
Evan datang menjemput nazwa dan nita, setelah itu menjemput dina di kampusnya. Lalu mereka pergi ke mall, karena evan merasa lapar, evan mengajak mereka untuk pergi mencari makan terlebih dahulu.
" kamu mau makan apa sayang." kata evan
" aku pengen steak kak, tapi kalau kakak mau yang lain enggak apa apa." jawab nazwa. Evan dan yang lainnya pergi ke toko yang menjual steak. Mereka pun memesan makanan.
" oh iya untuk pakaian nanti, apa ibu udah membicarakannya." kata evan
" belum kak, kan baru semalam kita bahas acaranya juga." kata nazwa
" iya sudah kita cari butik aja, siapa tau mereka ada yang cocok untuk keluarga kita. Oh iya nanti bilang ke pihak WO bahwa enggak ada acara akad nikah lagi di undangan, terus tanya bisa enggak dia bantu nyusun buat hantaran dan untuk mas kawin. " kata evan. Tak lama pesanan mereka pun datang, evan dan yang lainnya pun mulai makan.
" barang barang untuk hantaran kamu beli aja sekarang ya, takut di nanti nanti enggak ada waktu lagi." kata evan
" iya kak, aku beli buat sehari hari aja kak." jawab nazwa, mereka pun pergi ke toko perhiasan terlebih dahulu.
" kak untuk cincin nikahnya mau ini aja atau mau beli lagi. Ini bagus kak untuk cicin nikahnya" kata nazwa, sambil menunjuk cincin yang ada di etalase toko.
" iya udah sekalian aja beli, kalau memang itu bagus menurut kamu aku ikut aja, lagian kelehatannya sederhana." kata evan, nazwa pun memilih cincin untuk cincin nikah dan membeli kalung dan gantungannya serta gelang untuk mas kawinnya. Untuk mas kawinnya seberat 7 gram, sedangkan untuk cincin nikahnya masing masing 4 gram. Setelah dari toko perhiasan nazwa mengajak ke toko pakaian dan sepatu.
" kak aku beli sepatu buat olah raga juga ya. Boleh." kata nazwa
" iya.. Boleh yang penting kamu pakai. Oh iya nit, din kalian pilih aja apa yang kaljan perlu untuk ke kampus dan kerja. kalian kan harus tampil cantik karena kerja di rumah perawatan kecantikan supaya ada kesan menarik juga untuk pengunjung, oh iya sama buat karyawan disana juga ya untuk seragam." kata evan, evan merasa enggak enak dan evan kasihan kepada nita dan dina.
" beneran van boleh. Makasih ya..." kata nita dan dina
__ADS_1
" iya pilih aja, kalian kaya ke siapa aja." kata evan
" iya nit, din, masa aku aja yang beli kan enggak enak aku jadinya." bales nazwa
" iya van, naz, terimakasih ya." sahut mereka, nita dan dina pun memilih sepatu dan pakaian untuk kerja dan untuk ke kampus.
" untuk seragam kan enggak mungkin hanya satu, jadi kalian tentukan saja apa yang enak nanti kita pesan." kata evan
selesai belanja pakaian dan sepatu mereka pergi ke butik, evan melihat lihat jas untuk di pakai pas acara ijab qobul. Naza dibantu nita dan dina memilih untuk baju pengantinnya, nazwa juga memilih untuk pakaian keluarga. Nazwa meminta saran ke ibunya serta ibunya evan. Setelah cocok evan pun memesannya dan meminta penjahit dari sana untuk mengukur keluarganya di rumah. Evan mengambil uang untuk mas kawin yang akan di hias dan untuk keperluan lainnya di ATM.
Setelah membeli mahar dan baju pengantin selesai, mereka pulang ke rumah perawatan kecantikan E&N, dari butik pun mengikuti evan kesana. di perjalanan nazwa menghubungi pihak WO supaya datang ke rumah kecantikan E&N.
" makasih ya van, naz udah benjain aku." kata nita
" iya naz, van, makasih banyak ya." kata dina
" iya van, makasih banyak." sahut mereka. Sampai di butik evan menemui ibunya supaya di ukur terus memanggil orang yang ada di rumah supaya datang kesana, termasuk meminta bu surti dan pak braja untuk datang.
" oh iya nak, jangan lupa undang bu sofie sama bu fitri, nanti dia marah loh." kata bu marni
" berarti lita buat undangan juga ya." kata evan
" iya dong nak, terus udah dibuat belum." kata bu.marni
" belum bu, tempatnya ayahnya nazwa belum bilang dimana." kata evan
__ADS_1
" iya udah aku telepon kak, supaya nanti bisa di cetak undangannya, kan dari pihak WO mau datang." kata nazwa
" oh dari pihak WO mau datang. syukur kalau begitu." kata bu marni
" iya bu, aku suruh datang soalnya kan ada perubahan juga, ijab qobulnya di dahulukan, terus kita meminta mereka untuk mempersiapkan hantaran juga." kata nazwa. Lalu Nazwa menelepon ayahnya.
" yah, maaf ganggu, kalau untuk tempatnya ayah udah dapat belum, supaya bisa di cetak undangannya." kata nazwa
" udah nak, di hotel T, mereka ada mesjidnya, ayah juga udah booking tadi untuk tanggal 7 sama untuk tempat makannya di hotel. Nanti ayah kirim alamat hotelnya ke kamu, sama untuk ukuran baju ayah pakai aja pakaian ayah di rumah ya, nanti ibu kamu yang ambil" kata pak hadi
" iya sudah kalau begitu yah, makasih ya yah,." kata nazwa, nazwa dan evan serta bu marni ngobrol sama pihak WO, evan menyuruh supaya mereka menyusun acara ijab qobulnya dan koordinasi sama pihak hotel untuk melakukan persiapannya.
Setelah membicarakan acara pernikahan, mereka pun mengobrol masalah usaha mereka, dari butik pun mengukur tubuh pegawai Rumah Kecantikan E&N. Tak lama evan mendapat telepon bahwa dia harus ke rumah sakit karena ada yang urgent harus ditanganinya, evan pamitan ke bu marni dan nazwa lalu pergi ke rumah sakit di antar pak johan.
37 menit perjalanan evan sampai di rumah sakit, evan lalu pergi ke ruang UGD. Di koridor luar ruang UGD keluarga pasien sedang berkumpul.
" bagaimana kondisi anak saya dokter." tanya seorang bapak setelah pintu ruang UGD terbuka.
" karena kondisi pasien banyak mengeluarkan darah dan mengalami benturan, kami mohon maaf pak Sandi, kami sudah melakukan cara terbaik kami." kata dr. Helmi
" apa dokter, anak saya tidak tertolong," kata pak sandi sedikit keras nada bicaranya karena dia shock.mendengar kabar tersebut. sang ibu pun menangis dengan tersedu sedu.
" udah jangan nangis, ini akibat kamu yang selalu memanjakan dia, bapak sudah bilang jangan di turuti, ini akibatnya." kata pak Sandi, sang ibu hanya menunduk dan menangis.
" kita tunggu keajaiban pak, saya sudah menelepon dokter evan supaya hadir kesini, mudah mudahan saja melalui tangan dia anak bapak bisa tertolong." kata dr. Helmi
__ADS_1
" siapa dr. Evan itu dokter helmi, bukannya dr. Helmi dokter spesialis rumah sakit ini." kata pak Sandi. Tepat saat itu evan tiba disana. Dr. Helmi membawa evan masuk ke ruang UGD
" dokter, pasien mengalami kecelakaan,, dia banyak mengeluarkan darah sekarang masih dalam keadaan koma." kata dr. Helmi. Evan melihat Elektrokardiogram bahwa jantung pasien sudah melemah. Evan buru buru memakai pakaian dokter setrlah melakukan sterilisasi. Lalu evan mensterilkan jarum akunpunturnya... Setelah itu menancapkannya ke titik titik akupuntur di tubuh sang pasien.