
Kepala sekolah melihat hal itu pun geleng geleng kepala, anak kecil sekarang begitu mudah menyerap informasi dari media sosial, dia pun tidak biaa berbuat apa apa untuk meindak tegas murid karena kalau melakukan kekerasan pun dia akan mendapat sangsi dan diadukan ke pihak kepolisian oleh orangtua siswa. Dia pun menanyakan siswa yang melakukan bullying.
" saya akan membuat surat teguran ke orangtuanya. Ibu kabari saja orangtua yasmin untuk menjemputnya" kata kepala sekolah. Bu ida pun mengabari ke bu marni perihal kejadian tersebut. Bu ida pun menanyakan ke ira hal hal tentang yasmin.
" ira kamu kan teman baiknya yasmin, yasmin itu bagaimana menurut kamu." kata bu ida
" yasmin baik bu, dia pintar, dia juga suka berbagi, dia suka memberi pengemis yang ada di depan sekolah itu sampai dia enggak jajan." kata ira, bu ida pun mengerti kenapa yasmjn enggak jajan. Bu marni pun datang ke sekolah, lalu pergi ke ruang guru. Melihat yasmin yang menunduk di meja, dia menghampirinya lalu memeluknya. Yasmin yang melihat ibunya pun langsung memeluk erat dan menangis.
" nak kamu kenapa sayang." kata bu marni
" enggak bu, aku enggak apa apa kok, aku pengen pulang aja." kata yasmin sambil mengusap ari matanya, bu marni melihat tidakan yasmin yang seperti orang sudah dewasa merasa sakit, yasmin bisa berfikiran seperti itu karena dia di dewasakan oleh keadaan.
" tadi bu guru bilang katanya besok ada acara pentas seni, kamu besok mau pakai baju apa, nanti kita beli dulu baju ya." kata bu marni
" enggak usah bu, aku enggak mau sekolah lagi. Aku enggak pantes sekolah, aku pantesnya di jalanan." kata yasmin
" siapa yang bilang begitu nak." kata bu marni
__ADS_1
" teman teman bilang begitu, aku sepertinya lebih baik dijalanan aja bu, aku enggak layak untuk sekolah dan enggak layak hidup. Maafkan yasmin udah merepotkan, menyusahkan ibu, kak evan, dan kak ella." kata yasmin, dia pun berusaha pergi, tapi bu marni memegangnya.
" kenapa sayang mau pergi, apa ibu, kak evan, kak ella atau kak nazwa membuat salah ke kamu." kata bu marni
" ibu, kak evan, kak ella, dan kak nazwa sama yamg lainnya enggak berbuat salah kok sama aku, semuanya baik sama aku, sayang sama aku." kata yasmin
" terus kenapa kamu mau pergi." kata bu marni
" aku enggak mau membuat ibu susah, malu punya anak gembel, miskin kaya aku bu. Aku enggak mau ibu, kak evan, kak ella dihina gara gara aku, cukup aku aja yang merasakannya bu., biar aku hidup dijalanan lagi." kata yasmin
" ibu bangga sama kamu sayang, ibu, kak evan, kak ella sayang sama kamu, kita enggak malu punya kamu, kamu anak yang cantik, pintar. Pokoknya ibu enggak mau denger itu lagi, sampai kapan pun yasmin anak ibu, orang lain mau bilang apa juga, kamu tetap anak ibu." kata bu marni sambil mengelus kepala yasmin.
" iya udah kita pergi makan ya." kata bu marni, yasmin pun mengangguk, bu marni pamitan ke guru dan kepala sekolah lalu pergi dengan yasmin ke restoran, bu marni memberi kabar ke pak agus supaya menjemput jaka dan ella. Karena yasmin sudah sama dia. Bu marni pun mengajak yasmin makan di restoran lalu pergi ke mall mengajak yasmin belanja, yasmin terlihat gembira, bu marni pun membelikan yasmin boneka yang besar membuat yasmin ceria. Setelah berbelanja mereka pun pulang. Yasmin menggendong bonekanya masuk ke kamarnya.
Di malam hari setelah makan malam yasmin masuk ke kamarnya, bu marni menceritakan kejadian yang terjadi di sekolah yasmin tadi. Di dalam kamar yasmin tiduran sambil memeluk boneka yang baru dibeli tadi. yasmin pun mengingat kejadian tadi di sekolah, dia pun menangis sambil mengingat perjalanan hidupnya dulu.
" kek, aku kangen kakek, dulu aku enggak pernah merasa sedih seperti saat ini kek, di hina seperti apapun aku enggak peduli, tapi kenapa ya kek.... Apa aku enggak pantas hidup bahagia, di sayang, di cintai, apa aku harus pergi dari sini ya kek, hidup di jalanan lagi, aku enggak kuat kek, kenapa orang begitu benci sama aku, aku juga enggak jahat sama mereka, aku enggak mau melihat ibu, kak evan dan kak ella menjadi dihina orang karena aku, aku mau pergi sama kakek aja,." lirih yasmin, dia sangat bersedih. Karena kelelahan yasmin pun tertidur.
__ADS_1
" kamu berhak mendapat kebahagiaan nak, kamu sudah memiliki keluarga yang sayang dan mencintai kamu sekarang, kakek bahagia meilhat kamu bahagia, sekarang kamu gemuk, enggak seperti waktu sama kakek, mau makan aja kamu harus mencari dulu, sekarang kamu tinggal bilang mau makan apa, iya kan." kata kakek di dalam mimpi yasmin
" iya kek, aku enggak perlu mengambil makanan sisa di tong sampah, tapi aku enggak mau jadi membebani ibu, apalagi menghinanya gara gara aku kek. Biar aku aja yang merasakan penghinaan itu." kata yasmin
" kamu tunjukan saja kemampuan kamu kepada mereka yang telah menghina kamu, kamu anak yang kuat, kakek bangga sama kamu nak." kata kakek, lalu perlahan sang kakek pun pergi....
" kakek..... Kakek... Jangan pergi... Aku mau sama kakek." teriak yasmin.dia pun terbangun lalu duduk. Bu marni yang mendengar teriakan yasmin pun pergi ke kamar yasmin..dia pun memeluk yasmin dan membelai rambutnya.
" kenapa sayang." kata bu marni
" aku mimpi bu, ketemu kakek." jawab yasmin
" kamu kangen sama kakek ya, besok kita kesana ya." kata bu marni, yasmin pun mengangguk
" iya udah kamu bobo lagi ya sayang, besok kan kamu mau tampil. Ibu temani kamu tidur ya" kata bu marni
" tapi bu, aku enggak mau sekolah." kata yasmin
__ADS_1
" besok kan ditemani ibu, dan kalau ada yang bilang begitu lagi sama kamu, kamu enggak usah tanggapi, ibu dan semuanya sayang sama kamu sayang, besok kamu harus tunjukan bahwa kamu anak pintar, anak hebat, anak ibu yang cantik ini pasti kuat, kamu pengenkan tunjukan ke kakek, supaya kakek bahagia disana, besok habis dari sekolah kita ke makam kakek," kata bu marni, yasmin pun mengangguk lalu bu marni mengajak yasmin tidur, sia pun membelai rambut yasmin, akhirnya yamin tertidur lagi, melihat yasmin sudah tidur, bu marni pergi ke kamarnya lalu menghubungi orang yang suka membuat plakat hadiah, bu marni akan meminta gurunya untuk memberikan piala tersebut ke yasmin supaya dia bangga akan prestasinya.