WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Menunjukan kemampuan


__ADS_3

evan memberikan pil kecantikan ke para dosen perempuan, bu sofie menyuruh mereka untuk meminumnya disana.


" saya bisa seperti ini berkat perawatan anak saya ini, jadi ibu dosen jangan khawatir, kalau terjadi apa apa saya akan tanggungjawab." kata bu sofie


" ibu ini sebagai marketingnya E&N ya." kata bu astuti


" iya bu, saya sebagai ibu harus membantu usaha anaknya kan." kata bu sofie


" seperti itu tuh, mana mau dia marketingkan usaha suaminya, tapi ke evan dia selalu berusaha mengenalkan produknya, saya kalah sama evan." kata pak handoko


" sama isteri juga kalau di rumah tuh selalu banggain evan," kata pak akmal


" biarkan aja, ibu kan bangga punya anak memiliki kemampuan yang luar biasa, apalagi dia selalu rendah hati, mau merawat ibu juga." kata bu sri


" jadi iri saya, pokoknya kamu juga harus mau jadi anak saya dan merawat saya, andai punya anak seumuran kamu udah saya suruh nikah sama kamu." kata bu astuti. Para dosen perempuan menjadi gempar setelah melihat khasiat obat yang diberikan evan, wanita mana yang enggak ingin memiliki kulit mulus dan bersih. Dosen pria pun sama merasakan tubuh mereka menjadi bertenaga dan fresh.


" kepada mahasiswi yang ingin memiliki wajah mulus dan bersih silahkan tunjuk tangan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan nanti, bagi 4 orang yang beruntung bisa saya berikan obat ini, bagi yang belum beruntung bisa membeli secara online atau datang ke rumah kecantikan E&N secara langsung bisa dapat discount. Nanti sebebutkan nama dan semesternya." kata bu sofie. Bu sofie pun lanjut memberikan pertanyaan.


" berapa umur evan saat ini."? Tanya bu sofie, semua yang ada mengangkat tangan, bu sofie menunjuk salah satu mahasiswi.


" nama saya nabila, sekarang semester 3, jawabannya 19 tahun." kata nabila. Bu sofie menyuruh nabila maju kedepan untuk menerima hadiah. Bu sofie pun menyuruh nabila untuk meminum obat tersebut disana. Ke 3 mahasiswi lainnya pun disuruh minum obat disana. Mereka langsung merasakan khasiat obat tersebut. Dengan di tonton ratusan pasang mata ke 4 mahasiswi yang meminum obat juga kaget akan hasil yang mereka peroleh setelah meminum obat tadi, mereka merasakan kulitnya menjadi halus, lembut dan bersih.


" ini hasil racikan yang anak saya buat, yang lain jangan berkecil hati ya, harganya murah kok, kalau kalian mau luluran datang saja ke rumah perawatan kecantikan E&N, dijamin puas, saya aja sekarang mau kesana supaya suami enggak berpaling, kalau masih berpaling kelewatan aja, dan bakalan tau rasa nanti kalau sakit enggak ada yang merawat." kata bu sofie, gelak tawa pun terdengar.


" pokoknya nak kalau bapak macam macam kamu jangan mau mengobatinya lagi, kalau enggak ibu akan marah sama kamu," kata bu sri


" anak kita ini jadi kartu AS, supaya suami kita enggak macam macam. Awas aja kamu enggak nurut sama ibu." kata bu sofie

__ADS_1


" iya bu." jawab evan. Pak akmal dan pak handoko hanya geleng geleng kepala.


" kita nyerah pak." kata pak akmal


" sama kamu juga, kalau kamu sampai nyakitin isteri kamu, ibu jewer." kata bu sofie


" iya bu..ampuuun." kata evan, pak handoko sama pak akmal ketawa


" mohon maaf begitu kelakuan ibu dan anak." kata pak handoko


" saya salut kepada kamu nak, kamu udah menunjukan kemampuan kamu dalam meracik obat, kami bangga memiliki mahasiswa yang berbakat." kata pak dekan


" dia ini boleh dibilang anak ajaib pak, dia jago mengobati, meracik obat dan mengelola perusahaan, saya aja kalah di usianya sekarang dia sudah memiliki beberapa perusahaan salah satunya pabrik farmasi dan rumah sakit C, belum perusahaan kecantikan dan property." kata pak handoko


" sebentar lagi mau makan siang dan pak tanjung juga perlu istirahat." kata pak akmal


" setelah makan kita ke rumah kecantikan E&N ya, bapak kalau mau bekerja lanjut aja, kemungkinan nanti ibu ke rumah evan." kata bu sofie. Mereka pun pamitan dan mengajak evan pergi, evan mengabari nazwa untuk pulang bersamanya kebetulan nazwa sebentar lagi selesai kuliahnya. Rombongan pun pergi dari kampus evan ke kampus nazwa, tak lama nazwa dan nita datang, nazwa mencium tangan evan lalu masuk ke mobil.


" itu pak handoko, pak akmal dan pak tanjung sayang, kita jemput dina atau gimana." kata evan


" dina masih ada kuliah kak, katanya nanti pulang naik ojek online aja." kata nazwa. Mobil evan mengikuti mobil yang ada di depan mereka. Mereka pun tiba di restoran, nazwa dan nita mengikuti evan lalu nazwa bersalaman dengan pak handoko, pak akmal, dan pak tanjung serta isteri isterinya. Evan juga mengenalkan nita kepada semuanya.


" sayang ibu, gimana persiapan untuk liburan lusa apa sudah siap." tanya bu sofie


" sudah siap bu, oh iya aku mau ajak nita sama dina enggak apa apa kan." kata nazwa


" enggak masalah, nanti kita list aja siapa yang akan berangkat supaya bisa tau mau naik pesawat apa, dan untuk penginapannya juga." kata bu sofie

__ADS_1


" makasih ya bu." kata nazwa


" sama sama sayang, kamu enggak usah gitu sama ibu yang penting kamu senang ibu ikut senang." kata bu sofie, nita yang mendengar itu sangat iri kepada nazwa, nazwa diperlakukan bak puteri setelah menikah sama evan. Evan sendiri membicarakan tentang pembelian lahan dan akan dibangun rumah yatim piatu disana, pak handoko, pak akmal dan pak tanjung mendukung rencana tersebut dan mereka siap membantu baik dari modal pembangunan dan operasional kedepannya. Mereka mengobrol sambil menikmagi hidangan makan siang. Selesai makan mereka pergi ke rumah perawatan kecantikan E&N.


Sampai di rumah perawatan kecantikan E&N evan meminta rara, nabila dan zahra untuk melayani bu sofie, bu sri dan bu astuti. Evan dan nazwa pergi menemui bu marni yang ada di ruangannya.


" kalian udah pulang." kata bu marni


" udah bu, aku bareng sama bu sofie, bu sri dan bu astuti mereka sedang perawatan." kata evan sambil menyalami bu marni diikuti nazwa


" gimana bu pembelian lahan itu jadi." lanjut evan


" alhamdulillah sudah nak, sejarang sedang diurus sama pak hendrik surat suratnya." kata bu marni


" aku juga sudah bilang ke pak handoko, pak akmal dan pak tanjung mengenai yayasan panti asuhan, mereka mau bantu pembangunan dan operasionalnya." kata evan


" syukur kalau begitu, ibu juga sudah minta ke pak hendrik dan bagian design supaya menyiapkan lahan untuk itu." kata bu marni


" untuk pembangunan perumahan, dananya nanti aku usahakan, mudah mudahan bisa ada secepatnya." kata evan


" iya nak, palingan untuk tahap awal ibu akan memakai dana dari DFG dulu supaya berjalan nanti kalau sudah ada dananya dikembalikan lagi." kata bu marni


" ibu atur aja, yang terpenting jangan sampai mengganggu operasional DFG, ibu lebih tau untuk hal itu." kata evan


" ini ibu sedang hitung kebutuhan pembangunan dan operasional DFG." kata bu marni


" oh iya bu, tadi bu sofie juga minta list siapa aja yang akan ikut luburan lusa supaya menyiapkan tiket dan penginapannya." kata nazwa

__ADS_1


" kalian mau ngajak siapa lagi selain keluarga kita." kata bu marni


" aku ajak nita sama dina aja bu." jawab nazwa. Mereka mengobrol sambil menunggu vu sofie dan yang lain selesai perawatan, nazwa membuatkan minum untuk evan dan bu marni.


__ADS_2