
Evan melihat notifikasi yang masuk, dia pun tercengang melihat jumlah uang yang ditransfer pak handoko..
" kenapa kak, senyum senyum sendiri." kata ella
" ini dek, kakak baru nerima notifikasi ada orang mengirim uang." kata evan
" dari siapa gitu kak." kata ella
" dari orang yang kakak tolong tadi." jawab evan, lalu memperlihatkan notifikasi tersebut.
" wow. gede banget kak, orang itu baik transfer segitu, kakak memang hebat." kata ella
" boleh aku lihat enggak kak." kata nazwa
" ini, kamu lihat aja," kata evan, dia lun memperlihatkan kepada nazwa. Nazwa tercengang melihat jumlah uang yang masuk di rekening evan
" kakak harus traktir kita kita nih." kata ella
" kan udah tadi ditraktir makan pizza." jawab evan
" itu cuma berapa persen dari uang yang kakak terima." kata ella. Tak lama bu marni datang.
" ada apa sih, kalian ngobrolin apa. Eh ada nazwa sama jaka juga." kata bu marni
" maaf ya bu kita main disini." kata nazwa
" iya enggak apa apa, ibu malahan senang kalian mau menemani anak anak ibu disini." jawab bu marni
" bu tau enggak kak evan dapat transferan uang." kata ella
" enggak tau, memang dapat transfer uang dari mana." kata bu marni
" ini bu dari orang yang aku tolong waktu pulang." jawab evan
" iya bu tadi sewaktu pulang di jalan ada kecelakaan, kak evan menolong orang yang kecelakaan tersebut." kata nazwa
__ADS_1
" sam itu bu lihat jari manis kak evan sama kak nazwa, mereka sudah pakai cincin couple gitu, so sweet banget kan mereka." kata ella
" iya bagus dong, berarti kakak kamu udah enggak jomblo lagi. Udah dulu ya ibu mau bersih bersih dulu." kata bu marni, lalu dia pergi masuk ke kamarnya.
" kak jangan lupa traktirannya ya." kata ella
" iya bawel banget sih kamu dek." kata evan
" aku iri sama kakak, udah bisa mendapatkan uang sendiri. Uangnya buat nikah sama kak nazwa ya." kata ella
" apaan sih la, masih lama kali." kata nazwa
" uang segitu mana cukup dek untuk nikah, palingan buat tunangan dulu aja." kata evan, nazwa mendengarnya bahagia mendengar uacapan evan tersebut.
" iya udah secepatnya aja kakak tunangan, supaya kak nazwa enggak ada yang merebutnya." kata ella
" emang aku apaan diperebutkan." kata nazwa
" kalian udah pada makan belum." kata bu marni yang baru datang daru kamarnya sehabis bersih bersih.
" kita baru makan pizza bu, kak evan tadi membelinya." kata ella
" sudah bu, minggu depan test masuknya." jawab evan
" oh iya nak, tadi ibu bawa bahan bahan obat yang kamu perlukan tuh di mobil, oh iya bi, saya minta tolong ambilkan barang yang ada di mobil." kata bu marni
" baik bu." kata bi siti dari dapur. Dia pun pergi ke garasi untuk mengambil barang yang disuruh bu marni. Tak lama bi siti kembali dengan membawa 2 kantung plastik, pak budi juga sama membawa 2 kantung plastik. Evan menyuruh menyimpannya di kamar dia.
" oh iya nak 2 hari lagi, kita akan tanda tangan akta pendirian perusahaan, nama perusahaannya PT. Devano Farma,nangi kamu ikut tandatangan juga ya, tinggal merk dagangnya aja yang belum kita tentukan." kata bu marni
" merknya NAZE aja bu," kata ella
" apa artinya itu." kata bu marni
" nazwa dan evan Bu, kan mereka mau tunangan." kata ella
__ADS_1
" beneran itu nak, kok ibu belum dikasih tau," kata bu marni
" kalau aku sih tergantung nazwa aja bu, apa memang dia mau jadi tunangan aku dan kedepannya jadi isteri aku." kata evan
" gimana menurut kamu nak nazwa, apa kamu mau jadi tunangannya evan." kata bu marni
" mau bu." kata nazwa tersipu malu
" kamu bicarakan dulu aja sama orang tua kamu, dan kamu juga harus benar benar memikirkan apakah benar mau sama anak ibu ini jangan sampai ada penyesalan dikemudian hari, karena kalau audah tunangan itu akan lebih berat lagi statusnya." kata bu marni
" iya bu nanti aku bicara sama bapak dan ibu sama kakek juga." kata nazwa
" memang bagus juga kalian mengumumkan pertunangan itu, untuk menjaga jangan sampai ada fitnah, apalagi nanti kalian akan sama sama kuliah bareng." kata bu marni
" iya bu, kita tunggu saja dari pihak nazwanya akan seperti apa, enggak jadi pun enggak jadi masalah buat aku yang terpenting aku sudah ada niatan untuk hal itu." kata evan
" iya nak nazwa, jangan sampai keputusan kamu itu membuat penyesalan kedepannya, kalaupun kalian tidak jadi, rumah ini akan selalu terbuka untuk kalian kesini, jadi kamu jangan fikirkan gimana gimana, ini buat kebahagiaan kamu, jangan karena terpaksa, merasa enggak enak." kata bu marni
" iya bu, kalau aku sih sudah ambil keputusan, aku sudah yakin mau bersama kak evan, kak evan bisa memberikan kebahagiaan buat aku bu, tinggal gimana bapak dan ibu memutuskan karena aku mau mereka merestui hubungan aku dan kak evan." kata nazwa
" bagus itu, jangan sampai kalian tidak mendapat restu." kata bu marni, bu marninpun mengambil potongan pizza yang masih ada di atas meja. Setelah mengobrol bu marni.mengajak mereka semua makan malam bersama. Selama makan itu pula bu marni memperhatikan nazwa calon menantunya. Dia melihat keseriusan dari nazwa untuk menjadi isteri anaknya kedepan. dia akan menuruti kemauan anaknya itu kalau memang itu positif dan bisa memberikan kebahagiaan. Selesai makan malam mereka kembali ke ruangan keluarga. Tak lama berselang kakek baskoro datang untuk menjemput cucu cucunya itu.
" malam bu. Maaf nih saya jadi merepotkan keluarga ibu." kata kakek baskoro
" enggak masalah kok pak, lagian mereka sudah pada dewasa, jadinya enggak repot." jawab bu marni
" gimana jadi kalian daftar kuliahnya." kata kakek baskoro
" jadi kek, aku lupa minta uang ke bapak, akhirnya kak evan yang bayarin deh." kata nazwa
" tuh kan jadinya merepotkan, terimakasih nak undah membantu nazwa ya." kata kakek baskoro
" sama sama kek, itu enggak merepotkan." kata evan
" tumben kamu mau pakai cincin, cincin dari siapa itu." kata kakek baskoro
__ADS_1
" kak evan juga sama kek, mereka couplean, mereka mau tunangan tuh kek, menurut kakek gimana." kata ella
" pantesan kamu mau pakai cincin, biasanya kamu.enggak mau pakai perhiasan. Kalau kakek sangat setuju, tinggal orang tua nazwa aja yang memberikan keputusan. Tapi kakek yakin bapak dan ibu kamu setuju kalau kalian bersama." kata kakek baskoro. Karena sudah malam kakek berpamitan untuk pulang ke rumahnya. Evan dan bu marni mengantar mereka ke depan, setelah kepergian kakek baskoro, nazwa dan jaka pulang, evan pamitan ke bu marni karwna dia mai meracik obat obatan dari bahan yang tadi bu marni bawa.