
Evan tiba di ruangannya, evan melihat nazwa sedang asyik meilhat handphonenya.
" serius banget sih, melihat apa." kata evan, lalu duduk di sebelah nazwa setelah melepas pakaian dinasnya.
" eh kakak, udah kembali, bikin kaget aku aja." kata nazwa
" habisnya kamu serius begitu melihat handphone, lagi apa sih." kata evan
" ini kak lihat, bagus ya dekorasinya." kata nazwa lalu memperlihatkan gambar gambar yang sudah dia download
" ini dekorasi untuk kantor atau dekorasi untuk pernikahan." kata evan yang melihat dekorasi pelaminan
" oh salah kak, yang ini maksudnya, tadi aku iseng iseng aja mencari dekorasi pelaminan juga." kata nazwa
" bagus kok, kalau memang kamu suka, aku ikut aja keinginan sang primadona." kata evan
" apaan sih kak, ada juga kakak yang udah jadi idola disini," kata nazwa
" kok kamu tau dari mana, aku jadi idola." kata evan
" tadi aku jalan keluar, eh orang orang disini membicarakan kakak, termasuk para suster dan perawat disini. Mereka melihat aku aja sampai sinis, kelihatan mereka cemburu ke aku. Kakak enggak akan neinghalin aku kan." kata nazwa lalu memeluk evan.
" iya enggak dong sayang, kenapa aku ninggalin kamu, kamu udah aku pilih jadi istrri aku." kata evan
" beneran ya kak, aku sayang kakak. Kita cepat cepat nikah aja ya, aku takut kakak direbut orang." kata nazwa lalu dia mencium pipi evan
" iya sayang, kamu biacarakan aja sama ayah dan ibu kamu gimana bagusnya." kata evan, nazwa menganggukan kepalanya., nazwa memperlihatkan gambar dekorasi pelaminan,
" aku udah catat nomor Wedding Organizer juga kak." kata nazwa
" iya sudah kamu urus aja, untuk waktu aku ikut kamu aja." kata evan
" iya kak, nanti aku bicarakan sama ayah dan ibu gimana baiknya." kata nazwa
Tok.....tok.......tok
__ADS_1
" iya silahkan masuk." kata evan
" maaf dok menganggu, itu dok keluarga pasien tadi namanya pak koswara ingin bertemu dengan dokter." kata perawat
" iya sudah suruh kesini aja oh iya gimana kondsi pasien hasil pemeriksaan tadi." kata evan
" dari hasil pemeriksaan ibu tadi sudah sembuh dokter, kalau begitu saya pamit dulu dok, saya akan suruh dia kesini." kata perawat.
" terimakasih ya.." kata evan. Perawat itu pun pergi keluar memanggil pak koswara..
Tok.... Tok.....tok
" silahkan masuk." kata evan. Perawat tadi masuk bersama pak koswara, setelah mengantar pak koswara perawat pamitan lalu pergi.
" gimana pak ada yang bisa saya bantu." kata evan
" saya kesini mau mengucapkan terimakasih, dokter sudah menyembuhkan penyakit ibu saya, saya melihat ibu menjadi ceria lagi tanpa harus menahan rasa sakit yang dideritanya selama ini." kata pak koswara
" sama sama pak, itu sudah kewajiban saya." kata evan
" awalnya saya sudah pasrah dok. Tapi ditangan dokter ibu saya mendapatkan kesembuhan, pantas saja tadi saya dengar dari dokter senior sini, kalau sudah ditangani dokter evan enggak bisa dokter lain yang bisa menanganinya. Makanya dia tadi langsung pergi setelah mendengar dokter evan yang menangani." kata pak koswara menceritakan apa yang tadi dia dengarkan di ruang tunggu
" sama satu lagi dokter evan, saya mengucapkan terimakasih karena sudah membantu meringankan biaya rumah sakit ini tanpa mebebankan biaya konsultasi dan pengobatan ibu saya." kata pak koswara
" sama sama pak, kalau ada sesuatu silahkan pak koswara hubungi saya langsung karena saya tidak setiap hari dan setiap waktu ada disini." kata evan
" memangnya dokter evan melakukan praktek di rumah sakit mana lagi." kata pak koswara
" saya hanya praktek di rumah sakit ini aja pak, saya harus kuliah pak sama mengurus usaha sama ibu dan ruko yang dari bapak itu akan dipakai untuk apotik dan rumah perawatan kecantikan sama calon isteri saya, jadi saya kesini kalau ada hal urgent saja." jawab evan
" oh begitu, kamu masih muda tapi sudah sibuk dan pekerja keras, jarang jarang loh ada seperti kamu ini." kata pak koswara
" habis bagaimana lagi pak, saya harus melakukan itu menggantikan ayah yang sudah tiada. Saya kasihan melihat ibu harus bekerja keras." kata evan
" saya lihat kamu anak yang bertanggungjawab, kalau begitu saya pamit dokter, maaf mengganggu waktunya, sekali lagi tetimakasih." kata pak koswara
__ADS_1
" baik pak, sama sama, kalau ada apa apa hubungi saya saja, kalau saya bisa membantu saya akan usahakan." kata evan, lalu mengantar pak koswara pergi dari ruangan istirahat evan
" kak lihat dekorasi ini bagus ya buat di apotik, oh iya kak kita harus mencari pegawai apoteker kalau begitu ya sama staf lainnya." kata nazwa selepas kepergian pak koswara
" iya udah kita sekarang buat perusahaan yang menaungi apotik ini, kamu cari namanya mau apa dan brandnya mau apa." kata evan
" PT. E&N Sejahtera Bersama aja kak, semoga dengan nama perusahaan itu kita selalu diberikan sejahtera dan selalu bersama." kata nazwa
" boleh... Itu bagus.. Nanti kita buat legalitasnya." kata evan
" kak aku pengen nanti dekorasi pernikahan kita seperti ini, bagus enggak menurut kakak." kata nazwa sambil menunjukan photo dekorasi ruang resepsi pernikahan
" kamu ini masih memikirkan itu ternyata." kata evan
" memangnya kakak enggak mau cepat cepat kita nikah ya." kata nazwa sedikit cemberut
" kata aku juga terserah kamu aja sayang, aku ikut kemauan kamu." kata evan sambil mengelus kepala nazwa. Evan mengambil telepon kantor lalu menghubungi bagian administrasi menanyakan apakah ada pasien yang memerlukan tindakan. Setelah mengetahui tidak ada lagi yang perlu dia lakukan, evan mengajak nazwa untuk pulang, evan menelepon pak johan untuk siap siap. Setelah siap evan dan nazwa pergi pulang ke rumah.
" kamu mau makan apa sayang," tanya evan
" iya udah beli aja dulu kak, nanti makan sama sama di rumah aja ya." kata nazwa lalu menelepon ella menanyakan mau makan apa, setelah mengetahui adik adiknya mau makan apa nazwa meminta pak.johan untuk pergi membeli makanan tersebut. Selesai membeli makanan evan dan nazwa pulang ke rumah. sampai di rumah, evan menyuruh pak johan supaya pulang aja dan memberi makanan untjk dibawa pak johan pulang. Evan pergi ke kamarnya untuk ganti pakaian
" asyiiiik kakak bawa makanan." kata ella, nazwa menyimpan makanan yang dibeli di meja
" makasih ya kak." kata yasmin dan jaka
" sama sama dik." jawab nazwa, dia pun mengambil burger yang tadi dibelinya,
" la, lihat bagus enggak kalau nanti pelaminan aku seperti ini." kata nazwa memperlihatkan gambat di handphonenya
" uuuuuuh... Bagus banget kak, kapan memangnya kakak mau nikah sama kak evannya." kata ella
" aku mau bicara dulu sama ibu dan ayah, oh iya la, kak evan udah jadi idola di rumah sakit loh, mereka disana membicatakan kak evan sampai mereka melihat aku kaya ke musuh gitu," kata nazqa mengadu ke ella
" hati hati kak, nanti kak evan ada yang merebut kak, kan ada istilah sebeljm janur kuning melengkung masih milik semuanya." kata ella
__ADS_1
" makanya aku mau buru buru aja nikah. Biar enggak diambil orang." kata nazwa
" tapi aku yakin kok kak, kak evan enggak akan begitu, kakak perempuan satusatunya di hati kak evan kecuali ibu, aku dan yasmin... He....he.....he." kata ella. evan datang habis mengganti pakaiannya. Evan mengambil burger yang ada di meja lalu memakannya. Mereka pun mengobrol sambil makan burger sama sama.