WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Membicarakan pernikahan


__ADS_3

direncanakan evan dan nazwa berhasil membangun keharmonisan diantara keluarga mereka.


" bu, sebenarnya saya berencana mau ngobrol sama ibu itu besok, tapi karena anak anak mengadakan kumpul keluarga ini, enggak ada salahnya sekarang kita membicarakan hubungan anak anak kita ini, jangan sampai ada fitnah atau omongan jelek kedepannya apalagi evan sekarang sudah terkenal, udah begitu mereka kemana mana selalu bersama." kata bu citra


" iya evan sudah bicara sama saya, kalau dari saya sih ikut saja gimana baiknya bu, dan memang kelihatannya mereka sudah dekat banget." jawab bu marni


" jujur saja bu, saya juga merasa waswas dengan kondisi evan saat ini yang pastinya banyak keluarga lain ingin mengambil evan sebagai menantunya, tapi saya selaku orangtuanya nazwa melihat memang nazwa sangat menyayangi dan mencintai evan, dan kebersamaan mereka pun sebeleum evan seperti saat ini, saya berharap ibu juga jangan berfikiran kami mau menikahkan putri kami ini karena melihat evan saat ini, tapi memang dari awal ketemu saya suka dengan evan, baik, sopan dan sangat menyayangi keluarganya. Nazwa itu belum pernah dekat dengan cowok manapun mungkin ada beberapa yang suka sama dia tapi dia enggak menanggapinya, itupun saya tau dari teman teman dia." kata bu citra


" sama evan juga bu, soalnya dulu dia tinggal di kampung, dia baru kenal sama cewek itu ya sama nazwa aja. Makanya dia mau bertunangan dengan nazwa karena dia yakin nazwa anak yang baik, dan saya juga melihat itu, enggak hanya sayang sama evan tapi sama adik adiknya evan juga sama baik. Jadi untuk kedepannya terserah dari keluarga nazwa kapan mau dilangsungkan pernikahan mereka, kami ikut saja." kata bu marni


" gimana kalau habis semester pertama ini kita langsungkan pernikahannya." kata pak hadi


" boleh itu bagus juga jadi ada beberapa bulan lagi untuk persiapan." kata bu citra


" kalau menurut kalian gimana." kata bu marni


" saya ikut apa kata ayah dan ibu aja." kata nazwa


" sama saya juga, gimana menurut orangtua baiknya." jawab evan


" sekarang waktu sudah jelas nih tinggal tepatnya saja kapan, apa kalian sudah ada rencana mau melangsungkan pernikahan dimana." kata bu citra


" aku udah ngobrol sama kak evan dan aku udah melihat lihat dekorasi dan lainnya, dan supaya kita juga enggak repot kita langsung serahkan ke pihak WO aja." kata nazwa


" iya pak, bu, kita semuanya kan masih memiliki aktivitas jadi serahkan semua urusan pernikahan ke pihak WO." kata evan

__ADS_1


" jadi berapa mas kawin yang kamu inginkan dari evan nak, supaya kami bisa menyiapkannya." kata bu marni


" kalau enggak keberatan kak evan aku pengen uang 7.777.000 dan emas 7 gram, karena aku suka angka 7." kata nazwa


" iya sudah kalau begitu, nanti untuk barang barang sesetahan kalian saja yang aturnya ya." kata bu marni


" iya udah karena nazwa suka angka 7 kita tetapkan tanggal dan bulannya tanggal 7 bulan 7 tahun ini ya." kata bu marni


" iya bu, kalau begitu aku besok hubungi pihak WOnya, sekalian besok mau beres beres di kantor." kata nazwa


" gimana temlatnya di ballroom hotel H aja, kebetulan saya ada teman disana." kata bu citra


" boleh tuh bu, nanti dikomunikasikan saja untuk tanggal dan bulan itu apa kosong, kalau kosong langsung disewa saja." kata bu marni


" baik kalau begitu. Jadi sudah clear ya masalah pernikahan kalian. Satu hal lagi setelah menikah ibu harap kalian jangan dulu memiliki anak, bukan ibu enggak mau memiliki cucu secepatnya tapi untuk masa depan kalian juga, setidaknya kalian lulus kuliah, ibu percaya nak evan tau bagaimana caranya itu." kata bu citra


" iya bu." kata evan dan nazwa


" oh iya bu awal bulan depan, rencananya rumah perawatan kecantikan E&N akan segera launching, jadi ibu dan ayah harus datang ya, soalnya yang datang isterinya pak handoko dan isterinya pak menteri loh, bahkan mungkin istrtinya pak kamal juga." kata nazwa


" iya ibu pasti jadwalkan sayang." kata bu citra


" memangnya mereka bilang sama kamu." kata pak hadi


" bilang langsung ke aku enggak yah, ke kak evan bilangnya.," kata nazwa

__ADS_1


" iya tadi isterinya pak handoko telepon saya mewantiwanti supaya memberitahu mereka, karena evan sudah dianggap anak sama mereka, soalnya untuk dijadikan menantu katanya enggak mungkin, jadi mereka menggap evan anaknya." kata bu marni


" tuh kan bu, kalau enggak buru buru kak evan pasti deh milih menikah sama anak mereka." kata nazwa


" kamu yah, udah enggak sabaran banget." kata bu citra


" kamu udah aku pilih sebagai isteri aku sayang." kata evan


" tapi kan bisa aja kak evan tergoda, aku kan cuma apa. Dan pastinya di kampus juga banyak yang akan mengejar ngejar kak evan." kata nazwa


" ini kan waktunya sudah ditentukan sayang dan aku audah memilih kamu." kata evan


" iya ih kamu tuh jangan berfikiran yang enggak enggak, kamu harus percaya sama nak evan jangan bikin masalah karena kamu berfikiran negatif." kata bu citra


" awas aja kalau kak evan berpaling dari aku, aku enggak akan pernah memaafkannya." kata nazwa


" iya sayang... Kamu harus percaya sama aku ya." kata evan, nazwa hanya mengangguk


Karena sudah malam mereka pun pergi ke kamar masing masing. Evan pun bergegas ke kamarnya karena mau membuat ramuan obat untuk luluran. Sampai di kamar evan melakukan meditasi lalu dia pun tiba di tempat kakek wijaya.


" gimana kabar kamu cu." kata kakek wijaya


" alhamdulillah baik kek, aku kesini mau membuat ramuan untuk cream luluran buat usaha aku kek." jawab evan


" kakek bangga ke kamu cu, apa yang kamu lakukan ini di luar pemikiran kita dahulu, bahkan ayah kamu saja tidak bisa, kakek enggak sia sia menurunkan ilmu ilmu leluhur kepada kamu, mereka pun pasti bangga karena memiliki keturunan seperti kamu ini. ayah mu tentunya bangga melihat anaknya sudah sukses seperti ini. Tapi kamu harus ingat cu semakin tinggi hembusan anginnya akan semakin kuat, akan tetapi selagi kamu melakukan hal baik jangan pernah takut, kakek tidak akan membiarkan orang orang itu berbuat jahat pada keturunan kakek lagi, apalagi kamu sudah memiliki teman si dulja dan si hacu. Kamu jangan hiraukan omongan orang, teruslah berbuat baik, penilaian manusia hanya sementara, kamu berbuat baik saja pasti aja ada yang membicarakan kamu." kata kakek wijaya

__ADS_1


" iya kek, yang aku inginkan sekarang adalah bisa membahagiakan ibu dan keluarga aja kek, mewujudkan keinginan ayah." kata evan.


" iya sudah ayo kita mulai membuat ramuan itu, setelah itu kamu harus mengolah raga kamu supaya bisa kuat untuk menjaga keluarga kamu." kata kakek wijaya, lalu mengajak evan masuk keruangan pembuatan obat. Evan pun diajarkan bagaimana cara mengolah bahan bahan itu, sekitar 40 menitan ramuan untuk luluran itu jadi, ada sekitar 10 buah tempat cream disana, evan memasukannya ke dalam tasnya. Selesai dari ruangan pembuayan obat, kakek wijaya membawa evan ke curug dimana selama ini evan ditempa tubuhnya.


__ADS_2