
Setelah makan malam dan mengobrol mereka pun pergi istirahat. Evan dan nazwa pun sama masuk ke kamarnya
" aku bahagia banget kak lihat adek adek senang kaya tadi." kata nazwa
" iya sama aku juga sayang." kata evan lalu memeluk nazwa, mereka berdua pun tidur dengan saling berpelukan.
Di pagi hari mereka mengumpulkan barang bawaan mereka di ruang keluarga dan menyuruh pak budi, pak johan dan pak agus untuk memasukannya ke dalam mobil. nazwa meminta pak johan untuk menjemput nita dan dina. Mereka pun sarapan bersama, jam 8 kurang mereka pun pergi ke bandara. Jam 9 mereka sudah sampai di bandara dan berkumpul dengan yang lainnya. rombongan pertama ini berangkat hanya 17 orang, yang lainnya akan menyusul karena masih ada aktivitas lainnya. Mereka naik pesawat pribadi bu Lela, setelah melakukan check mereka naik ke pesawat, sebelum naik pesawat mereka berphoto bersama. tak lama pesawat pun terbang menuju bali.
" bu ini udah terbang belum." kata yasmin masih ketakutan
" udah sayang, tuh lihat awannya, sekarang kita sudah diatas. Kamu mual sayang." kata bu marni sambil memeluk yasmin, membuat dia merasa nyaman dan mulai rilex.
" enggak bu, aku tadi kaget aja." jawab yasmin, sedangkan evan memeluk nazwa yang menyandarkan kepalanya di bahu evan. Ella mengambil moment di pesawat itu dengan berphoto
" sudah sarapan belum, ini ada roti untuk sarapan. Nanti trman kamu sama bu gurunya menyusul ya." kata bu sofie
" ini ada burger juga, yasmin, jaka dan yang lainnya kalau mau ambil ya." kata bu Lela
" iya bu terimakasih." jawab evan, lalu mengambil roti buat dia dan nazwa, yasmin meminta burger.
" gimana sayang senang enggak terbangnya." kata bu lela
" senang banget bu, aku akhirnya bisa merasakan naik pesawat." kata yasmin sambil tersenyum dan memakan burger. Sambil melihat keluar pesawat.
" syukur kalau memang kamu senang sayang." kata bu lela. Tak lama pesawat pun landing. Bu sofie memberitahu bahwa dari bandara ke villa akan naik bus dan untuk makan siang juga akan dilaksanakan di villa. Mereka turun dari pesawat dan berjalan keluar bandara, di luar sudah di tunggu bus yang akan menjemput mereka.
Jam 11 lewat mereka tiba di villa, mereka pun masuk ke kamar masing masing untuk istirahat terlebih dahulu sebelum makan siang. Evan dan nazwa pun masuk ke kamar yang sudah dipersiapkan untuk mereka, pas masuk kamar mereka kaget bahwa kamar itu sudah didekorasi dengan nuansa yang romantis. Evan memeluk nazwa dan mengecup keningnya.
" ini kamar buat kita kak." tanya nazwa
" iya, tadi bu sofie bilang begitu kan, aku juga enggak tau sayang." jawab evan
__ADS_1
" mereka baik banget ya sayank, aku bahagia banget." kata nazwa
" iya mereka belabelain untuk menyiapkan ini semua." kata evan, nazwa pun meminta untuk berphoto berdua disana
" jangan tinggalin aku dan kecewakan aku ya kak, alu sayang sama kakak." kata nazwa
" iya sayank, kamu juga ya." jawab evan, nazwa mengangguk dan mempererat pelukannya. Mereka duduk di sofa yang ada di kamar, nazwa ditiduran di pangkuan evan sambil melihat pemandangan diluar villa.
Jam 12 lewat mereka berkumpul untuk makan siang, hidangan seafood dan lainnya tersaji dimeja makan, karena lapar mereka pun makan dengan lahapnya. Tak lama rombongan kedua datang, mereka langsung disuruh ikut makan siang bersama, suasana di villa pun menjadi lebih ramai.
" asyiik banget ya liburan bersama keluarga besar seperti ini, saya sangat menikmatinya." kata bu silfi
" iya nih, kita harus menikmati liburan ini." kata bu fitri.
" nanti malam aku kasih obat supaya lebih bugar lagi." kata evan
" ini dia yang kita tunggu, enaknya punya anak dokter selalu dirawat." kata bu sofie dan yang lainnya
" nanti sore baru kita main di pantai ya, sekarang masih panas." kata bu lela
" iya tuh, asyiiik pastinya." kata bu lela
" aku pengen main pasir." kata yasmin
" iya boleh, tapi nanti sore ya, sekarang panas banget, nanti kamu sakit lagi." kata bu sofie
" iya bu, aku main disini dulu sama ira dan jaka." jawab yasmin
" nak,kata pak handoko kamu mau bangun yayasan panti asuhan, dimana lokasinya." kata pak sandi
" tidak jauh dari rumah pak, kemarin perusahaan DP membeli lahan kurang lebih 4 hektar, aku beli 1000 meter untuk dibangun panti asuhan, selebihnya mau dibangun perumahan." kata evan
__ADS_1
" oooh iya udah bapak ikutan juga deh pembangunan panti asuhannya, kalau boleh juga bapak investasi di perusahaan DP." kata pak sandi
" boleh banget pak, memang ibu sedang mencari investor untuk pembamgunan perumahan tersebut." kata evan
" saya juga ikutan nak." kata pak bayu
" boleh pak, nanti aku kasih Business Plannya." kata evan
" bagus kalau begitu, saya tunggu ya nak, insyaAllah sukses nih pembangunannya, kamu hebat banget sih bisa ngerti business plan segala." kata pak sandi
" belum mengerti banget sih pak, baru belajar aja, biar nanti dibantu isteri yang lebih paham." kata evan
" pasangan komplit, saling mengisi satu sama lain." kata pak sandi
" sama pak saya juga masih belajar." kata nazwa
" nanti buat juga analisa SWOT ( strengths, weaknesses, opportunities and threats)nya. Untuk perizinannya bagaimana." kata pak sandi
" sedang diurus pak sama tim legal perusahaan dan itu lahan bekas pengembang lain yang macet jadi tidak akan begitu sulit tinggal memperbaharui saja." kata bu marni
" bagus kalau begitu, rencananya segmentasi pasarnya untuk kalangan bagaimana." kata pak bayu
" rencana sih kalangan menengah atas, karena lokasi ini sangat strategis di pinggiran kota." kata bu marni
" pantas saja anaknya pintar begini, ibunya jago mengelola usaha." kata pak sandi
" saya perlu banyak belajar sama bapak bapak ini, saya hanya meneruskan peninggalan ayahnya evan aja pak, jadi SDMnya sudah terbentuk, saya hanya menjalankan fungsi pengawasan dan kontrol aja." kata bu marni
" insyaAllah saya kan investasi dan saya juga mau ikut gabung di perusahaan DFG, karena saya yakin DFG akan berkembang pesat, sayang kalau saya tidak ikut disana, peluang untuk dapat Cuan cukup besar, sayang kalau saya melepaskan peluang tersebut." kata pak sandi
" terimakasih sudah mau gabung pak, semoga saja usaha ini berjalan lancar." kata bu marni
__ADS_1
" saya yang berterimakasih bu, karena saya yakin kedepannya DFG dan DP akan berkembang, begini saja saya ikut ambil saham DFG sebesar 10% untuk investasi di pembangunan perumahan saya akan setor minimal 1 milyard." kata pak sandi
" kalau begitu saya juga bu, sama dengan pak sandi." kata pak bayu. Dari obrolan tersebut evan dan bu marni mendapatan dukungan dari pak sandi dan pak bayu, kekhawatiran bu mirna pun terselesaikan.