
Setelah melewati malam pertama, evan dan nazwa pun bangun di pagi hari, selesai mandi dan sholat shubuh, evan duduk di sofa, nazwa membuatkan teh untuk evan suaminya. Setelah membuatkan teh nazwa duduk di sebelah evan sambil menyandarkan kepalanya di pundak evan.
" aku bahagia banget kak, bisa memberikan mahkota aku ke orang yang aku sangat sayangi." kata nazwa
" iya sayang, makasih ya, kamu percaya sama aku menjadi suami kamu, kalau kamu mau istirahat lagi tiduran lagi aja sayang." kata evan lalu mencium kening isterinya.
" enggak ah, aku enakan kaya gini bisa dekat terus sama suami aku." kata nazwa
" maaf ya kalau aku enggak bisa romantis sama kamu sayang." kata evan
" ini romantis kok, yang terpenting kita bisa selalu bersama aku udah bahagia banget." kata nazwa. Jam 7an mereka pun pergi ke restoran untuk sarapan, nazwa mengambil makanan untuk suaminya. Tak berselang lama Keluarga yang lain baru datang untuk sarapan.
" duh pengantin baru kelaparan habis olahraga malam. Udah ada disini aja." kata kakek baskoro menggoda evan dan cucunya
" kakek ini godain terus." kata nazwa sambil senyum senyum.
" kayanya kakek bakalan cepet gendong buyut nih." kata kakek baskoro
" iya nih kakek godain pengantin terus." kata bu citra
" kalian mau lanjut menginap disini atau pulang ke rumah." kata Bu marni.
" kita sama sama pulang bu, lagian lebih enak di rumah sama pak Sandi katanya mau mengirim hadiah pernikahan ke rumah." kata evan
" iya sudah kalau begitu, besan juga menginap aja di rumah ya, " kata bu marni
" iya bu, lagian di rumah pasti sepi dan kami juga ingin melihat hadiah pernikahan mereka." kata bu citra. Selesai sarapan mereka kembali ke kamar untuk membereskan barang bawaan. Barang hantaran sudah dibawa pulang ke rumah. Jam 10 mereka melakukan check out dari hotel lalu pulang ke rumah evan. Jam 11 mereka sampai di rumah, bi siti dan yang lain membantu menurunkan barang bawaan. Evan membawa pigura maskawin rencananya mau dipajang di kamar.
" non barang hantaran sudah di masukan ke kamar ya." kata bi siti
__ADS_1
" iya bi, terimakasih banyak ya." kata nazwa, evan dan nazwa pun pergi ke kamar.
" makasih ya kak, aku bahagia banget." kata nazwa lalu memeluk evan
" sama sama sayang, kita akan memulai kehidupan berumahtangga," kata evan
" iya kak, aku jyga enggak nyangka bisa secepat ini aku berumahtangga, padahal dulu rencananya umur 24 tahunan, eh jodoh aku di pertemukan sama kakak, jujur aja kak aku baru sedekat ini sama cowok itu sama kakak aja." kata nazwa
" makasih ya, udah mau terima aku, apapun kedepannya kita harus saling terbuka, jika ada kesalahan yang aku perbuat kamu tegur aku, kita bicarakan baik baik ya." kata evan
" iya kak, aku sayang banget sama kakak, jangan sakitin aku ya." kata nazwa mempererat pelukannya, evan mencium kening nazwa.
" oh iya kak di group alumni sekolah, banyak yang menyangka aku hamil duluan, mereka banyak yang kasih komentar nyakitin katanya dulu aja alim..eh ternyata cewek murahan." kata nazwa
" jangan dihiraukan dan diambil pusing, seberapa banyak kita menjelaskan kepada mereka pun tidak akan mereka dengarkan karena mereka sudah membenci kita. Kita yang tau apa yang kita lakukan ini, nanti juga mereka akan cape sendiri." kata evan
" makasih ya kak atas dukungannya." kata nazwa, mereka pun mengganti pakaian lalu pergi.
" den di depan ada tamu, katanya mau mengantar barang, aden yang harus tandatangannya sendiri enggak bisa diwakilkan." kata bi siti
" oh iya bu, makasih, aku ke bawah sekarang." kata evan. Evan pun mengajak nazwa pergi untuk melihat barang apa.
sesampainya di depan rumah evan dan nazwa melihat sebuah mobil Alpard.
" dengan pak evan." kata orang dari dealer
" iya saya, ada apa pak ya." jawab evan
" ini pak, kami mengantarkan mobil ke bapak, boleh saya minta KTP bapak untuk memastikan dan saya minta tanda tangan bapak untuk proses surat suratnya." kata orang dealer. Evan mengeluarkan KTPnya lalu menyerahkan ke orang dealer. Setelah memastikan orang dari dealer pun menyuruh evan untuk menandatangani surat penerimaan kendaraan dan berkas untuk proses surat surat mobil, evan juga meminta plat nomirnya x 7 NZW. Setelah itu orang dari dealer menyerahkan kunci dan surat jalan sementara. Lalu evan menyuruh pak johan untuk mengetest mobil tersebut. mengetest mobil tersebut, setelah itu Orang dealer pun pamit pulang, evan memberikan uang kepada mereka. Lalu evan menelepon pak sandi.
__ADS_1
" siang pak maaf mengganggu, ini saya sudah menerima hadiahnya, apa ini enggak mewah pak, saya merasa enggak layak menerimanya." kata evan
" siang nak, syukur kalau kamu sudah menerimanya, itu tidak sebanding dengan nyawa raka nak, itu sangat layak buat kamu, kalau kamu menolak saya dan terutama ibu pasti akan marah kalau kamu menolaknya." kata pak sandi
" terimakasih banyak pak atas hadiah pernikahannya." kata evan
" sama sama nak, tolong jangan segan gitu sama saya, kita kan sudah jadi keluarga besar, jadi kalau ada apa apa kamu hubungi saya atau ibu ya." kata pak sandi
" iya pak, terimakasih, sampaikan salam ke ibu dan raka." kata evan
" baik nanti saya sampaikan. Rencananya ibu mau main ke rumah kamu siang ini." kata pak sandi
" oh gitu, iya sudah saya tunggu si rumah pak." kata evan lalu menutup teleponnya. Setelah di menutup telepon evan menyuruh pak johan untuk memasukan mobil tersebut ke garasi. Tak lama datang dari catering untuk makan siang dan khawatir ada tamu yang datang kesana.
" wah luar biasa hadiahnya, ini sangat mewah." kata bu citra
" iya bu alhamdulillah rezeki kita, oh iya bu kata pak sandi siang ini bu lela mau main kesini." kata evan
" untung aja ibu pesan catering." kata bu marni
" iya bu, makasih banyak ya." kata evan
" kamu itu ya, ini udah kewajiban ibu nak," jawab bu marni.
" kak mau makan buah buahan enggak, kalau kakak mau aku ambilin." kata nazwa
" iya boleh sayang, makasih ya." kata evan, nazwa pun mengambil buah buahan di atas meja makan. Nazwa mambawa buah buahan tersebut ke ruang keluarga, supaya yang lainnya makan juga. Selesai makan buah buahan merrmeka pun makan siang bersama.
" enggak nyangka ya, akhirnya evan dan nazwa menikah, kamu nak sekarang udah menjadi isteri evan, mau krmanapun kamu keluar dari rumah harus izin ke suami kamu, walaupun itu mau ke rumah kita, jangan memaksakan kehendak kamu sendiri, tanggungjawab kamu yang awalnya dipegang ayah sekarang sudah berpindah ke tangan evan semenjak evan mengucapkan ijab qobul, jangan menganggap itu hanya kalimat sederhana, kamu juga dengar pas khutbah nikah kemarin." kata pak hadi
__ADS_1
" iya yah, aku berusaha menjadi isteri yang baik, untuk itu mohon bimbingannya ya bu." kata nazwa. Setelah selesai makan evan pamitan untuk membuat pil. Orangtua dan mertuanya serta nazwa tau bahwa evan akan membuat pil untuk ibu lela dan yang lainnya sebagai ucapan terimakasih, jadi tidak menahannya.