
Tak henti hentinya pak edi memeluk evan, pak edi pun menceritakan masa lalu bersama pak devano.
" oh iya ed, sekarang kamu disini sebagai apa." kata kakek baskoro
" siap ndan, saya ditunjuk sebagai wakapolres disini." jawab pak edi. Pak edi pun menayakan keperluan kakek baskoro dan evan datang " oh iya saya sampai lupa, komandan sama nak evan ini ada keperluan apa datang kesini."
" saya mengantar nak evan untuk membuat SIM sekalian saya mau bernostalgia." jawab kakek baskoro, dia pun melanjutkan perkataannya. " kamu jangan panggil saya komandan, saya sudah pensiun."
" pak bas, adalah orang yang berjasa buat saya, pak devano juga sama beliau yang sellau.memberikan saya semangat dan selalu.memberi saya motivasi, mana mungkin saya bisa melupakan itu." kata pak edi, " oh iya biar cepat mana kartu identitas kamu nak, biar nanti kamu tinggal di photo saja.". Evan memberikan berkas ke pak edi. Setelah itu pak edi membawa evan ke lokasi pembuatan SIM. Pak edi meminta anak buahnya untuk mendahulukan evan. Ada petugas disana yang melihat evan, wajah evan begitu familier. Lalu dia bertanya kepada pak edi
" maaf ndan, kalau boleh tau siapa anak ini, saya merasa cukup familier wajahnya."
" coba kamu ingat seperti siapa anak ini."
" pa... Pa... Pak devano ya pak." kata petugas itu
" betul... Evan ini putra pertama pak devano." jawab pak edi. Petugas itu pun langsung memeluk evan, lalu berkata.. " nak kamu dari mana aja, kami mencari kamu.. Walaupun waktu itu pak devano sudah tidak dinas disini lagi, tapi jasa beliau pasti akan selalu diingat oleh kami, makanya waktu pak devano kehilangan kamu, kami berusaha membantu beliau mencarinya." kata petugas tersebut sambil meneteskan air mata karena bahagia. Tak lama kakek baskoro pun tiba disana. para petugas yang mengenal beliau langsung berdiri dan memberikan hormat.
Petugas yang diberi tugas untuk mengurus SIM evan pun berkata. " pak, semuanya sudah di input tinggal photo dan sidik jari saja.". Pak edi pun menuruh evan untuk di photo dan melakukan perekaman sidik jari. akhirnya evan lun memiliki SIM A dan SIM C, pak edi membawa kakek baskoro dan evan kembali keruangannya.
" sering sering main kesini nak, rumah masih di tempat yang dulu kan." evan pun menjawab. " masih pak sesuai alamat yang ada di kartu identitas saya. Karena saya juga enggak tau dimana rumah orang tua saya dulu." pak edi melihat alamat itu, kakek baskoro pun memberi tau ke pak edi bahwa evan ini juga memiliki keahlian dalam mengobati penyakit. Pak edi berkata." nanti saya akan main ke rumah kamu kalau begitu." setelah itu pak edi membawa kakek baskoro berkeliling kantor tersebut, pak edi menceritakan dimana dulu pak devano bekerja, begitu pula kakek baskoro menceritakan kepada nazwa dan evan.
" ngomong ngomong dimana komandan bisa kenal sama nak evan." tanya pak edi penasaran kenapa kakek baskoro bisa ketemu evan. " saya sedang lari pagi sama cucu saya ini, eh jantung saya kambuh, nak evan ini yang menolong saya, dan ternyata dia juga menyembuhkan penyakit saya yang seharusnya saya melakukan operasi, berkat nak evan saya terhindar dari operasi itu sampai dokter pun bingung.. Saya kenal lebih dekat dengan nak evan pas liburan kemarin, nak evan menyelamatkan cucu saya yang kedua adiknya nazwa saat tenggelam di laut."
__ADS_1
" jangan jangan itu kamu ya yang menghajar preman waktu di perkantoran pak devano sama di dekat sekolah negeri 4 dan yang menghajar preman yang sedang mengganggu pengemis cilik, dan katanya anak itu diangkat anak." kata pak edi
" iya pak, itu saya, pengemis cilik itu yasmin dia sekarang jadi adik angkat saya karena kasian hidupnya sendirian enggak punya keluarga." jawab evan
" kenapa saya enggak mengecek saat itu ya.." kata pak edi sedikit menyesal, pak edi pun melanjutkan perkataannya " apa kamu berminat masuk polisi nak, meneruskan pak devano ayah kamu."
" saya belum terfikirkan kesana, saya mau fokus mengembangkan kemampuan saya dibidang kedokteran.karena sekarang saya menguasai pengobatan tradiaional aja. Tapi jika bapak membutuhkan tenaga saya, saya siap membantu jika memang saya sanggup mengerjakannya." kata vian tegas.
" siap nak, saya berayukur bisa ketemu dengan kamu, saya akan agendakan main ke rumah, sudah lama juga enggak bertemu sama ibu kamu, banyak jasa pak devano dan bu marni kepada saya dan kepolisian ini." kata pak edi
" iya pak, saya tunggu kehadirannya di rumah, terimakasih banyak atas bantuannya dan informasinya, saya jadi mendapatkan cerita masa lalu ayah." kata evan
Evan dan kakek baskoro pun pamitan karena sudah siang dan takut mengganggu kerjaan pak edi. Di perjalanan kakek baskoro berkata " sudah siang nih, kita makan siang dulu aja ya, sebelum pulang."
" kakek senang kalian bisa akrab, dan kakek juga enggak akan khawatir lagi.". Mereka pun tiba di sebuah restoran, mereka bertiga memesan makanan, sambil menunggu pesanan kakek baskoro bercerita masa lalu tentang kebersamaannya dengan pak devano. Dari cerita kakek baskoro dan pak edi tadi evan semakin bangga kepada ayahnya yang selalu membela kebenaran dan menolong yang membutuhakan, untuk itu evan tidak akan menyianyiakan kemampuannya yang diberikan leluhurnya untuk membantu menolong yang membutuhkan.
Selesai makan evan dan kakek baskoro beserta nazwa pulang.
" kek aku main dulu ya di rumah kak evan, aku mau main sama ella." kata yasmin
" iya sudah enggak apa apa, tapi jangan sampai menginap, kalian belum sah." kata kakek baskoro
" apa apaan sih kakek ini." kata nazwa malu malu, setelah menurunkan evan dan nazwa kakek baskoro pulang..
__ADS_1
evan mengajak nazwa masuk ke rumahnya.. Pas masuk evan melihat adik adiknya sedang main gebuk gebukan bantal.
" kalian ini ya.. Bukannya belajar malah main." kata evan, seketika ella dan yasmin berhenti bermainnya.
" eh kakak udah pulang.. Kak nazwa juga ada." kata ella
" ini kak, kak ella enggak mau ngalah sama aku, terus mainnya kak ella curang." adu yasmin.
" kamu yang harus ngalah sama kakak ya." kata ella
" udah ah.. Malu ada tamu.." kata evan. Ella pun mengajak duduk nazwa disana
" kak nazwa mau minum apa." kata ella
" apa aja boleh la." kata nazwa
" kak, kakak mau minum apa biar sekalian." kata ella yang sudah pergi ke dapur
" air putih aja, .akasih ya dek." kata evan
" gimana kak membuat SIMnya udah." teriak ella dari dapur
" udah dong, kakak dibantu sama teman ayah tadi, jadi cepat." kata evan.
__ADS_1