
Evan mengambil laptopnya untuk melihat pengumuman hasil penerimaan mahasiswa di Perguruan tinggi Negeri.
" nak mau dibuatkan minum enggak." kata bi siti
" nanti aja bi, masih kenyang dan baru tadi minum susu terimakasih ya bi." kata evan.
" kak aku deg degan, takut enggak diterima di PTN." kata nazwa
" iya enggak apa apa, santai aja." kata evan
" tapi kak, aku enggak mau beda kampus sama kakak." kata nazwa
" enggak apa apa dong, lagian nanti juga kita kan beda falkultas." kata evan
" iya, tapi kan kita bisa bareng kak berangkat sama pulangnya." kata nazwa
" nanti tinggal aku antar dan jemput kamu, nanti juga bakalan banyak yang mau antar dan jemput kamu deh." kata evan
" kok gitu sih kak, aku kan udah diikat sama kakak, lagian aku enggak mau sama yang lain, maunya sama kakak, kalau memang kakak masih ragu sama aku, aku mau sekarang kita nikah aja kalau begitu. Kakak bilangkan kita harus saling percaya." kata nazwa, dia menyandarkan kepalanya di bahu evan.
" iya.. Aku percaya sama kamu kok." kata evan, lalu mengecup kening nazwa.
" kakak udah genit ya sekarang, udah cium cium terus." kata nazwa
" memangnya kamu enggak mau, maaf kalau begitu.." kata evan
" kalau kakak yang cium enggak apa apa kak, tapi kita harus tau batasan batasan aja ya kak. Kita kan belum sepenuhnya resmi." kata nazwa
" iya sayang ku. Ini kamu sendiri gelendotan terus." kata evan
" biarin aja, kan sama calon suami aku sendiri, enggak boleh." kata nazwa
" iya boleh dong sayang." kata evan,
Jam 10an evan memeriksa pengumuman, evan memeriksa namanya sesuai dengan nomor ID pendaftaran. Muncul nama " Evan Devano Putra " fakultas Kedokteran, harus mendaftar ulang 1 minggu kemudian.
" aku lulus sayang." kata evan, lalu dia mendownload bukti lulus seleksi di falkultas kedokteran dan formulir daftar ulang.
__ADS_1
" kak aku dong cek juga." kata nazwa lalu menyerahkan nomor ID pendaftaran dia. Evan pun memasukan ID nazwa. Lalu muncul nama " Nazwa Amalia Baskoro." fakultas Ekonomi, evan pun mendownload bukti lulus seleksi dan formulir pendaftran ulangnya.
" yank nama kamu enggak ada nih." kata evan mengerjai nazwa lalu dia melihat ke layar laptop evan.
" aduh gimana dong kak, aku enggak keterima." kata nazwa
" iya udah kamu lusa ikut test dikampus kemarin, kan bisa ketemu sama ketua OSIS kamu disana." kata evan
" kok gitu sih kak, iya udah aku enggak usah kuliah aja deh." kata nazwa sedih. Evan pergi ke kamarnya untuk mengeprint hasil downloadan tadi
" kakak mau kemana, coba lagi kak cek punya aku." kata nazwa
" aku ke kamar dulu simpan laptop sayang." kata evan
" kakak jahat ih, bukannya nemenin aku." kata nazwa ngambek. Evan enggak menghiraukan nazwa, dia masuk ke kamar lalu menyambungkan laptopnya ke printer. Selesai ngeprint dia kembali dengan membawa hasil printn tadi. Nazwa masih duduk di sofa dengan matanya sudah memerah, dia menahan kesal dan sedih.
" kok nangis sih, jangan begitu dong, nanti disangkanya aku berlaku kasar sama kamu." kata evan. Nazwa diam enggak bicara. Evan menyerahkan lembaran kertas ke nazwa.nazwa pun melihatnya.
" apa ini kak. Mau pamer ya ke aku." kata nazwa
" kak... Ini beneran aku keterima, kakak enggak mengeditnya kan." kata nazwa
" kamu scan aja barcodenya, kalau enggak percaya, lagian buat apa aku.mengeditnya sayang, tadi aku hanya mengerjai kamu aja, makanya aku ke kamar mau print ini." kata evan
" kakak jahat bikin aku sedih... Bikin aku kesel tau." kata nazwa
" iya udah jangan sedih lagi ya.. Minggu depan kita hatus daftar ulang." kata evan. Nazwa pun memeluk evan lalu memberikan ciuman ke pipi evan.
" aku bahagia bisa se kampus sama kakak. Aku mau ngabari ayah sama ibu ya." kata nazwa. Laku menelepon orang tuanya memberi kabar bahwa dia keterima di PTN. Evan pun sama memberi kabar ke ibunya bahwa dia diterima di PTN.
" kak kita pergi makan diluar yu." kata nazwa
" iya. Kamu mau makan dimana memangnya." kata evan
" aku pengen steak, bolehkan, nanti kita ajak ella sama yasmin sekalian." kata nazwa
" iya boleh dong. Berarti nanti kita sekalian jemput mereka ya." kata evan
__ADS_1
" iya kak, kalau begitu aku pulang dulu ya, mau gangi pakaian." kata nazwa
" iya udah aku antar kamu pulang." kata evan, evan dan nazwa pamitan dulu sama bi siti, lalu evan mengantar nazwa ke rumahnya naik motor. Sampai di rumah nazwa mengajak evan masuk ke rumah dan disuruh menunggu di ruang tamu. Tak lama kakek baskoro keluar dari kamarnya.
" eh ada kamu nak, nazwanya kemana." kata kakek baskoro
" lagi ke kamar kek, mau ganti pakaian dulu, katanya mau makan sekalian jemput jaka, yasmin dan ella." kata evan
" oh mau makan, kakek ikut deh kalau begitu bolehkan." kata kakek baskoro
" boleh dong kek," kata evan
" gimana nak, kerjaan kamu di rumahsakit." kata kakek baskoro
" lancar kek, saya datang kesana kalau ada urgent aja kek, terutama yang enggak bisa ditangani sama dr. Helmi dan dr. Bambang." kata evan. Tak lama nazwa datang.
" kek, aku sama kak evan keterima di PTN." kata nazwa
" syukur kalau begitu, jadi kalian 1 kampus ya." kata kakek baskoro
" iya kek, kakek mau ikut enggak makan sekalian jemput jaka, yasmin sama ella." kata nazwa
" iya dong kakek harus ikut. Iya udah ayo kita berangkat, eh nak kamu telepon dulu yang biasa jemput yasmin sama ellanya." kata pak baskoro. Evan menelepon pak agus supaya enggak menjemput. Setelah itu mereka pergi menjemput jaka dan yasmin terlebih dahulu.
" kakak tumben jemput aku," kata yasmin lalu dia menyalami evan, nazwa dan kakek baskoro
" enggak boleh kakak jemput kamu, kalau enggak boleh kakak telepon pak agus nih, soalnya kakak mau pergi makan." kata evan
" boleh kak, apalagi diajak makan dulu." kata yasmin. Setelah menjemput yasmin dan jaka mereka pergi ke sekolahan ella. Mereka menunggu karena ella belum waktunya pulang. Setelah jam sekolah selesai evan menelepon adiknya, tak lama ella muncul di parkiran. Ella pun menhalami mereka.
" ayo dong kak, aku udah lapar nih." kata yasmin
" memangnya mau kemana kak." kata ella
" kak nazwa pengen makan steak, jadi kita pergi kesana dulu." kata evan
" wah asyik nih, setiap hari aja ya kak jemputnya, jadi aku bisa makan siang enak di luar nih." kata ella. Mereka pergi ke restoran yang menjual steak... Sampai disana mereka langsung memesan makanan tersebut. Evan yang membayar semuanya.
__ADS_1