
Pak menteri dibawa ke ruangan cek medis, evan pergi ke ruangannya bersama pak handoko dan dr. Helmi. Pak handoko menjelaskan bahwa permasalahan yang terjadi sama evan tadi pagi sudah ditangani oleh pak kamal.
" kamu buka apotik dan rumah kecantikan enggak bilang bilang saya." kata pak handoko
" maaf pak, soalnya saya juga baru kefikiran karena calon isteri mau belajar usaha jadi saya mencoba merealisasikannya dan saya mengkolaborasikannya dengan perusahaan DFG, jadi DFG bertindak sebagai supplier atau produksinya sedangkan perusahaan saya dan calon isteri sebagai distributor utamanya." kata evan
" saya dapat kabar dari dr. Bambang bahwa bu marni tadi membawa sample pil dan cream untuk kecantikan, dan dr. Bambang pun memperlihatkan photo ibu kamu yang sudah memakai pil dan cream yang kamu buat itu, saya sangat takjub melihat hasilnya itu, saya rasa dengan obat dan cream kecantikan ini Perusahaan DFG akan sangat berkembang." kata dr. Helmi
" iya dokter, saya tinggal membuat cream untuk luluran tubuh saja, mudah mudahan minggu ini selesai, oh iya dokter barangkali ada yang bisa membantu saya untuk menjadi apoteker saya memerlukannya untuk di apotik." kata evan
" kamu ya mau dapat untung enggak mau bagi bagi sama saya. Bolehlah saya ikutan di perusahaan kamu itu, kalau enggak biar isteri saya yang gabung pasti dia senang, nanti saya kenalkan sama dia." kata pak handoko, lalu dia memanggil isterinya. Tak lama isteri pak handoko datang.
" ada apa sih pah, kok manggilnya buru buru begitu." kata isterinya pak handoko
" ini papah mau kenalkan kamu sama dokter evan.," kata pak handoko
" oh ini toh anaknya yang suka papah bicarakan dan banggakan itu, hallo nak, saya bu sofie isterinya pak handoko, hampir setiap waktu dia ngomongin kamu tuh, katanya kalau punya anak perempuan aja pasti dia akan langsung menikahkannya sama kamu." kata bu sofie
" salam kenal bu, saya evan." kata evan
" ini bu, dokter evan dan calon isterinya baru mendirikan perusahaan yang bergerak dibidang kecantikan, nih ibu lihat hasilnya." kata pak handoko sambil meminta photo ibunya evan ke dr. Helmi untuk diperlihatkan.
" wow cantiknya, ini beneran ibu kamu nak." kata ibu sofie
" iya bu, kalau ibu mau dan percaya saya bawakan samplenya untuk ibu coba sekarang, akan tetapi lebih bagus lagi kalau pagi dan malam dipakainya." kata evan lalu menyerahkan pil dan cream wajah ke bu sofie
" saya percaya, sini ibu mau coba sekarang bolehkan." kata bu sofie lalu mengambil pil dan cream wajah dari evan, lalu dia pergi ke wastafel untuk cuci muka dan duduk di sofa. Dia minum pil lalu dia pergi ke depan cermin untuk mengoleskan cream di wajahnya, dia merasakan nyaman diwajahnya dan merasa kulitnya menjadi kencang, lalu dia membuka mata dan melihatnya di cermin.
" aaaaaaaaahhhhhhh." teriak bu sofie, pak handoko dan dr. Helmi pun kaget.
" ada apa bu sampai tetiak begitu." kata pak handoko
__ADS_1
" ini....ini... pah... Lihat wajah ibu.... Beneran ini ibu pah.. Ibu enggak mimpikan...." kata bu sofie sambil memegang wajahnya dan mencubitnya. Pak handoko pun menghampiri isterinya itu, dia pun kaget melihat penampilan isterinya tersebut. Kerutan dan plek plek hitam di wajah isterinya hilang digantikan dengan wajah mulus
" ini luar biasa, dengan efek seperti ini cewek mana yang akan berpaling untuk pengobatan seperti ini. Ini akan menjadi gebrakan didunia kecantikan." kata pak handoko
" iya pah.. Ini sungguh luar biasa, pantas saja ibu tadi begitu cantik, ini sudah ada dipasaran belum nak, ibu mau beli, apa merknya." kata bu sofie
" belum bu, ini masih sample aja, kebetulan saya tadi bawa habis memberikan kepada calon isteri dan ibu mertua saya." kata evan
" pantas saja papah mau menikahkan anaknya kalau ada perempuan, bahagia banget mertua kamu bisa dibuat senang seperti ini. Kata suami saya tadi kamu mau buka rumah kecantikan dimana itu, ibu daftar jadi pelanggan pertama kalau begitu." kata bu sofie
" insyaAllah bulan depan baru buka bu, sekarang sedang proses persiapan." kata evan
" pokoknya kabari saya kalau mau di buka, saya akan undang teman teman ibu juga...mereka pasti akan takjub dan mereka akan iri lihat wajah ibu ini." kata bu sofie bahagia
" ibu kan udah merasakannya dan ini ada peluang loh buat ibu juga, perusahaannya evan kan baru berdua aja sama calon isterinya, ibu mau gabung enggak supaya ibu juga ada aktifitas." kata pak handoko
" ibu mau pah, pokoknya ibu akan setuju deh." kata bu sofie
" maaf pak kalau saya mengganggu, itu dokter evan pak menteri dan keluarganya mau bertemu." kata perawat
" makasih ya, nanti saya kesana." jawab evan
" baik dokter, saya permisi kalau begitu." kata perawat lalu pergi.
" saya hampir lupa tuh, paman sama orang tua orang yang menghina kamu tadi pagi sudah diselidiki, pamannya dicabut surat izin prakteknya untung saja dia belum.pernah praktek dimanapun dia hanya mempergunakannya untuk pamer di kampus dan sudah dikenakan sangsi pihak kampus, orangtuanya juga sudah dikenakan surat peringatan dan dicopot jabatannya saat ini." kata pak handoko
" terimakasih pak, saya hanya ingin memberi pelajaran saja jangan sampai dia melakukan itu ke orang lain cukup ke saya aja." kata evan
" kamu benar benar anak yang baik, kalau kena kesaya sudah saya penjarakan tuh orang." kata pak handoko
" memangnya kamu kenapa nak." kata bu sofie, evan pun menjelaskan kronologi kejadian tadi. Bu sofie pun sangat marah.
__ADS_1
" itu harus ditindak, seenaknya saja memperlakukan dan memandang orang lain kaya gitu, kalau ada orang kaya gitu lagu bilang sama saya, kamu udah ibu anggap anak ibu sendiri jafi jangan sungkan ya." kata bu sofie.
" terimakasih banyak bu." kata evan merasa terharu bahwa dia banyak yang sayang. Setelah itu evan dan yang lainnya pergi ke ruang perawatan pak menteri. Sampai diruangan isterinya pak menteri langsung menghampiri evan
" maafkan atas ucapan saya tadi ya dokter tidak mempercayai kamu, soalnya kamu memang sangatlah muda. Oh iya perkenalkan saya ibu fitri isterinya bapak" kata bu fitri
" enggak apa apa bu, semua itu masih wajar dan saya bisa maklum untuk hal tersebut, siapa sih yang mau melihat orang yang disayanginya sakit dan orang yang mau mengobatinya diluar ekspektasinya, ." kata evan
" makasih ya nak, kamu udah menyelamatkan suami saya." kata bu fitri
" sama sama bu, itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai dokter." kata evan
" kamu sungguh luarbiasa nak, masih muda tapi keahlian dan etika kamu itu luarbiasa sekali." kata bu fitri.
" iya bu kita juga awalnya begitu, dan saya juga minta maaf tadi mungkin ada perkataan yang tidak berkenan, jujur saja tadi saya sangat khawatir tentang kondisi bapak." kata dr. Helmi.
" pak handoko perasaan waktu itu isterinya bukan ini deh, kok kelihatan lebih muda dan lebih cantik yang ini." kata pak menteri
" bapak jangan menjadi kompor nih, ini isteri saya yang wamtu itu, tapi memang saya juga pangling karena barusan dia diobati sama evan jadi seperti ini lebih cantik lagi." kata pak handoko
" seriusan nih bu, saya jadi iri nih." kata bu fitri
" iya pak, bu barusan di ruangan nak evan saya dikasih obat dan cream wajah, dan beberapa menit kemudian ini hasilnya. Ini " kata bu sofie sumeringah.
" memangnya dokter evan ini, anaknya pak handoko dan ibu." kata bu fitri
" mulai hari ini dia anak saya bu, siapa yang enggak mau punya anak yang mau merawat orangtuanya, iya kan nak, pokoknya kamu jangan segan segan lagi kepada saya, saya ibu kamu jadi kalau ada yang menghina kamu lagi bilang sama ibu." kata bu sofie
" iya bu, terimakasih atas perhatiannya." kata evan
" kalau begitu kamu juga harus merawat saya ya nak, saya juga mau kamu jadi anak saya, enggak apa apa kan kalau begitu nak." kata bu fitri
__ADS_1
" enggak apa apa bu, silahkan saja saya senang bisa nambah keluarga, ini saya sudah bawakan buat ibu juga." kata evan sambil memberikan obat dan cream ke isterinya pak menteri. Bu fitri langsung ke kamar mandi membersihkan mukanya lalu duduk di kursi meminum pil dan mengoleskan cream di wajahnya.