
Jam 9an mereka pergi ke rumah kecantikan E&N dengan menggunakan 2 mobil, karena harus mutar terlebih dahulu jadi waktu tempuh sekitar 15 menit. disana sudah ada nita yang sedang berbincang dengan karyawan lainnya.
" nit, kamu udah sampai aja." kata nazwa
" udah dong bu bos, kan harus tepat waktu." jawab nita
" gimana untuk persiapan pembukaan rumah kecantikan ini, apa sudah siap semua, atau ada yang masih kurang." tanya evan
" paling tinggal menempatkan posisi posisinya aja van, oh iya tadi ada yang antar komputer kalian sudah membelinya ya kemarin, mereka sedang merakitnya tuh." kata nita
" iya kemarin sekalian jalan keluar nit, jadi kita sekalian aja beli." kata nazwa
" konsep acara pembukaan rumah kecantikan ini besok gimana." tanya nita
" paling kita undang yang kita tau aja dulu, kemungkinan isteri pak menteri, pak gubernur, pak kamal, dan pak handoko serta isteri pak joko yang akan saya undang, nanti kalian mintakan testimoni dan saran mereka untuk di sosial media dan promosi kita kedepannya." kata evan
" kayanya kurang nih nak, disini sediakan aja showcase umtuk minuman dingin, atau bisa dibuat juga semacam cafe disini untuk metrka yang menunggu, itukan lumayan untuk tambahan pendapatan usaha." kata bu citra
" idenya bagus juga tuh bu, iya nak untuk minuman kamu bicara sama pak braja dan bu surti biar dia yang mengisinya, lumayankan sekalian bantu bantu pennualan mereka juga." kata bu marni
" oh iya bu, kok aku jadi kelupaan ke ibu sama bapak ya." kata evan, lalu dia mengambil handphonenya dan menelepon bu surti. Setelah memberitahu bu surti evan pun ngobrol sama nazwa dan nita untuk konsep undangan ke para pejabat. Setelah itu evan mengirim pesan ke mereka semuanya. Tak berapa lama bu sofie dan bu fitri membalas udangan evan, tentunya mereka sangat senang atas udangan evan tersebut. nazwa menyuruh karyawan untuk melakukan luluran kepada bu citra dan bu marni, karyawan tersebut pun mulai mempersiapkan keperluannya.
" naz, kok aku melihat kamu berbeda ya, tambah cantik dan kulit kamu itu bersih dan halus gitu." kata nita
" oh ini, aku dikasih kak evan obat, ini ada buat kamu, tapi untuk yang lainnya tunggu obatnya di produksi ya, jadi nangi sebelum dijual ke orang lain kalian harus mencobanya terlebih dahulu." kata nazwa
" beneran naz, aku dikasih juga." kata nita
__ADS_1
" beneran nit, ngapain juga aku bohong sama kamu, oh iya disini kamu jadi.mau tinggal disini." kata nazwa
" jadi, nanti aku sama Nabila dan Rara disini naz, enggak apa apa kan, soalnya rumah mereka jauh naz, katanya metrka mau ngontrak tadinya, kalau memang diperbolehkan tinggal disini mereka senang sekali karena bisa menghemat." kata nita
" iya enggak apa apa sih, bagus juga kamu jadinya ada teman, oh iya nit, aku sama kak evan akhir semester kuliah ini akan melangsungkan pernikahan doakan ya." kata nazwa
" seriusan kamu naz." kata nita kaget mendengar berita itu
" serius, semalam ayah dan ibu sama ibu kak evan ngobrol masalah pernikahan kita, dan diputuskan akhir semester ini." kata nazwa sambil tersenyum
" kok cepat cepat sih naz, ada apa memangnya, jangan jangan kamu..." kata nita
" mikirin apa sih nit, aku belum ngapangapain sama kak evan palingan aku cuma dicium di kening aja enggak lebih dari itu. Itu dia nit karena aku sering barengan sama kak evan supaya enak tidak menimbulkan prasangka dan aku enggak mau keduluan sama orang jadi kita buru buru nikah." kata nazwa
" tumben banget kamu kaya begini naz, biasanya kamu tuh cuek ke cowok, apa ada hubungannya dengan masalah si rio itu." kata nita
" enggak kok, tapi bisa juga sih, kamu tau enggak kak evan tadi bilang bu sofie isterinya pak handoko sama bu fitri isteri pak menteri mereka mau menjodohkan kak evan tau, untung aja mereka enggak ada anak cewek dan ada juga sudah menikah. Makanya mereka menganggap kak evan anak mereka, apalagi kak evan baru dikasih rumah sama pak idris di perumahan dekat sini pasti banyak cewek yang antri. Oh iya ngomong ngomong si dina gimana nit." kata nazwa.
" hallo din, kamu lagi dimana nih." kata nita
" hallo juga nit, aku lagi di rumah nih, sambil lagi cari cari lowongan kerja," kata dina
" terus kamu enggak kuliah din." kata nita
" aku udah kuliah kok di kampus P, dekat kampus kamu juga kan, tapi enggak tau nit, kayanya aku bakalan berhenti deh, soalnya kasian sama bapak kalau memang aku enggak dapat kerja dan mungkin susah juga perusahaan yang akan memperkerjakan aku itu menerima posisi aku sekarang yang sedang kuliah, makanya aku lagi cari perusahaan yang ada shift malamnya, pagi aku bisa kuliah, malamnya aku kerja gitu." kata dina
" iya udah kamu datang kesini aja din, kita ngobrol disini." kata nazwa
__ADS_1
" hei naz kamu lagi sama nita, kok enggak bilang bilang sih kalian ketemuan." kata dina
" iya maaf din, kalau kamu enggak ada acara kesini aja ya datang, nanti taxi atau ojeknya dibayar disini atau enggak aku kirim deh ke rekening digital kamu." kata nazwa
" iya udah aku kesana kirim alamatnya aja ya." kata dina.
" oke aku kirim ya, nanti aku kirim juga uang buat ongkosnya." kata nazwa. Lalu nazwa mengirim alamat rumah kecantikan sama mentransfer uang ke rekening digital dina.
" kak, kalau dina ketja disini boleh enggak, soalnya kasian dia mau berhenti kuliah kak karena biayanya." kata nazwa
" iya udah enggak apa apa kalau memang kamu cocok dan dia mau kerja disini." kata evan, lalu pamitan melihat yang sefang merakit komputer
" aku pasti cocok lah kak, dia kan teman aku juga, tetimakasih ya kak." kata nazwa. Satu jam kemudian dina pun datang kesana. Dikira dina nazwa dan nita sedang melakukan perawatan kecantikan disana.
" hai naz, nit, kalian udah perawatannya." kata dina, terlihat ada rasa cemburu dimukanya karena disaat dia sedang membutuhkan biaya untuk kehidupannya, temannya sedang melakukan perawatan.
" siapa yang lagi perawatan, belum waktunya din," kata nita
" terus kalian ngapain disini." kata dina
" ini tempat baru besok akan dibukanya, aku sama nita lagi mempersiapkan pembukaan tempat ini, tempat ini usahanya aku sama kak evan, aku suruh kamu kesini supaya kamu tau dan apa kamu mau kerja disini juga, nanti kita hanya mengawasi aja din, kamu tetap bisa kuliah, aku udah ngobrol sama kak evan juga. Gimana kamu mau kerja disini atau enggak terserah kamu." kata nazwa
" kalau kamu mau kerja disini dan mau tinggal disini sama aku kita bisa bareng pergi dan pulang kuliahnya." kata nita
" tapi naz...nit...." kata dina masih ragu, nazwa dan nita tau apa yang menjadi keraguan dina
" biaya kuliah kamu berapa sebulannya." kata nazwa
__ADS_1
" sama semuanya kurang lebih di 2 jutaan naz." kata dina
" memang disini gajinya belum besar, karena perusahaan aku ini baru. Mudah mudahan kedepannya lancar dan perkembangan usaha ini bagus enggak menutup kemungkinan gaji yang akan diterima pun naik, untuk 3 bulan awal gaji masih sekitar 2,7 jutaan, setelah itu akan ada penyesuaian, mudah mudahan enggak sampai di 3 bulan udah bisa naik." kata nazwa menjelaskan