
Setelah menerima cincin itu, evan memakaikan cincin tersebut ke jari manis nazwa, Membuat nazwa terkejut.
" kak, padahal enggak usah sekarang nanti aja." kata nazwa terlihat matanya menggenang air mata bahagia.
" enggak apa apa kalau memang kamu suka, ini sebagai bukti aku serius sama kamu." kata evan
" makasih ya kak, aku bahagia banget." kata nazwa
" iya udah sekarang, kamu mau kemana." kata evan
" aku enggak mau kemana mana lagi, kakak juga harus pakai dong cincinnya, biar kelihatan bahwa kita ini pasangan." kata nazwa, lalu mengambil cincin dan memasangkannya di jari manis evan. Mereka pun keluar dari toko perhiasan tersebut, nazwa menggandeng evan, dia enggak mau melepaskan kebersamaan itu. mereka jalan jalan lagi, evan pun mampir terlebih dahulu ke ATM untuk mengambil uang. sekitar 30 menit lagi film akan di putar evan dan nazwa kembali ke bioskop.
" kamu mau beli apa untuk di dalam." kata evan
" popcorn aja kak sama minum." kata nazwa
" iya udah, kamu pesan aja yang kamu mau ya." kata evan
" iya kak, makasih ya kak, hari ini aku senang banget bisa jalan sama kakak, bukan karena kakak udah beliin aku cincin ini dan mau belikan aku makanan, tapi aku merasa ada yang peduli dan sayang sama aku selain orangtua aku." kata nazwa
" sama aku juga, ini pertama kali aku nonton dan jalan sama cewek, dulu enggak pernah terbayangkan hal seperti ini." kata evan. Mereka pun masuk ke dalam bioskop, mereka duduk berdampingan, nazwa tak lepas tangannya dari evan, dia selalu memegang tangan evan.
" oh iya kak, apa ibu kakak enggak akan marah, kakak ngasih aku cincin ini, aku khawatir tanggapannya terhadap aku gimana, aku enggak mau pandangan ibu kakak ke aku gimana." kata nazwa
" enggak apa apa kok, lagian ini uang aku, ibu akan mengerti kok, aku belikan ini karena aku sayang sama kamu, entah kamu terhadap aku seperti apa, aku berusaha berbaik sangka saja, satu hal yang aku sampaikan ke kamu, biar kamu juga tau dan enggak menyesal nantinya, aku belum pernah sekali pun jalan sama cewek, dulu aku anak kampung dan sekarang juga sama, aku kampungan, aku belum.pernah merasakan jalan jalan ke mall, liburan yang aku tau pagi sekolah sampai siang. Pulang sekolah ambil rumput ke gunung, liburan pun aku membantu bapak di sawah, mungkin saat ini aku ada uang tapi kedepannya aku enggak tau, tapi yang jelas aku akan usahakan semaximal mungkin untuk bisa membahagiakan orang orang yang aku sayangi. Jadi kalau kamu sudah merasa bosan, enggak suka lagi sama aku, kamu bilang langsung, aku enggak akan pernah marah walaupun kamu menghina aku, menjelek jelekan aku, tapi aku juga akan marah kalau kamu menjelekan orangtua aku, keluarga aku karena kesalahan aku. Kalau ada masalah kita bicarakan dulu berdua jangan melibatkan keluarga dulu." kata evan
" iya kak, aku beneran suka dan sayang sama kakak, kakak juga bilang kalau memang aku ada salah ya, aku merasakan ada yang bisa melindungi aku selain keluarga aku." kata nazwa. Sambil nonton Mereka mengobrol dan makan makanan yang tadi dibeli. tak terasa film pun selesai, evan dan nazwa pun keluar dari bioskop.
__ADS_1
" mau kemana lagi sekarang." tanya evan
" kita pulang aja kak udah sore." jawab nazwa. Evan dan nazwa pun pergi ke parkiran. Mereka pun pergi dari mall itu untuk pulang ke rumah. Di perjalanan evan merasakan akan terjadi sesuatu, tak lama ada sebuah mobil yang menyalip motor evan, mobil itu terlihat terburu buru, karena dari arah berlawanan ada kendaraan lainnya mobil yang tadi menyalip itu membanting stirnya untuk menghindari tabrakan, mobil tersebut menabrak pohon di pinggir jalan. evan pun mengerem mendadak karena mobil yang berada di depannya juga mengerem. Evan pun meminggirkan kendaraannya ke pinggir karena insting tadi.
" kak kenapa berhenti, kakak enggak kenapa kenapa kan." kata nazwa
" enggak apa apa, aku mau lihat orang yang ada di mobil itu, seperti perlu pertolongan." kata evan, seketika orang orang pun mengerubuni lokasi, evan turun dari motornya, nazwa mengikuti evan, terdengar teriakan orang dari dalam mobil minta tolong dan sopir yang membawa mobil itu pun keluar...
" toloooong..... Tolooooong ayah saya.... " kata sang sopir
" kenapa bapak ngebut tadi... Jadi seperti ini..." kata warga yang menonton
" saya terburu buri mau ke rumah sakit, ayah saya tadi pingsan karena serangan jantung.." kata sang sopir, ternyata sang sopir itu anak dari bapak yang sakit..
" dimana ayahnya pak." tanya evan..
" sudah telepon ambulance pak." kata nazwa
" belum nak, saya belum telepon, saya masih syok juga." kata sang sopir
" iya sudah biar saya telepon saja pak." kata nazwa, lalu menelepon rumah sakit meminta di kirimkan ambulance, evan membuka pintu mobil, lalu melihat kondisi bapak yang ada di dalam mobil.
" nak kamu mengerti kedokteran." kata sang sopir, evan tidak menjawab hanya berkonsentrasi ke sang bapak.
" pacar saya bisa mengobati pak," kata nazwa. Evan memberikan energi vital ke sang bapak, lalu mengeluarkan jarum akupunturnya dari tas yang selalu dia bawa kemana mana. Evan membuka baju bapak tersebut lalu menusukan jarum di dada sang bapak. Di luar sudah ada pihak kepolisian yamg menangani kecelakaan tersebut dan mengatur lalu lintas.
" eh nak nazwa, kok ada disini nak." kata pak polisi
__ADS_1
" iya pak, saya sama kak evan baru pulang nonton, mobil ini nyalip motor yang saya tumpangi terlihat buru buru, karena di lawan arah ada kendaraan mobil ini membanting stirnya supaya tidak terjadi tabrakan, akhirnya seperti ini." kata nazwa menjelaskan kronologinya.
" nak evannya dimana, kok enggak kelihatan." kata pak polisi
" itu pak di dalam mobil sedang mengobati ayah bapak ini." kata nazwa. Dari dalam mobil terdengar suara batuk. Uhuuuk... Uhuuuk.... Uhuuuuk. Yang ada disana pun menoleh ke dalam mobil, sang bapak bangun setelah evan mencabut jarum jarum akupunturnya. Evan pun keluar dari dalam mobil dan meminta supaya memberikan ruang agar bapak yang ada dalam mobil bisa mendapatkan udara.
" pak... Bapak sudah sadar... " kata sang sopir
" kamu ini ya... Bawa mobil ngebut.. Jadinya begini akhirnya, mau bikin bapak cepat meninggal." kata sang bapak
" pak... Tadi saya buru buru karena bapak pingsan, saya takut bapak kenapa kenapa, bapak kok udah sehat." jelas sang sopir
" untung saja ada anak muda ini yang menolong bapak, oh iya nak siapa namanya." kata sang bapak
" nama saya evan pak, kebetulan saja tadi saya lewat dan sedikit bisa mengobati bapak, sebentar lagi ambulance akan datang, nanti bapak periksa di rumah sakit ya." kata evan
" enggak perlu ke rumah sakit, saya sudah merasa sehat kok." kata sang bapak
" tapi pak..." kata sang sopir
" yang tau sakit atau enggak itu bapak." potong sang bapak
" bapak harus ke rumah sakit untuk bisa memastikan apa bapak sudah sehat, biar bapak dan anak bapak juga bisa tenang." kata evan
" iya kalau begitu, terimakasih ya nak, oh iya panggil saja saya pak handoko dan anak saya ini surya, boleh saya minta nomor telepon kamu." kata pak handoko.
" Boleh pak 08xxxxxx547, kalau ada apa apa hubungi saya saja." kata evan. Pak surya diauruh pak handoko untuk mencatat nomor evan. Tak lama ambulance pun datang lalu membawa pak handoko dan pak surya ke rumah sakit. Mobil pak surya akan ditangani oleh bengkel yang biasa menangani mobilnya.
__ADS_1