
Pak menteri menemui pak kapolri dan pak kasad sedangkan Ibu fitri langsung menemui bu marni dan bu citra mereka pun saling berpelukan, bu fitri juga memeluk nazwa, ella dan yasmin.
" ini menantu ibu, cantik banget." kata bu fitri
" makasih bu, ibu juga cantik, bagaimana kabarnya bu." kata nazwa
" alhamdulillah sehat, bisa cantik begini berkat kamu dan suami kamu. Kemarin kamu pasti khawatir banget ya, maaf ya ibu enggak bisa nemani kamu, habisnya bapak sibuk." kata bu fitri
" iya bu enggak apa apa, terimakasih udah khawatirkan kita." kata nazwa
" gimana enggak khawatir, dia berani beraninya masuk ke gedung dengan resiko yang tinggi." kata bu fitri, lalu pergi menyalami pak kapolri dan pak kasad. Setelah itu dia dia menjewer telinga evan.
" kamu ya bikin ibu khawatir tau enggak." kata bu fitri
" iya bu maaf, udah bikin khawatir, tapi aku enggak apa apa kok." kata evan
" kamu ini ya, baru 2 hari menikah, udah bikin isteri kamu khawatir gimana sih." kata bu fitri
" rasain kamu tuh, kemarin tau enggak bapak di teleponin melulu sama ibu sambil di marahi." kata pak menteri
" pak menteri kenal sama evan ini." kata pak kapolri
" kenal pak, dia yang menyembuhkan penyakit saya, dan dia juga yang merawat isteri, tadinya kita mau jodohkan dengan anak kita tapi mereka beda usia dan evan udah memiliki calin waktu itu sekarang dia sudah nikah, makanya itu isteri menganggap evan sebagai anaknya sendiri, tuh lihat aja tingkahnya kaya ke anak sendiri." kata pak menteri
" ibu enggak mau tau, kamu harus merawat ibu sama bapak kaya bu sofie dan yang lainnya." kata bu fitri
" iya bu, mau disini atau di rumah aja." kata evan
" kata bu sofie hari ini mau ke rumah kamu ya, kalau begitu ibu juga mau kesana,." kata bu fitri
" iya bu." jawab evan
Setelah mengobrol mereka pun pamitan untuk pulang, dengan di kawal patwal mereka pun tiba di rumah dengan tanpa hambatan.
__ADS_1
" bu sofie dan bu silfi serta anaknya lagi di rumah perawatan kecantikan E&N, sebentar lagi kesini." kata bu marni, lalu bu marni menawarkan makan siang kepada pak menteri sama bu fitri. 30 menit kemudian datang bu sofie, bu lela dan bu silfi serta salva. Bu marni menyuruh mereka untuk pergi makan terlebih dahulu. Evan memperkenalkan ibu dan nazwa serta keluarganya yang lain ke bu silfi.
" terimakasih bu atas sambutannya, saya dan keluarga mengucapkan terimakasih dan mohon maaf karena kejadian kemarin membuat bapak dan ibu khawatir, apalagi ke isterinya nak evan, berkat nak evan anak saya salva bisa selamat dari penculikan itu." kata bu silfi
" alhamdulillah semuanya selamat, memang kemarin kami sangat khawatir, kami kemarin ijinkan karena dikira kami hanya mengobati korban saja, eh malahan dia masuk ke gedung untuk mengobati dan menyelamatkan sandera." kata bu marni
" iya bu, kami juga panik banget, makasih ya nak, selain kamu menolong salva kamu juga kemarin mengobati kami." kata bu silfi
" sama sama bu, itu udah tugas dan kewajiban saya kok." kata evan
" apalagi hari ini, saya sangat senang mendapatkan perawatan di rumah kecantikan E&N, ibu merasa jadi muda lagi." kata bu silfi
" ngomong ngomong salva usianya berapa ya sepertinya seumuran dengan ella anak saya." kata bu marni
" 17 mau 18 tahun ini sekarang kelas 12 di SMA Islam Terpadu A." kata bu silfi
" kalau begitu sama dengan ella." kata bu marni
" selain kedatangan saya kesini untuk silaturahmi, ini mohon diterima sebagai ucapan terimakasih kami, memang nyawa nak evan dan nyawa salva tidak akan ternilai harganya, ini bentuk syukur kami." kata bu silfi sambil menyerahkan amplop ke evan.
" mohon diterima ya nak, kalau kamu enggak mau menerimanya kami merasa bersalah." kata bu silfi
" iya nak terima saja, itu sebagai syukur bu silfi dan keluarga akan keselamatan salva." kata bu sofie
" iya bu saya terima, terimakasih sudah merepotkan." kata evan, evan memasukan amplop itu ke kantongnya. Nazwa, ella dan salva pun mengobrol di ruang keluarga. Sore hari mereka pun berpamitan pulang. Setelah mengantar mereka pulang evan dan yang lainnya pergi ke kamar mereka masing masing.
" sayang ini ada hadiah dari bu silfi." kata evan sambil memberikan amplop ke nazwa, nazwa pun membuka amplop tersebut.
" aaaahhh... Kak... Besar sekali ceknya." kata nazwa, evan pun melihat nominal cek tersebut.
" alhamdulillah sayang, besok kita cairkan sekalian sama cek yang sebelumnya." kata evan
" iya kak, besok kita buat tabungannya ya sekalian ke kampus." kata nazwa lalu memasukannya ke brangkas. Nazwa pun berbaring di pangkuan evan
__ADS_1
" uang itu apa buat kita bayar cicilan ruko aja ya kak." kata nazwa
" jangan, itu buat tabungan kita aja sayang, kalau ruko biar dari penghasilan disana aja, supaya tim disana bisa bertanggungjawab untuk meningkatkan kinerjanya." kata evan.
" kak kita kesana yu, kita udah beberapa hari enggak kesana loh." kata nazwa
" boleh sayang, kita istirahat dulu aja ya." kata evan, jam 5 sore evan dan nazwa pamitan mau pergi ke rumah perawatan kecantikan E&N.
" duh pengantin baru, sampai lupa kesini." kata nita
" iya nit maaf, kemarin kak evan ada keperluan, terus tadi ada ungdangan dari kapolri sama kasad di polda, barusan tamu baru pada pulang dari rumah." kata nazwa
" gimana perkembangan usaha kita ini." kata evan
" alhamdulillah van, orderan melalui market place dan online lainnya terus meningkat, dina aja baru pesan lagi ke DFG, sama yang melakukan perawatan kesini setiap harinya minimal 17 orang, apalagi di hari weekend bisa 2 kali lipatnya." kata nita
" bagus dong ya, syukur kalau usaha ini berjalan lancar, pokoknya aku kasih ke kamu sama dina untuk bertanggungjawab disini." kata evan
" makasih van, aku bersyukur bisa berteman dengan kalian, kalian udah banyak membantu aku, jadinya aku bisa membantu keluarga." kata nita
" naz, van makasih ya kalian udah bantu aku, tanpa bantuan kalian aku mungkin udah enggak kuliah dan enggak akan bisa bantu orangtua," kata dina.
" kalian udah pulang belum ke rumah nengok orangtua." kata evan
" belum van, pengen sih tapi kita belum pegang uang." kata nita dan dina
" iya udah kalian tengok dulu orangtua kalian, kita ada sedikit rezeki mudah mudahan pernikahan kita bisa menjadi berkah untuk semuanya juga." kata evan, lalu mengeluarkan uang dan memberikannya ke nita dan dina.
" ini serius van, dan uang ini bukan untuk mengusir aku kan dari sini." kata nita
" iya, jangan jangan kalian ngusir kita lagi." kata dina
" enggak lah, ngapain juga kita ngusir kalian. Ini bentuk terimakasih kita ke kalian dan rasa syukur kita." kata evan
__ADS_1
" terimakasih ya van, naz." kata nita dan dina, evan oun memanggil karyawan lainnya, evan memberi uang ke mereka, para karyawan pun sangat berterimakasih, mereka bahagia memiliki bos yang baik. Evan pun menyarankan supaya uang tersebut sebagian diberikan ke orangtua mereka.