama pak hendra terlebih dahulu." kata pak sandi, pak sandi pun pergi menuju tempat duduk isterinya. Pak sandi menanyakan tetang apa yang disampaikan bu wati kepada bu marni dan evan.
" jangan kerjasama sama orang begitu pak, apalagi dia udah menghina anak kita ini." kata bu lela
" iya pak, enggak bagus sikapnya, apalagi menjelakan evan." kata raka
" bagus kamu sekarang ya, baru bertemu sekali kamu sudah keturaran baiknya, bapak senang banget nak, kamu harus lebih hati hati dalam bergaul kedepannya ya." kata pak sandi
" iya pak." kata raka. Bu wati dan dino melihat keakraban bu marni dan evan bersama pak sandi menjadi cemas. Pak sandi pun memanggil pak hendra.
" kamu bisa kenal pak dino dimana, kok orang seperti itu mau kita kerjasama." kata pak sandi
" dia yang menawarkannya dulu pak ke saya, saya cek ke tempat lain memang harganya jauh lebih murah dan kualitas yang diberikan waktu itu bagus." kata pak hendra
" saya enggak mau kerjasama sama dia, isteri dan anak saya aja enggak setuju, feeling saya aja enggak enak. Jadi saya enggak mau ada ketjasama sama orang itu apalagi audah menjelek jelekan ibu dan anak angkat saya." kata pak sandi
" baik pak saya akan sampaikan, tolong beritahu keamanan juga supaya mengusir mereka dari tempat ini, karena dia telah merusak kebahagiaan acara anak saya ini, kalau enggak kamu yang saya pecat karena kamu ada indikasi kamu kolusi dengan dia." kata pak sandi
" baik pak saya akan usir mereka dari sini, maaf pak atas tindakan saya menjadi suasana bapak jadi jelek." kata pak hendra
" pokoknya saya enggak mau kedepannya ada hal seperti ini lagi yang menimpa anak saya ini." kata bu lela
" baik bu." kata pak hendra lalu pamit menuju dino dan ibunya berada
" ayo ibu mau berphoto keluarga sama kalian berdua, bafu nanti sama yang lainnya ya." kata bu lela. Pak sandi, bu lela, raka dan evan pun berphoto, lalu bersama nazwa dan bu marni. Setelah itu semuanya berphoto bersama. Melihat hal itu dino dan ibunya terdiam engbak percaya apa yang mereka lihat
__ADS_1
" pak dino maaf, pak sandi bilang perusahaan sandi group tidak akan melakukan kerjasama sama perusahaan bapak, karena pak dino dan ibu tadi sudah menghina anak angkat beliau. Jadi tolong tinggalkan ruangan ini karena pak sandi dan ibu tidak menginginkan kehadiran bapak dan ibu berada disini. Kedepannya saya berharap hal ini akan menjadi pelajaran yang bagus buat sikap dan prilaku bapak dan ibu. Ingat pak, bu diatas langit masih ada langit, yang kita lihat buruk belum tentu buruk didalamnya. Silahkan bapak dan ibu meninggalkan ruangan ini, kalau tidal saya akan panggilkan security karena bapak dan ibu sudah membuat keributan." kata pak hendra. Mendengar hal itu lutut dino dan bu wati lemas, hilanglah kesombongan yang tadi dia perlihatkan, mereka enggak menyangka bahwa keluarga adiknya dekat dengan pengusaha terkenal, seandainya mereka tau, tidak akan melakukan hal itu bahkan kalau mereka memperlakukan keluarga adik iparnya dengan baik, usaha dino akan mendapatkan keuntungan.