
Evan menuju kamar yang memang sudah dia persiapkan, lalu melakukan persiapan untuk meracik obat, evan bermeditasi lalu dia tiba di tempat pengolahan obat eyang wijaya.
" selamat ya cu, kamu sekarang sudah berkeluarga jadi kamu juga bertambah tanggung jawabnya, selain isteri kamu, ibu mu dan adi adik mu masih menjadi tanggung jawab kamu." kata eyang wijaya
" makasih eyang, iya eyang, aku akan berusaha memberikan kebahagiaan kepada mereka." kata evan. Eyang wijaya tau evan mau membuat obat apa, dia pun membimbing evan, akhirnya evan menghasilkan belasan pil untuk menjaga kesehatan. Selesai membuat obat evan pamit kepada eyang wijaya karena takut tamu sudah pada datang. Evan kembali di kamarnya lalu mempersiapkan pil pil tersebut di toples kecil tang memang sudah evan siapkan sebelumnya.
Tok..... Tok.... Tok
" kak, pak sandi sama bu lela sudah datang sama raka juga," kata nazwa dari luar pintu kamar
" iya sayang sebentar ya, ini aku udah mau kesana." kata evan lalu keluar kamar.
" kakak kelihatan cape banget kaya habis bertempur aja seperti semalam." kata nazwa
" kamu ya udah nakal, kamu memangnya mau lagi." kata evan
" biar aja kan nakalnya sama suami sendiri, nanti ya kita olahraga lagi." kata nazwa sambil memeluk lengan evan, mereka pun turun dari kamarnya ke ruangan tamu. evan menyalami pak sandi, bu lela dan raka.
" apa kabar pak, bu, terimakasih sudah mau datang ke rumah kami." kata evan
" iya nih, ibu dari tadi ngajak kesini terus, raka juga katanya sebelum berangkat pengen ketemu kamu." kata pak sandi
" memangnya kapan ka, mau berangkatnya." kata evan
" malam ini, soalnya aku udah beberapa hari enggak masuk kuliah." kata raka
" oh iya pak, bu, ka, makan dulu, ibu udah menyiapkan tuh." kata evan
" iya pak, bu silahkan makan dulu, tapi maaf makanannya biasa aja." kata bu marni
" bicara apa sih ibu ini, kami makan apa aja yang penting enak, apalagi sekarang udah punya anak dokter jadi kami enggak ada pantangan." kata bu lela, lalu mereka pun pergi ke ruang makan.
" oh iya gimana mobilnya suka kan." kata pak sandi
__ADS_1
" suka pak, makasih banyak atas hadiahnya." jawab evan. Tak lama bu sofie dan pak handoko datang disusul bu fitri, bu wulan dan bu siska. Bu marni dan bu citra mengajak mereka untuk makan siang. Rumah yang biasanya terasa besar, siang itu rumah terasa kecil.
" pak, ibu, terimakasih atas semuanya, saya tidak bisa membalas kebaikan bapak dan ibu, akan tetapi saya audah menyiapkan sedikit hadiah buat bapak dan ibu." kata evan lalu menyerahkan toples kecil yang berisi pil obat kepada yang ada disana termasuk ibu dan mertuanya, nazwa pun evan kasih.
" bapak juga dapat nih nak, terimakasih." kata pak hadi
" silahkan bapak dan ibu meminumnya, jadi kalau terjadi sesuatu yang tidak diharapkan saya bisa cepat mengobati. Ini hanya pil suplemen untuk kesehatan dan mengeluarkan racun di tubuh." kata evan. Mereka semua pun meminum pil obat yang diberikan tanpa ragu. Mereka yang meminum pil itu merasakan tubuh mereka hangat, sehingga membuat mereka berkeringat.
" nak kok panas ya, ibu jadi berkeringat gini, apa ACnya mati." kata bu marni
" enggak kok bu, itu efek dari pil yang baru ibu minum, semakin banyak racun yang ada di tubuh, maka akan trrasa banyak juga keringat keluar dan mungkin akan mengeluarkan bau." kata evan, evan memperhatikan mereka jangan sampai ada kesalahan.
" wah ibu merasa nyaman sekarang, pegal pegal ibu hilang, ini enteng banget rasanya tubuh ibu." kata bu marni
" saya juga bu, tadinya rasa merasa pundak ini berat.. Eh sekarang enteng banget rasanya." kata bu citra
" iya nih nafas kakek juga enakan sekarang," kata kakek baskoro
" ini benar benar luar biasa, saya merasa tubuh menjadi rilex dan segar, nafas jadi enteng. Tapi ini badan terasa lengket." kata pak sandi
" ini obat produksi DFG nak," kata pak handoko
" ini tanpa di uji pun, bapak merasa ini jauh lebih baik dari pada suplemen vitamin yang ada dipasaran." kata pak akmal
" ini belum di produksi pak, ini baru saya buat sendiri." jawab evan
" kamu benar benar anak ibu, kamu memperhatikan kesehatan kita, ini hadiah yang sangat mahal buat saya nak. Ibu belum pernah merasakan kenyamanan seperti ini." kata bu sofie
" tinggal tunggu saja, DFG akan berkembang pesat nih kalau caranya seperti ini." kata pak handoko
" kalau seperti ini saya beli deh saham DFGnya, ini sungguh luar biasa." kata pak sandi
" dengan senang hati pak, kebetulan kita sedang membutuhkan tambahan modal untuk menambah mesin, soalnya obat luka luar dan dalam masih diproduksi sedikit, apalagi kalau obat ini mau di produksi masal." kata bu marni
__ADS_1
" iya sudah ibu buat aja kebetuhan dananya berapa, nanti saya langsung transfer ke ibu." kata pak sandi
" saya juga mau kalau begitu, ini prospek yang sangat bagus dan akan menimbulkan kegemparan di dunia kesehatan." kata pak akmal. Nazwa pamitan ke kamar untuk bersih bersih, bu marni dan yang lainnya pun sama karena merasa badan mereka lengket. Untung saja di rumah tersebut memiliki banyak kamar. para tamu untungnya mereka juga suka membawa pakaian ganti di mobilnya.
" van terimakasih banyak, aku merasakan sudah benar benar fit sekarang." kata raka
" sama sama ka, nanti kamu bawa saja ini untuk persedian kamu disana." kata evan sambil emnyerahkan beberapa toples obat ke raka sambil menjelaskan kegunaan obat tersebut. Raka tanpa sungkan lagi dia mengambilnya lalu menyimpan ke tasnya.
" tuh pak, untungkan ibu ngajak bapak kesini, coba enggak kesini kita enggak bakalan dapat perawatan seperti ini." kata bu lela
" tanpa kesini juga evan akan merawat kita kok." kata pak sandi
" iya pak, kalau memang ada masalah kesehatan segala saya bisa insyaAllah saya akan mengobatinya." kata evan
" ibu tambah sayang sama kamu." kata bu lela lalu memeluk evan
" jangan cemburu ya nak, ibu melakukan ini seperti ke anak ibu sendiri kok." kata bu lela
" iya bu, enggak apa apa." jawab nazwa
" kapan ibu memeluk aku kaya ke evan." kata raka
" jangan suka menghilangkan kasih sayang ibu ke kamu ya, tuh kamu harus belajar dari evan gimana dia memperlakukan orangtuanya, jangan cuma menyusahkan dan membuat khawatir aja." kata bu lela
" iya bu, aku akan berubah kok." kata raka
" untuk rumah perawatan kecantikannya bagaimana nak lancar." kata pak sandi
" alhamdulillah pak, penjualan online pil dan cream sudah mulai rame begitu pula yang datang ke rumah perawatan kecantikan E&N srtiap harinya selalu ada." kata evan
" oh iya ibu bilang kamu mau bangun panti asuhan." kata pak sandi
" iya pak insyaAllah karena tetnyata masih banyak orang orang terutama anak anak jalanan yang membutuhkan perlindungan." kata evan
__ADS_1
" iya sudah kamu buatkan saja proposalnya, bapak akan bantu mencari dananya, dan untuk kebutuhan operasionalnya bisa dari CSR perusahaan bapak." kata pak sandi
" terimakasih banyak pak, saya akan cari dulu lokasinya dimana untuk tempat panti asuhan tersebut, baru nanti saya akan buatkan prosposalnya." kata evan. Mereka pun terus mengobrol dan merencanakan apa yang akan dilakukan selanjutnya.