
Setelah selesai perawatan bu marni menemui bu sofie, bu sri dan bu astuti.
" bu ini kenalkan bu astuti, beliau ini isterinya pak tanjung yang kemarin diobati sama evan." kata bu sofie memperkenalkan bu astuti kepada bu marni
" salam kenal bu, saya marni ibunya evan." kata bu marni
" salam kenal juga bu, ini ibu kandung atau ibu angkat nih soalnya banyak banget yang menhaku ibunya evan." kata bu astuti sambil tersenyum
" oh saya ibu kandungnya bu, alhamdulillah banyak yang suka sama anak saya." kata bu marni
" siapa yang enggak suka kalau anaknya bisa mengobati dan bisa membuat tampilan ibunya menjadi seperti ini serasa muda lagi." kata bu astuti sambil memegang pipinya.
Triiing... Ada notifikasi masuk ke handphone evan, evan membukanya, dia melihat ada notifikasi dari bank bahwa ada uang masuk yang cukup besar.
" nak udah masuk ya, mohon di terima, jangan dilihat dari nominalnya ya, terimakasih kamu sudah menyembuhkan bapak." kata bu astuti
" saya yang enggak enak jadinya bu, saya menyembuhkan bapak itu sudah tanggung jawab sebagai dokter di rumah sakit C." kata evan
" tanpa bantuan kamu mungkin bapak sudah tidak tertolong. Jadi tolong diterima dan itu juga bentuk rasa syukur kita atas kesembuhan bapak." kata bu astuti
" iya bu, terimakasih banyak." kata evan, mereka pun membicarakan masalah liburan, bu astuti pun ikut pergi berlibur juga. Bu marni dan nazwa memberikan data yang mau ikut kepada bu sofie
" berapa dana yang harus saya bayar bu, saya enggak enak kalau tidak ikut partisipasi." kata bu marni
" tuh kan ibu begitu, kita ini saudara masa harus perhitungan, ini semua biar kami yang urus jangan pernah memikirkan tentang hal itu." kata bu sofie
" iya sudah kalau begitu sampai ketemu besok di bandara jam 9an ya, saya pamit dulu mau mempersiapkan keperluan buat liburan besok." lanjut bu sofie
__ADS_1
" kita juga pulang mau menyiapkan keperluan liburan besok." kata bu sri dan bu astuti, mereka pun pamitan, evan, nazwa dan bu marni mengantar mereka sampai naik mobil. Setelah mengantar mereka kembali ke ruangan.
" alhamdulillah bu, aku dapat uang lagi dari pak tanjung, ini bisa untuk operasional pembangunan perumahan, kalau memang diperlukan nanti aku transfer ke ibu." kata evan
" alhamdulillah, iya nanti ibu bilang ke kamu kalau memang perlu dananya. Apa itu enggak masalah nak sama rumah sakit,dan kamu enggak memintanya kan." kata bu marni
" waktu itu sudah aku bilang ke pak handoko, beliau malah bilang bahwa itu rezeki aku dan pihak rumah sakit juga sudah dapat bagiannya, sebenarnya aku juga enggak enak bu. Aku malahan enggak pernah tau dari mana mereka mendapat nomor rekening aku, setiap habis mengobati aku langsung pergi." kata evan
" ya kalau begitu memang itu rezeki kamu, tapi jangan sekali kali kamu meminta." kata bu marni
" iya bu." jawab evan
" oh iya bu, aku sama kak evan sudah bicara untuk keperluan rumah nanti kita yang handle, jadi kalau ibu perlu apa apa bilang aja ya." kata nazwa
" iya sayang, makasih ya. Ibu bangga dan bahagia memiliki kalian." kata bu marni lalu memeluk nazwa
" iya sayang, kamu enggak pernah membuat salah kok, malahan ibu bahagia memiliki menantu seperti kamu ini." kata bu marni. Karena sudah sore mereka pun pamitan ke nita dan dina, nazwa menyuruh nita dan dina siap siap untuk pergi liburan.
Evan dan yang lainnya tiba di rumah, evan dan nazwa pergi ke kamar, evan duduk di sofa untuk istirahat, nazwa membawakan air putih lalu duduk disamping evan dan menyandsrkan kepalanya di bahu evan.
" maaf ya kak, kalau aku belum sepenuhnya jadi isteri yang baik buat kakak." kata nazwa
" kok ngomong gitu sih sayang ada apa." kata evan
" enggak ada apa apa kak, aku masih ngerasa belum bisa jadi isteri yang baik." kata nazwa
" aku bahagia kok sayang memiliki isteri kamu, atau kamu merasa menyesal udah menikah sama aku." kata evan
__ADS_1
" kok kakak ngomong gitu sih." kata nazwa
" aku enggak mau aja jika keberadaan aku membuat kamu tidak bahagia, merasa terkekang, kecewa, malu punya suami seperti aku orang kampung, aku enggak mau keberadaan aku sama keluarga aku membuat kamu sedih, jika memang saat ini kamu menemukan orang yang bisa buat kamu bahagia aku enggak akan menghalangi kalau memang itu membuat kamu bahagia, yang terpenting kamu bicara aja terus terang." kata evan
" kok jadi kemana mana sih kak, aku bahagia jadi isteri kakak, aku sayang sama kakak, kakak adalah cowok pertama dalam hidup aku selain ayah, silahkan tanya ke dina sama nita apakah aku pernah pacaran dekat sama cowok enggak pernah kak, di kampus pun aku berteman sewajarnya sama cowok malahan aku lebih banyak sama nita, kenapa kakak enggak percaya sama aku. Jangan jangan kakak yang udah enggak suka dan sayang sama aku." kata nazwa
" aku bilang gitu karena aku sayang sama kamu, aku enggak mau nyakitin kamu. Maaf kalau ada kata yang menyakiti kamu" kata evan lalu memeluk nazwa dan mencium keningnya
" maafin aku ya kak, aku sayang banget sama kakak, aku enggak mau kehilangan kakak yang udah baik sama aku dan keluarga aku." kata nazwa
" iya sayang." kata evan lalu mencium bibir nazwa, evan lun mengajak nazwa mandi bareng dan dikamar mandi mereka melakukan hubungan suami isteri melepaskan emosi yang terjadi tadi. Selesai mandi mood mereka pun menjadi lebih baik, setelah berpakaian mereka turun ke ruang keluarga mereka main sama adik adik mereka.
" kalian udah menyiapkan untuk besok kita pergi berlibur." kata evan
" udah dong kak, tadi pulang sekolah aku langsung beres beres." kata ella
" kalau aku udah sama ibu." kata yasmin
" iiih.. Kamu curang dibantu ibu.." kata ella sambil ngelitik yasmin
" aku kan masih kecil kak, aku belum tau apa yang harus aku siapkan, lagian ibu yang mau kok weeee." kata yasmin. Ella pun mengkelitik yasmin lagi
" ampuuun enggak." kata ella
" iya kak ampuuun... Ampuuun kak geli kak..." kata yasmin, ella pun melepaskan yasmin. Evan dan jaka asyik main PS tak lama pak hadi sama bu citra datang bersama kakek baskoro. Setelah berbincang sebentar mereka masuk ke kamarnya masing masing.
Nazwa membawa makanan ringan dan minuman untuk evan dan yang lainnya. Ella mengobrol dengan nazwa, yasmin asyik main sama boneka bonekanya. Di malam hari bu aurti dan pak braja datang, lalu mereka makan malam bersama sambil mengobrol membahas perjalanan liburan besok.
__ADS_1