
Mereka yang ada disana juga merasa kenal dengan orang yang ada di hadapan mereka. Tak lama pak sandi datang bersama pak bayu dan bu Silfi sama salva ke tempat evan berada.
" terimakasih ya kak, tadi udah menyelamatkan aku, maaf kalau tadi kata kata aku tidak enak." kata salva
" sama sama, enggak apa apa kok, saya memakluminya karena kamu dalam keadaan tertekan, itu wajar." jawab evan
" iya nak, terimakasih banyak atas pertolongan kamu kepada anak kami ini." kata pak bayu
" sama sama pak, itu sudah kewajiban saya sebagai dokter." kata evan
" kelihatan kamu masih muda, memangnya umur kamu berapa kok bisa sudah jadi dokter." kata pak bayu
" baru 19 tahun pak, baru masuk kuliah kedokteran juga tapi jangan khawatir tentang kemampuan dia ini dalam mengobati, pak menteri, pak gubernur, bahkan si raka aja kemarin dia yang menyembuhkannya, dia juga sudah dapat lisensi dokter kok," kata pak sandi
" kelihatannya pak sandi begitu dekat dengan nak evan ini." kata pak bayu
" semenjak evan menyembuhkan raka aja, dan baru tadi siang saya main ke rumahnya. Karena dia ini baru aja nikah, jadi kita berkunjung ke rumahnya, eh pas dibandara mengantar raka mau pergi kuliah, ibu dapat kabar bahwa evan lagi ada di tempat ini, jadi buru buru minta kesini." kata pak sandi
" iya masa enggak khawatir pak, anaknya lagi ada di tempat yang beresiko kaya gini." kata bu lela
" tau enggak nak, tadi bapak digusur gusur tau di jalan." kata pak sandi
" habisnya bapak lambat banget jalannya." kata bu lela
" pokoknya kamu harus merawat bapak kalau bapak sakit ya." kata pak sandi
" siap pak." kata evan
" ibu juga, kamu harus memperhatikan kesehatan ibu juga." kata bu lela
" untung aja tadi kamu merawat kita, jadi serasa lebih muda lagi nih. Lebih ber energi dan bergairah." kata pak sandi
" awas aja ya, main perempuan di luar sana, apa kurang cantik ibu. Kalau kurang nanti ibu minta dirawat lagi sama evan dan bapak enggak usah dirawat lagi." kata bu lela
__ADS_1
" pokoknya kalau suami kita ketahuan main perempuan di luar, kita bilang sama evan supaya jangan merawat lagi mereka ini." kata bu sofie
" pokoknya awas kamu nak kalau merawat bapak kamu ini. Ketahuan ibu jewer kamu." kata bu lela
" ini kamu luka ya nak, kamu udah obati belum." kata bu sofie baru sadar ada darah di baju evan
" enggak bu, ini darah dari korban dan penjahat, soalnya tadi didalam.gedung saya mengobati penjahat itu dan pak polisi yang tertembak." kata evan
" oh iya salva, gimana kakinya sudah baikan." lanjut evan
" masih nyeri dan perih sih kak." jawab salva
" untung aja kamu mau menggendong dia keluar gedung, dan salva bilang kamu juga masih bisa menembak penjahat itu walau dalam kondisi kamu sedang menggendong salva." kata pak bayu
" anak ibu luar biasa pokoknya." kata bu sofie sambil memeluk evan
" iya untung punya anak yang luarbiasa ya, setidaknya kita bisa terjamin kesehatan kita terutama kecantikan kita ini." kata bu lela, dia juga memeluk evan
" oh iya ini oleskan di luka kamu, insyaAllah sembuh." kata evan sambil menyerahkan salep ke salva. Bu silfi pun membantu mengoleskan salep itu ke luka salva. Salva merasakan nyaman di lukanya.
" iya bu pasti saya kesana, saya juga mau seperti ibu ibu jadi cantik." kata bu silfi. Tak lama kakek baskoro datang sehabis melakukan briefing dan pengecekan personil.
" nak itu nazwa telepon kamu, katanya enggak nyambung nyambung." kata kakek baskoro, evan melihat handphonenya.
" iya kek, tadi aku lupa charge jadi kehabisan batere nih." kata evan.
" kamu ini ya, udah bikin isteri khawatir." kata bu sofie, lalu dia menelepon nazwa.
" hallo bu, ada apa ya." kata nazwa masih terdengar nada nazwa ha is menangis
" udah jangan dikhawatirkan suaminya, dia baik baik aja kok, ini ibu sama dia." kata bu sofie, lalu menyerahkan handphone miliknya ke evan
" hallo sayang, maaf ya handphone aku kehabisan batere jadi enggak bisa mengabati kamu." kata evan
__ADS_1
" kakak bikin aku khawatir dan takut aja sih, kakak enggak apa apa kan." kata nazwa
" enggak sayang, aku enggak apa apa, ini ada bu sofie dan bu lela disini. Sebentar lagi aku pulang kok." kata evan
" iya udah cepetan pulang, kita semua nungguin kakak pulang loh." kata nazwa
" iya sayang, iya udah ya." kata evan, lalu menyerahkan handphone ke bu sofie. Tak lama pak edi dan pak endris datang mereka mengucapkan terimakasih atas bantuan evan.
" iya udah kamu bareng kita aja, nanti diantar pulang ke rumah." kata bu lela
" enggak usah bu, saya bareng kakek baskoro aja." kata evan
" kamu ikut mereka aja dulu pulang, kakek mau ke kantor dulu membereskan ini." kata kakek baskoro
" iya sudah kalau begitu kek, kakek hati hati, kalau ada apa apa langsung kabari aku." kata evan
" iya nak, kamu harus istirahat, kamu pasti cape." kata kakek baskoro, dia merasa bangga akan cucu menantunya ini. Evan dan yang lainnya pun naik ke mobil, begitu pula pak bayu, dia mau memeriksakan salva di rumah sakit C. Hanya membutuhkan waktu 27 menit mereka tiba di rumah sakit C dengan dikawal mobil patwal, setelah mobil sampai rumah sakit, Pak handoko membawa pak bayu dan keluarganya ke ruangan pemeriksaan, dr. Helmi ditugaskan untuk menangani salva. Di ruangan pemeriksaan evan melihat kondisi pak bayu dan bu silfi kondisi fisiknya menurun, lalu memberikan obat ke mereka untuk memulihkan stamina dan kondisi tubuh mereka.
" pil apa ini nak." kata pak bayu
" itu suplemen untuk menjaga kebugaran bapak dan ibu, saya perhatikan bapak dan ibu terlalu cape." kata evan
" saya jamin pak bayu akan merasa lebih berenergi dan sehat, pil ini belum ada dimana mana pak, keberuntungan bapak dan ibu bisa merasakannya." kata pak handoko. Pak bayu dan bu silfi pun meminum pil tersebut, mereka merasakan rasa hangat di perut mereka, lalu keluar keringat. Evan memegang tangan pak bayu lalu menyalurkan energinya supaya khasiat obat bisa cepat diserap tubuhnya, setelah itu evan juga melakukan hal yang sama ke bu silfi.
" kok saya berkeringat gini ya, tapi badan saya terasa bugar lagi nih." kata pak bayu
" sama saya juga, badan rasanya enteng dan seger tapi kok saya berkeringat ya." kata bu silfi
" itu racun yang di tubuh bapak sama ibu dikeluarkan melalui keringat, mungkin akan sedikit lengket dan akan tercium bau." kata evan
" kalau begitu saya harus bersih bersih dan ganti pakaian ini." kata pak bayu, lalu menelepon ajudannya untuk membawakan tas yang sudah dipersiapkannya di mobil.
" terimakasih banyak nak, kamu sudah melakukan banyak hal untuk saya dan keluarga, saya sangat berhutang budi bahkan nyawa anak saya juga kamu yang menolongnya." kata pak bayu. Salva sendiri dinyatakan tidak apa apa hanya trauma dan kekurangan cairan, untuk itu dilakukan infus supaya kondisinya pulih.
__ADS_1