WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Undangan Makan Siang


__ADS_3

Karena sudah malam mereka pun pergi ke kamarnya, evan mengangkat yasmin yang tertidur ke kamar bu marni, nazwa pergi ke kamar ella. Di pagi hari evan keluar kamar hendak lari, setelah siap dia pun berlari ke lapangan. Setelah melakukan lari 7 putaran evan pun beristirahat di warung biasa, semenjak mengobati pak akmal semalam evan merasakan lapar, dia pun membeli bubur ayam. Evan pun makan bubur dengan lahapnya, selesai makan dan membayar evan pulang ke rumah. Di rumah Bu marni sedang menyiapkan sarapan buat anak anaknya.


" kamu habis lari ya nak, apa kamu enggak cape." kata bu marni


" enggak bu, lagian ini juga buat aku supaya bisa mengobati orang." kata evan


" iya udah kamu sarapan aja duluan kalau memang sudah lapar, adik adik kamu kayanya kecapean, nazwa juga sama mereka tadi ibu lihat masih tidur." kata bu marni


" sebentar bu, aku ke kamar dulu bersih bersih." kata evan, lalu pergi ke kamarnya, setelah itu dia kembali ke ruang makan. Tak lama nazwa dan ella pun keluar disusul yasmin.


" maaf ya bu. Kak, aku kesiangan, habisnya cape banget." kata nazwa


" enggak apa apa nak, ibu juga sama kok, cuma evan aja yang bangun pagi, apalagi dia naru pulang lari tuh." kata bu marni


" apa kakak enggak cape ya, padahal semalam kakak habis mengobati orang, kita aja yang enggak cape banget." kata ella


" kakak udah biasa dek bangun pagi, kecuali kakak enggak enak badan." kata evan, mereka pun sarapan bersama


" tumben kamu makannya banyak nak." kata bu marni


" iya bu, aku juga bingung, sejak semalam aku rasanya lapar aja, tadi habis lari sebelum pulang aku makan bubur ayam dulu padahal." kata evan


" mungkin karena tenaga kamu terporsir untuk mengobati pak akmal semalam." kata bu marni


" mungkin juga, karena aku juga baru mengobati orang selama itu." kata evan


Tanpa disadari evan, di rumah sakit terjadi kegemparan karena pak akmal yang sudah di ponis tidak bisa disembuhkan, bisa sembuh oleh dokter muda. Mereka tidak tau siapa dokter muda tersebut yang telah mengobati pak akmal itu. Berita kesembuhan pak akmal pun menyebar sehingga rumah sakit pak handoko menjadi lebih terkenal. Pak handoko sendiri pun mendengar hal tersebut, membuat dia tersenyum sendiri. Semalam dia langsung membuat surat rekomendasi dari rumah sakit S dan dari dr. Helmi dan dr. Bambang. Dan surat itu pula sudah dia berikan kepada pak akmal. Pak akmal sendiri pagi itu langsung pulang ke rumahnya karena merasa bosan berada dirumah sakit. di rumah beliau disambut bahagia oleh anggota keluarganya baik anak anaknya, menantunya dan cucu cucunya, Serta kerabat dekat. Walaupun di hari libur dia meminta staf kantornya untuk membuat surat izin praktek dokter untuk evan, beliau pun mengirim data data yang diperlukan terlebih dahulu. Beliau pun berencana membuat acara makan makan dan akan mengundang evan serta akan memberikan surat izin tersebut diwaktu acara tersebut.

__ADS_1


Evan dan yang lainnya pun berkumpul di ruang keluarga sambil nonton televisi. Jam 9an evan menerima pesan dari pak akmal.


" pagi nak, kamu sedang sibuk enggak hari ini." kata pak akmal


" pagi juga pak, bagaimana kondisi bapak, hari ini saya tidak ada kegiatan apa apa pak, memangnya kenapa pak, ada yang bisa saya bantu." jawab vian


" semenjak diobati kamu, saya menjadi lebih segar dan sehat, ini saja saya sudah di rumah. Begini nak, saya berencana mengundang kamu dan keluarga untuk makan siang di rumah saya, sebagai bentuk syukur saya atas kesehatan saya dan saya mengundang kamu untuk mengucapkan terimakasih." kata pak akmal


" kapan waktunya pak." tanya evan


" hari ini nak, jam 11an di rumah saya, nanti alamatnya saya kirimkan ke kamu." kata pak akmal


" baik pak, saya akan datang beserta keluarga, terimakasih atas undangannya." kata evan


" pesan dari siapa nak." kata bu marni


" pak akmal bu, beliau mengundang aku dan keluarga untuk makan siang di rumahnya hari ini jam 11an. Gimana bu." kata evan


" iya sudah kalau begitu, kita pergi jam 10an kalau begitu." kata evan


" aku boleh ikut kak." kata nazwa


" tentu boleh dong." kata evan


" kalau begitu aku pulang dulu ya, untuk ngasih tau ayah dan ibu sama aku juga kan enggak ada pakaian untuk pergi." kata nazwa


" iya sudah aku antar kamu pulang." kata evan, nazwa pun berpamitan ke pada bu marni, evan pun mengeluarkan motornya lalu mengantar nazwa pulang le rumahnya.

__ADS_1


Di rumah nazwa kakek baskoro sedang olah raga ringan di halaman rumah, pak hadi dan bu citra sedang minum teh di kursi taman sambil berjemur.


" pagi kek, om, tante." kata evan


" pagi juga nak, kalian dari mana." kata pak hadi, dia pun menyuruh evan dan nazwa duduk disana.


" dari rumah om." kata evan


" gimana semalam, apa bisa kamu mengobati pasien yang dikatakan pak handoko itu," kata pak hadi


" bisa om, makanya semalam kita pulang dari rumah sakit malam." kata evan


" memangnya siapa pasien itu nak." kata kakek baskoro


" pak akmal kek, beliau itu petinggi dibidang kesehatan." kata evan


" pak akmal itu, pantesan pak handoko merahasiakannya, hebat kamu nak, apa dia tidak mempermasalahkan kamu karena kamu kan belum punya izin prakter dokter." kata pak hadi


" sebelumnya beliau mempertanyakan itu dan dia enggak yakin bahwa saya yang telah mengobati penyakit dia, tapi pak handoko, dr. Helmi dan dr. Bambang memberitahukan beliau bahwa saya yang telah menyembuhkan penyakit beliau itu. Dan akhirnya dia mengakui itu setelah beliau menerima hasil test kesehatan. Dan siang ini saya di undang ke rumahnya untuk acara makan siang." kata evan


" tau enggak yah, bu, kek, sepertinya kak evan enggak perlu kuliah deh, soalnya semalam pak akmal itu menyuruh pak handoko untuk membuat surat rekomendasi dari rumah sakit dan rekomendasi dari dr. Helmi dan dr. Bambang, beliau akan mengeluarkan surat izin praktek untuk kak evan, sama kak evan enggak perlu susah susah mencari pekerjaan lagi karena pak handoko sudah mengontrak kak evan menjadi dokter ahli di rumah sakit itu, dan dia datang ke rumah sakit kalau diperlukan aja." kata nazwa dengan bangganya.


" wah hebat banget kamu itu ya, saya ikut bangga mendengarnya." kata pak hadi


" jadi pengen cepat cepat aja nih meresmikan hubungan kalian kejenjang pernikahan." kata bu citra


" ih ibu... Baru aja kita tunangan bu." kata nazwa yang membuat pipinya merona

__ADS_1


" kalau saya sih tergantung nazwa aja bu, kalau memang dia mau sekarang sekarang ini, saya ikut saja." kata evan


" untuk hal itu kita bicarakan lain kali saja." kata pak hadi, mereka pun terus mengobrol, bu citra pun menyuruh ART disana untuk membuatkan minum untuk evan.


__ADS_2