
Di dalam kamar evan melakukan meditasi untuk meningkatkan kemampuannya. Evan pun dibimbing eyang wijaya supaya kekuatan fisiknya meningkat dan pengolahan energinya juga bertambah. Selesai melakukan latihan evan dibawa sama eyang wijaya ke tempat istirahat yang belum evan lihat sebelumnya, disana ada sebuah taman yang sangat indah, evan dibawa ke sebuah saung, di pinggir saung terdapat sungai kecil yang airnya sangat jernih, ikan ikan terlihat berenang kesana kemari, evan merasakan ketenangan.
" eyang bahagia melihat kondisi kamu cu, enggak salah eyang mewarisi pengetahuan ini kepada mu, kamu selalu mau belajar meningkatkan kemampuan kamu, eyang juga bahagia melihat tanggung jawab kamu kepada keluarga menggantikan ayahmu devano, bisa membuat ibumu dan adik kamu bahagia, jangan pernah sombong atas kemampuan yang kamu miliki saat ini, contohlah padi, semakin berisi maka dia akan terus menunduk karena semakin tinggi seseorang maka hembusan angin pun akan semakin tinggi, bantulah orang yang memang membutuhkan bantuan kamu jangan terlena dengan kondisi kamu saat ini,.".
" terimakasih eyang atas nasehat dan bimbingannya, aku akan selalu mengingat nasehat eyang. Eyang besok aku mau nikah sama nazwa, apakah eyang bisa hadir kesana." kata evan
" eyang tau cu, eyang bahagia melihat kalian bahagia, eyang sudah tidak bisa masuk kedunia kalian lagi, eyang hanya bisa melihat saja dari sini dan hanya bisa memberikan petunjuk saja kepada kamu, ya sudah kamu kembali kesana." kata eyang wijaya. Seketika evan pun terbangun dari meditasinya, lalu evan bersih bersih dan mengganti pakaiannya.
Di pagi hari evan dan yang lainnya sarapan bersama, mereka sudah seperti keluarga besar.
" hari ini kalian ke kampus." kata pak hadi
" iya yah, tapi cuma 2 mata kuliah aja, siang udah pulang, paling nunggu kak evan pulang aja soalnya kak evan 3 mata kuliah" jawab nazwa
" iya pak, tapi enggak lama kok." kata evan
" bapak berharap walaupun kalian sudah menikah kuliah harus tetap jangan sampai terabaikan, apalagi sampai putus kuliah gara gara kalian sudah kerja." kata pak hadi
" iya pak." jawab evan dan nazwa
selesai sarapan ella, yasmin dan jaka pamit duluan pergi ke sekolah diantar pak agus, pak hadi dan bu citra juga sama pergi kerja, bu marni juga mau pergi ke pabrik. Evan dan nazwa pergi ke rumah kecantikan E&N terlebih dahulu. Disana nita dan dina sedang beres beres membersihkan rumah perawatan.
" naz, kamu enggak undang teman teman sekolah kita acara kamu." kata nita
" nanti aja deh mereka diundangnya pas resepsi aja." kata nazwa
" udah siap kan, ayo berangkat." kata evan, mereka pun pergi ke kampus. sampai di kampus evan langsung pergi ke ruang belajar untuk mengikuti mata kuliah hari itu. Setelah mengikuti 2 mata kuliah dan sedang jam istirahat evan pergi ke kantin, sebelum tiba di kantin evan melihat seorang bapak bapak berumur 35 tahunan sedang duduk di bawah pohon sambil menunduk.
__ADS_1
" assalamualaikum, selamat siang pak, bapak kenapa, sakit." tanya evan, lalu menghampiri bapak tersebut
" waalaikumsalam nak, enggak kok nak " jawab bapak tersebut.
" bapak bekerja disini." tanya evan
" iya nak, bapak petugas kebersihan disini." jawab bapak tersebut
"bapak kelihatan pucat, apa bapak sudah makan." tanya evan
" belum nak,".
" iya udah bareng sama saya aja pak, temani saya makan." kata evan.
" jangan repot repot nak, enggak masalah kok, saya sudah minum teh manis tadi di kantor."
" nama kamu siapa nak, kamu mahasiswa baru ya disini." kata sang bapak
" saya evan pak, iya saya mahasiswa baru disini, nama bapak siapa." kata evan
" nama saya sanusi nak." jawab pak sanusi
" makasih banyak nak atas makanannya...jarang orang yang memperhatikan seperti nak evan ini." kata pak sanusi sambil makan dan meneteskan air mata.
" sama sama pak, kebetulan aja saya lihat bapak, sepertinya bapak lagi ada masalah, kalau boleh tau ada masalah apa pak, mungkin saya bisa bantu." kata evan
" maaf sebelumnya nak, bapak jadi cerita sama kamu, saya lagi pusing mikirin isteri yang sedang sakit, saya bingung mau bawa dia ke rumah sakit tapi enggak ada biayanya, mau pinjam ke kantor enggak enak soalnya baru 2 bulan kemarin pinjam juga untuk bayar kontrakan rumah." kata pak sanusi
__ADS_1
" memangnya isteri bapak sakit apa." tanya evan
" sakit usus buntu nak, dia harus di operasi kata dokter waktu itu." kata pak sanusi, dia berhenti makan
" iya sudah bapak habiskan makannya dulu. Bapak tinggal dimana sekarang." kata vian. pak sanusi pun makan lagi
" saya ngontrak dekat sini nak," jawab pak sanusi.
" iya sudah bapak bawa saja isterinya ke rumah sakit C. Nanti saya kabari pihak rumah sakitnya, enggak usah memikirkan biayanya karena saya bekerja disana dan saya dapat fasilitas gratis. Kalau boleh saya minta kartu identitas bapak, nanti bapak tinghal tunjukan KTP bapak saja pas pendaftaran." kata evan
" ini serius nak, kamu enggak bohongi saya kan, rumah sakit itu rumah sakit mahal loh nak." kata pak sanusi. Evan menyelesaikan makannya.
" untuk apa saya membohongi bapak, sebentar saya telepon pihak rumah sakitnya." kata evan, lalu menelepon rumah sakit, evan meminta KTP pak sanusi dan nomor teleponnya lalu mengirimkan ke pihak rumah sakit. Tak lama handphone pak sanusi berbunyi
" selamat siang ini dengan siapa ya." kata pak sanusi
" selamat siang pak sanusi, saya dari rumah sakit C, saya dapat kabar dari dokter evan bahwa isteri bapak perlu di operasi, bapak sekarang siap siap saja, sebentar lagi ambulance rumah sakit akan pergi menjemput isteri bapak, mohon kirimkan alamat lengkapnya saja ke nomor ini ya pak supaya sopir ambulance kami bisa cepat." kata staf rumah sakit
" iya bu... Saya akan kirimkan alamatnya." kata pak sanusi. Telepon pun di tutup.
" nak katanya kamu mahasiswa baru kok kamu di panggil dokter sih sama ibu tadi." kata pak sanusi masih belum percaya, evan mengeluarkan surat izin prakteknya supaya bapak itu percaya.
" nak terimakasih banyak atas pertolongan kamu. Bu... Akhirnya kamu bisa dioperasi, alhamdulillah ada orang baik yang menolong kita bu.." lirih pak sanusi
" sama sama pak, kalau ada apa apa kabari saya aja, itu nomor saya, udah bapak siap siap aja untuk mengurus isterinya." kata evan sambil melakukan panggilan ke nomor pak sanusi yang tadi diberikan kepada dia.
" terimakasih nak, kalau begitu saya pamit ya, mau izin dulu ke kantor dan langsung siap siap mengantar isteri." kata pak sanusi
__ADS_1
" iya pak, mohon diterima, ini saya ada rezeki buat di rumah." kata evan sambil menyerahkan uang ke pak sanusi. Pak sanusi meneteskan air matanya lagi sambil mengucapkan terimakasih. Evan pun masuk kembali ke kelas untuk mengikuti kuliah selanjutnya, evan merasa bahagia karena bisa membantu orang lain. Evan memberi kabar ke nazwa bahwa dia sebentar lagi selesai kuliahnya. Evan juga menerima pesan dari pak sanusi bahwa dia dan isterinya sudah di jemput ambulance dari rumah sakit C.