WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Membuat Keluarga Bangga


__ADS_3

Pak Akmal pun meminta nomor kontak evan, mereka pun saling bertukar nomor.


" nak terimakasih banyak ya, lain kali kita harus mengobrol lagi." kata pak akmal


" sama sama pak, karena sudah malam dan bapak juga perlu istirahat, saya dan keluarga permisi pulang dulu karena di rumah adik adik pasti menunggu." kata evan


" baik nak, saya enggak bisa menahan kamu lebih lama, saya harap kamu masih mau membatu saya jika saya membutuhkannya, begitu pula kamu kalau ada yang bisa saya bantu, saya akan usahakan bantu." kata pak akmal, evan, bu marni dan nazwa pun pamitan, pak handoko izin mengantar evan.


" mulai sekarang kamu sudah saya nyatakan sebagai rumah sakit ini, kamu kesini kalau ada pasien yang membutuhkan kamu aja, nanti kamu akan menerima hak dan kewajiban sebagai dokter rumah sakit ini, terimakasih atas bantuan kamu rumah sakit ini pasti akan berkembang, dan nanti juga saya pastikan produk perusahaan ibu akan berada disini, untuk kontrak kerja dan kontrak kerjasamanya saya akan hubungi kamu nak." kata pak handoko lalu meminta kartu identitas evan untuk dibuatkan kontrak kerja dan untuk surat izin praktek.


" terimakasih banyak pak." kata evan


" iya pak, terimakasih." kata bu marni, pak handoko mengantar evan dan keluarganya sampai ke lobby rumah sakit, dokter dan karyawan rumah sakit pun melihat pak handoko sebagai pemilik rumah sakit tersebut dekat dengan seorang anak muda. Setelah pak budi datang mereka pun pergi setelah pamitan ke pak handoko. Evan, bu marni dan nazwa pun meninggalkan rumah sakit tersebut, bu marni sangat bahagia dan bangga akan keberhasilan anaknya itu.


" nak kamu tidur di rumah aja ya, nanti bisa tidur di kamar tamu atau sama ella atau ibu, kamu hubungi aja orangtua kamu." kata bu marni


" iya bu." kata nazwa lalu menelepon ibunya. Dia memberitahukan bahwa dia baru pulang dari rumah sakit dan bu marni mengajak tidur di rumahnya karena sudah malam. Di perjalanan bu marni membeli makanan karena tadi makan hanya sedikit karena tidak enak. Begitu pula evan dia sangat kelaparan sampai di jalan dia makan martabak yang dibeli ibunya.


Di rumah sakit setelah mengantar evan pak handoko kwmbali ke ruang perawatan pak akmal, terlihat anak anak beliau sudah pulang tinggal pak akmal sama isterinya saja berada disana.


" gimana handoko, nak evan sudah pulang." kata pak akmal sedang makan buah buahan.


" sudah pak," kata pak handoko


" kamu memang cerdik handoko dan kamu beruntung bisa mendapatkan dokter yang sangat potensial dan mumpuni keahliannya." kata pak akmal


" beruntung pak, saya sangat beruntung bisa menemukan dokter muda yang enggak diragukan lagi kemampuannya." kata pak handoko


" oh iya masalah izin praktek dia, segera kamu buat rekomendasi dari rumah sakit dan rekomendasi dari dr. Helmi dan dr. Bambang supaya lebih kuat, sebenarnya tanpa rekomendasi mereka pun saya bisa saja mengeluarkan surat itu, tapi sebagai formalitas tetap kamu lampirkan.." kata pak akmal

__ADS_1


" saya akan segera membuatnya pak." kata pak handoko


" oh iya saya sampai lupa memberi bayaran atas pengobatan saya, kamu pasti masih pegang nomor rekening dia kan, kalau saya minta ke dia sepertinya akan menolaknya." kata pak akmal


" ada pak, waktu itu saya transfer ke dia waktu mengobati saya, memang betul pak, evan pasti menolaknya, waktu itu saja saya paksa dia untuk memberikan nomor rekeningnya." kata pak handoko, lalu dia mengirimkan nomor rekening evan ke pak akmal.


Jam 10an evan, bu marni dan nazwa sampai di rumah, di rumah yasmin dan ella masih belum tidur mereka masih menonton di ruang keluarga. Evan pamitan dulu mau bersih bersih dan ganti pakaian.


" kalian belum tidur nak." kata bu marni


" belum ngantuk bu, sama kita mau nunggu ibu dan kak evan serta kak nazwa pulang, oh iya bu, pak braja sama bu surti izin katanya kembali ke toko soalnya sedang rame." kata ella


" kak nazwa tidur disini aja ya sama aku." lanjut ella


" iya la, kakak memang mau tidur disini, tadi sudah minta izin sama ibu di rumah, oh iya aku lupa, aku enggak ada baju ganti." kata nazwa


" iya sudah kalau begitu, terimakasih ya la." kata nazwa


" ibu bawa makanan apa nih seperti enak." kata yasmin


" ini martabak, tadi kak evan lapar dan buat disini juga." kata bu marni. Yasmin pun membuka kotak makanan tersebut. Lalu mengambilnya dan melahapnya. " em, enak.".


" dek jangan dihabiskan, kakak lapar nih." kata evan yang baru datang dari kamarnya


" enggak dong kak, aku baru aja makan." kata yasmin sambil mengunyah makanan tersebut


" kamu mau minum apa nak." kata bu marni


" susu aja bu." kata evan

__ADS_1


" udah bu biar nazwa aja yang buat, sekalian sama aku." kata nazwa


" makasih kalau begitu, ibu mau bersih bersih dan ganti pakaian dulu." kata bu marni, dia pun pergi ke kamarnya, nazwa pun diantat ella ke kamarnya, setelah ganti pakaian dia membuatkan susu untuk evan dan dia serta untuk bu marni bersama ella di dapur. Tak lama bu marni keluar dari kamar, nazwa pun membawa 5 gelas susu ke ruang tamu lalu.memberikannya ke bu marni dan evan.


" terimakasih ya nak, kamu baik banget sih." kata bu marni


" sama sama bu, aku senang kok bisa melayani ibu dan kak evan." kata nazwa


" kamu luar biasa nak, kamu membuat keluarga ini bangga." kata bu marni


" syukur kalau ibu merasa bangga." kata evan, tak lama ada notifikasi masuk dari bank, evan membukanya, dia pun terkejut melihat nominal yang masuk ke rekeningnya. Tak lama ada pesan masuk.


" terimakasih evan sudah menolong saya, mohon maaf saya hanya bisa memberi jasa kamu segitu, anggap saja itu hadiah pertunangan kamu. Selamat istirahat dan sampai ketemu lagi." kata pak akmal


" pak itu sangat besar buat saya, saya kembalikan ke bapak ya." kata evan


" segitu tidak sebanding dengan nyawa saya nak, tolong di terima." kata pak akmal


" terimakasih pak," jawab evan


" pesan dari siapa nak, kok malam malam begini." kata bu marni


" dari pak akmal bu, dia kirim uang ke aku segini." kata evan lalu memperlihatkan notifikasi banknya.


" besar banget nak, penghasilan ibu 6 bulan tuh. kalah sama kamu cuma beberapa jam." kata bu marni


" berapa memangnya bu." kata ella kepo,


" kamu lihat aja sendiri." kata bu marni, lalu memperlihatkan notifikasi itu ke ella dan nazwa. Mereka sampai ternganga melihat itu sampai mulut mereka membentuk huruf O.

__ADS_1


__ADS_2