
Bu sofie dan bu Lela memeluk bu silfi, setelah itu memeluk nazwa dan salva.
" kamu ada disini juga sayang." kata bu sofie
" iya bu, tadi aku ikut kak evan kesini." kata nazwa
" untung aja nak evan datang, jadi bapak bisa tertolong, tadi saya sempat shock banget sebelum nak evan datang." kata bu silfi
" kamu ini luarbiasa nak, ibu bangga sama kamu." kata bu sofie lalu memeluk evan
" kira kira saya kapan bisa pulang nak, bapak sudah merasa lebih baik." kata pak bayu
" sebenernya bapak sudah boleh pulang, tetapi saya harap bapak dirawat dulu disini 1 hari, supaya menstabilkan kondisi bapak terlebih dahulu." kata evan
" kalau begitu saya nurut apa kata kamu nak." kata pak bayu
" harus itu pak, bapak harus nurut apa kata nak evan." kata bu silfi
" besok bapak bisa pakai pembersih luka, untuk menghilangkan bekas luka di muka dan tubuh bapak, nanti saya kasih creamnya." kata evan
" iya nak, terimakasih banyak atas pertolongan kamu." kata pak bayu
" kalian pasti belum makan, ayo kita makan malam sama sama. Bu silfi sama salva juga pasti belum makan kan." kata bu sofie
" iya kalian makan dulu aja, bapak sudah enggak apa apa." kata pak bayu. Evan pun merasa enggak enak jadi mengikuti keinginan bu sofie, bu silfi pun ikut karena dia dan salva belum makan juga. mereka pun pergi ke restoran dengan naik mobil evan. bu sofie memberitahu ke pak johan untuk pergi ke restoran M, dimana biasa dia pergi bersama pak handoko. Setelah menempuh perjalanan 27 menitan mereka pun tiba di restoran, mereka pun memesan makanan. Setelah pesanan di hidangkan mereka pun makan malam sambil mengobrol
" terimakasih nak kamu penolong keluarga kita." kata bu silfi
" sama sama bu, lagian ibu sudah mengucapkan terimakasih ke saya berulang ulang, ini juga sudah tugas saya bu." kata evan
" ibu enggak tau harus bagaimana berterimakasih ke kamu nak, kamu rela meninggalkan isteri yang cantik ini pafahal baru berapa hari untuk menolong salva, terus sekarang harus menolong bapak." kata bu silfi
__ADS_1
" alhamdulillah isteri saya ini paham bu akan kerjaan suaminya," jawab evan
" iya ya kalian belum honeymoon," kata bu sofie
" mudah mudahan kedepannya bisa bu, soalnya kita juga masih harus pergi kuliah, dan menjalankan rumah kecantikan E&N." kata evan
" oh iya sayang kamu udah mengabari ibu." lanjut evan
" udah kak." jawab nazwa. Setelah selesai makan mereka kembali ke rumah sakit, evan pun pamitan ke pak bayu dan yang lain, lalu pergi pulang. Selama perjalanan pulang nazwa menyandarkan kepalanya di bahu evan,.
" aku bangga banget punya suami kakak." kata nazwa
" aku juga sama bahgia bisa memiliki isteri yang cantik dan pengertian." kata evan lalu mencium kening nazwa. Tak terasa mereka pun sampai di rumah. Orangtua mereka masih mengobrol di ruang keluarga.
" gimana nak kondisi pak bayu." kata bu marni
" alhamdulillah bu, kondisi pak bayu sudah pulih tinggal menunggu pemuluhannya aja akibat trauma." jawab evan
" udah bu, tadi sebelum pulang bu sofie dan bu silfi mengajak kami makan dulu." kata nazwa, karena sudah malam mereka pun masuk ke kamarnya masing masing.
Di pagi hari mereka pun sarapan bersama, sebelum berangkat ella meminta bantuan nazwa mengerjakan PR sekolahnya.
" kok kamu baru mengerjakan PR sekarang nak." kata bu marni
" habisnya susah bu, tadinya mau semalam minta bantuan kak nazwa, eh kak nazwanya pulang malam." kata ella, selesai mengerjakan PR, Ella, Yasmin sama Jaka berangkat ke sekolah. Pak hadi dan bu citra juga pamitan bekerja, tak lama bu marni pun pamitan mau ke pabrik. Jam 8.30 evan dan nazwa petgi ke rumah perawatan kecantikan E&N, disana evan mengecek kebutuhan apa yang kurang untuk operasional serta mengecek kondisi karyawan, setelah itu evan, nazwa, nita dan dina berangkat kuliah, evan mengantar dina ke kampusnya terlebih dahulu baru mengantar nazwa dan nita ke fakultasnya. Di fakultas kedokteran evan mengikuti kuliahnya, semenjak kuliah evan tidak banyak memiliki teman hanya ada 1 orang bernama Ikhwan, ikhwan ini berasal dari keluarga sederhana, dia bisa kuliah di kedokteran karena mendapatkan beasiswa.
......................
Di sekolahanyasmin dan jaka akan diadakan pentas keterampilan siswa, guru meminta supaya para siswa menampilkan kreasinya dan meminta supaya orangtuanya hadir untuk melihat mereka tampil besok. Yasmin pun membuat sebuah puisi.
" kita harus tampil bagus besok, orangtua kita kan harus datang." kata salma temen yasmin
__ADS_1
" iya...kita besok nari aja, nanti pulang sekolah kita latihan bareng ya." kata nadin temen yasmin lainnya
" oke.eh lihat tuh si yasmin, lagi nulis apa." kata salma mereka pun menghampiri yasmin yang sedang menulis, mereka pun merebut tulisan yasmin dan membacanya.
" ih pantesan dia enggak pernah diantar orangtuanya, ternyata dia gembel yang enggak punya orangtua, eh teman teman, yasmin anak gembel, dia pernah makan sisa orang, jangan berteman sama dia, pantesan aja suka ada bau di kelas ini." kata salma
" yasmin gembel... yasmin gembel.... Yasmin gembel..." kata temen teman yasmin yang lain. Mendengar perkataan temannya yasmin pun menangis.
" yasmin gembel... Yasmin nangis.... Yasmin orang miskin.." teriak temen temannya. Tak berselang lama ada guru masuk ke kelas, dia dipanggil Ira teman baiknya yasmin.
" kalian enggak boleh membully orang lain, ibu enggak pernah mengajarkan kalian untuk membully orang, apalagi teman sendiri. jangan di ulangi lagi." kata ibu ida guru yasmin, yasmin masih menangis
" tapi bu kenapa enak gembel bisa sekolah disini, kan kita jadi bau bu, apalagi dia miskin." kata nadin
" enggak bau kok." kata bu ida
" namanya gembel pasti bau bu, aku mau ngadu sama mamah aku, aku enggak mau temenan sama anak gembel, miskin." kata salma
" kamu tau dari mana yasmin gembel, orang miskin." kata bu ida
" itu dari tulisan dia sendiri, pantes aja dia jarang jajan ternyata memang miskin enggak punya duit." kata salma sambil memberikan kertas. Bu ida pun membacanya.
" ini hanya cerita yasmin aja, bukan sesungguhnya, kalian enggak boleh berkata kata kurang bagus lagi ya." kata bu ida. Bu ida pun membawa yasmin ke ruang guru.
" yasmin, kenapa kamu menulis itu, itu karangan kamu." kata bu ida
" aku pengen aja buat acara besok bu, tapi ternyata teman teman enggak suka sama aku," kata yasmin
" ayo kita masuk kelas lagi, sebentar lagi masuk, kamu enggak jajan dulu kaya teman teman lainnya." kata bu ida, yasmin geleng
" aku mau pulang aja bu, aku enggak mau sekolah lagi." kata yasmin.
__ADS_1
" iya sudah, kamu disini dulu ya, ibu ambil tas kamu dulu di kelas." kata bu ida, dia pun pergi ke kelas mengambil tas yasmin dan memanggil ira untuk ke ruang guru. Bu ida memberikan tas ke yasmin, yasmin membuka tasnya untuk mengambil sapu tangan.. Pas membuka tasnya yasmin kaget, di dalam tasnya banyak sampah plastik, bu ida yang melihat itu pun menjadi geram melihat kelakuan murid muridnya, dia pun membantu mengeluarkan sampah sampah itu, bu ida pun menyampaikan hal itu ke kepala sekolah.