WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Menunggu Pengumuman


__ADS_3

Dimalam itu evan memberikan kabar kepada nazwa bahwa dia sudah di rumah, mereka pun janjian untuk pergi lari pagi harinya. Evan pun melakukan meditasi untuk meningkatkan kemampuannya, evan merasakan bahwa dia berada di tempat kakek wijaya.


" bagus cu, walapun kamu lelah tapi kamu masih memikirkan untuk meningkatkan kekuatan mu, kakek kagum dan bangha memiliki keturunan seperti kamu ini, tindakan kamu bekerja di rumah sakit dan membuka pabrik obat itu pun tepat karena kamu bisa membantu banyak orang. Jangan pernah merasa puas, apalagi kamu menjadi sombong akan pencapaian kamu saat ini, tetap rendah hati. Ayo ikut kakek untuk melatih jiwa dan raga kamu." kata kakek wijaya, evan pun dibawa pergi ke dekat air terjun, evan disuruh duduk di batu yang ada disana. Evan di latih untuk mengolah raganya. evan merasakan gejolak energi di tubuhnya meningkat.


" sudah cukup cu, istirahatlah." kata kakek wijaya, evan pun tersadar dari meditasinya. Evan melihat kaos yang dipakainya tadi basah karena keringat. Evan pergi ke kamar mandi lalu mengganti pakaiannya. Setelah itu dia istirahat, di pagi hari evan terbangun lalu siap siap untuk lari dan memberi kabar ke nazwa, setelah melakukan persiapan evan keluar rumah lalu menuju ke rumah nazwa, nazwa sudah menunggu di pekarangan rumahnya.


" apa kakek tidak cape, kemarin seharian kerja." kata nazwa


" enggak kok, malahan kalau enggak lari badan aku terasa aneh, iya udah ayo kita kelapangan." ajak evan. Mereka pun pergi ke lapangan dengan berlari santai. Sampai di lapangan evan dan nazwa pun berlari berdampingan, evan menyesuiakan langkahnya, setelah 4 keliling mereka pun pergi ke warung yang biasa, evan mengambilkan air putih untuk nazwa lalu menyerahkannya.


" makasih ya kak." kata nazwa


" sama sama, kamu mau sarapan atau nanti aja." kata evan


" nanti aja deh kak di rumah sama sama dengan yang lain, tapi aku pengen beli kue kue basah itu, buat dibawa ke rumah." kata nazwa


" iya udah kamu beli aja dulu, takut kehabisan," kata evan, lalu membawa nazwa pergi ke penjual kue kue basah, setelah membeli makanan mereka kembali ke warung tadi.


" eh nak evan sama non cantik, ibu lihat kalian memakai cincin yang sama, apa kalian sudah bertunangan atau menikah." kata lasmi ibu penjaga warung.


" kami baru bertunangan aja 2 hari lalu bu." kata evan


" kalian memang pasangan yang sangat cocok, ibu doakan semoga hubungan kalian langgeng." kata bu lasmi


"terimakasih bu atas doanya." kata mereka, setelah dirasa cukup istirahatnya evan membayar minuman yang tadi diambil. Lalu mereka pulang ke rumah evan. Sampai di rumah evan membuatkan nazwa susu panas, lalu mengajak nazwa ke gazebo di halaman belakang rumah sambil membawa susu yang tadi dibuatnya.


" gimana kak kemarin kerjannya." kata nazwa


" lancar, kemarin aku di perkenalkan sama dokter dan staf rumah sakit oleh pak handoko." kata evan

__ADS_1


" pantesan betah disana, pasti banyak dokter dan perawat yang cantik cantik ya." kata nazwa sambil cemberut


" memang banyak dokter dan lerawat yang cantik, tapi kan aku sudah ada wanita yang jauh lebih cantik." kata evan


" gombal ah..." kata nazwa


" bener dong, ini buktinya." kata evan sambil memegang tangan nazwa yang memakai cincin.


" janji ya kak, untuk tidak meninggalkan aku, mencampakan aku." kata nazwa, lalu dia mendekat ke evan dan menyandarkan kepalanya di bahu evan sambil memegang tangan evan.


" enggak akan sayang, kamu udah aku pilih menjadi wanita yang akan mendapingi aku." kata evan


" aku juga sayang banget sama kakak, aku baru kali ini dekat sama cowok kaya gini kak. Semoga kita akan terus bisa bersama ya kak" kata nazwa,


" iya naz, aku berusaha untuk selalu bersama." kata evan,


" bener ya kak, aku merasa bahagia bisa bersama kakak." kata nazwa.


" ini ciuman pertama aku kak." kata nazwa setelah melepaskan ciuman bibir tersebut


" sama ini juga ciuman pertama aku sayang, aku sayang kamu." kata evan


" aku juga sayang sama kakak." kata nazwa, evan pun memberikan ciuman lagi di kening, lalu pipi dan bibir nazwa.


" kak aku pengen secepatnya bisa menjadi milik kakak seutuhnya." kata nazwa


" iya sayang, terserah kamu aja, kamu obrolkan saja sama orangtua kamu ya." kata evan, nazwa pun menganggukan kepalanya. Mereka puna meminum susu yang tadi dibawa, nazwa pun sudah berani tiduran di paha evan, dia pun menarik tangan evan supaya memeluknya.


" aku bahagia banget deh." kata nazwa

__ADS_1


" sama aku juga." kata evan. Evan mengajak nazwa untuk masuk ke rumah, lalu mereka duduk di sofa ruang keluarga, sebelumnya nazwa menyajikan kue kue basah yang tadi dibeli. Tak lama bu marni datang


" eh ada nak nazwa, kalian pasti habis lari ya." kata bu marni


" iya bu, ini bu ada kue kue basah tadi aku sama kak evan membelinya di lapangan." kata nazwa


" kelihatannya enak banget tuh, boleh ibu mencobanyanya." kata bu marni


" tentu boleh dong bu, lagian banyak." kata nazwa. Tak lama ella dan yasmin pun keluar, mereka sudah memakai seragam sekolah.


" wah banyak makanan, aku boleh minta enggak." kata yasmin


" boleh dong dek." kata nazwa, ella dan yasmin pun mengambil kue kue tersebut


" enak banget kak, aku mau bawa ke sekolah deh." kata ella


" aku juga kak, boleh ya." kata yasmin sambil mengunyah makanan


" boleh dong," kata nazwa


" ayo kita sarapan dulu, nanti keburu siang loh, kalian nanti kesiangan maauk sekolahnya." kata bu marni. Mereka pun pergi ke meja makan, lalu sarapan nasi goreng buatan bi siti.


" kamu sekarang ke rumah sakit nak." tanya bu marni


" lihat kondisi aja bu, kalau memang ada yang urgent aku kesana tapi kalau enggak amu di rumah aja, sambil mau lihat pengumuman masuk PTN jam 10an. Terus ibu mau kemana sekarang. " kata evan


" ibu mau ke pabrik DFG, memastikan produksi karena pesanan sudah mulai banyak dan menyiapkan acara peresmian DFG," kata bu marni


" kalian sekarang bareng sama ibu, terus nanti pulangnya di jemput pak agus." lanjut bu marni, selesai sarapan mereka siap siap lalu berpamitan ke evan dan nazwa. Yasmin masih sempat sempat mengambil makanan yang ada di.meja ruang keluarga.

__ADS_1


Setelah kepergian bu marni, ella dan yasmin mereka duduk di sofa sambil menyalakan music di televisi menunggu pengumuman.


__ADS_2