
Evan mengantar nazwa pulang ke rumahnya, karena jarak rumah mereka tidak begitu jauh, mereka jalan kaki.
" kak makasih ya, aku bahagia banget bisa kenal sama kak evan." kata nazwa
" sama sama, aku juga bahagia kok bisa kenal sama kamu." jawab evan
" aku baru kali ini merasakan dilindungi sama cowok, dari dulu aku enggak pernah sedekat ini." kata nazwa
" padahalkan bangak cowok yang suka sama kamu, apalagi mereka ganteng ganteng dan kaya kaya, kok kamu mau sih sama aku." kata evan
" ngomong apa sih kak, kak evan belum percaya ya sama aku." kata nazwa
" iya bukan begitu, aku takut aja kehilangan kamu, kamu menyesal dekat dengan aku." kata evan
" aku malahan bahagia kak bisa dekat sama kakak, aku merasa dilindungi. Pokonya aku enggak mau dengar kakak ngomkng begitu lagi." kata nazwa. Dibalas anggukan evan. Mereka pun tiba di rumah nazwa, setelah nazwa masuk, evan pamitan untuk pulang ke rumah lagi, sampai di rumah evan pergi ke ruang keluarga, disana di tunggu sama ibu dan adik adiknya.
" gimana bu perkembangan pembentukan perusahaan farmasinya." kata evan
" alhamdulillah nak, proposal kamu di setujui sama yang lainnya juga, dan kita sedang proses membeli pabrik untuk produksinya," kata bu marni
" untuk bahan bahan obatnya gimana bu, apa sudah dapat." kata evan
" baru lusa datangnya, karena kita juga harus memastikan ketersediaan bahan tersebut untuk ke depannya bukan hanya sekedar untuk sample saja." kata bu marni
" oh iya gimana rencana kamu kuliah, sudah dapat kampusnya." lanjut bu marni
" besok aku sama nazwa mau melihat kampusnya bu, soalnya nazwa pengennya satu kampus dengan aku." kata evan
__ADS_1
" ibu enggak masalah, tapi kamu harus ingat tentang pendidikan kamu, jangan sampai karena kamu sama nazwa pacaran jadi lupa tujuan awal kamu untuk memperoleh ilmu." kata bu marni
" iya bu, aku akan selalu ingat pesan ibu. Soalnya kenapa nazwa mau se kampus karena supaya dia ada teman juga, kata kakek baskoro biar ada yang jagain dia." kata evan
" ibu setuju, nak nazwa kelihatan anak yang baik, keluarganya juga baik." kata bu marni
" aku akan minta pak agus dulu ya bu untuk antar aku besok, soalnya aku belum tau jalan jalannya." kata evan
" iya udah, nanti ella sama yasmin bisa suruh pak haris untuk mengantar sama menjemputnya. Bahkan bu citra minta supaya yasmin berangkat sama pulangnya barengan sama jaka. " kata bu marni
" sama kamu juga nanti harus menandatangani akta pendirian perusahaan sebagai pemilik perusahaan juga," lanjut bu marni
" ibu atur aja deh, aku ikut apa kata ibu aja." kata evan
" ini juga sebagai bentuk perlindungan perusahaan nak, ibu enggak mau kejadian yang sudah sudah terulang kembali." kata bu marni. Selesai mengobrol mereka masuk ke kamarnya masing masing. Sampai di kamar evan melakukan meditasi untuk mengolah kekuatannya. Evan merasa dia berada di tempat yang waktu itu berada, ketenangan di tempat itu membuat evan menjadi rilex dan konsentrasi. Kakek wijaya pun mendatanginya.
" kek aku sama ibu mau mendirikan perusahaan farmasi, aku meminta saran dari kakek." kata evan
" siap kek, aku akan menurut apa kata kakek, dan perusahaan ini juga sebagai penarik orang orang yang dulu memburu ayah kek mau menampakan dirinya." kata evan
" boleh kamu memiliki dendam tapi ingat kamu tidak bisa terus berada dalam rasa dendam itu, kamu juga hafus ingat ibu dan adik adik kamu keselamatannya," kata kakek wijaya
" iya kek, aku udah buat pelindung, buat ibu dan adik adik karena aku tau enggak akan bisa selamanya beŕada disisi mereka." kata evan
" kakek mengetahui itu cu, ingat kamu juga harua memberikan perlindungan bagi gadis yang suka sama kamu itu, kamu harus jaga dia juga, dia anak baik, tulus mencintai kamu, semoga dari dia keturunan kakek bisa berlanjut, kakek senang kamu memiliki hati yang baik kepada sesama, mau menolong sesama, kakek akan memberikan resep resep obat mujarab untuk kamu oleah di perusahaan itu." kata kakek wijaya. Lalu memegang kepala evan, aliran hangat menerpa sampai ke tubuh evan, informasi mengenai resep resep obat itu pun tertanam di otak evan. Setelah itu evan pun sadar dari meditasinya. Evan menyadari bahwa waktu sudah hampir pagi. Evan pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih. selesai bersih bersih evan melihat handphone, disana ada pesan dari nazwa.
" kak besok kita lari pagi lagi ya." kata nazwa
__ADS_1
" iya... Nanti aku samper ke rumah kamu ya." jawab evan
jam 6 evan pergi dari rumahnya menuju ke rumah nazwa, sampai disana evan menelepon nazwa memberitahu bahwa dia sudah di depan rumahnya. Nazwa pamitan ke orangtua dan kakek baskoro. Lalu menemui evan.
" udah lama ya kak menunggunya." kata nazwa
" belum kok, ayo kita lari." ajak evan. Mereka pun lari santai menuju lapangan.
" oh iya kak, kata kakek dia mau ikut melihat kampusnya gimana." kata nazwa
" iya udah enggak apa apa." kata evan
" nanti aku sama kakek jemput kak evan ya." kata nazwa, "iya." jawab evan. Evan merasakan kegembiraannya jika bersama nazwa, mungkin karena evan baru dekat dengan seorang perempuan apalagi nazwa gadis yang cantik dan tidak sombong, membuat evan nyaman berada bersama nazwa. Mereka pun lari keliling di lapangan, setelah 4 putaran mereka petgi istirahat di warung biasa evan istirahat, evan mengambil minuman lalu menyerahkannya ke nazwa
" duh udah semakin dekat aja nih... Selamat ya, semoga hubungan kalian bisa sampai ke pelaminan." kata ibu pemilik warung
" iya bu, terimakasih." jawab evan dan nazwa
" kalian memang cocok nak evan dan non nazwa ini, pasangan serasi deh pokoknya, yang satu ganteng yang sagunya lagi cantik dan kalian ini enggak sombong." kata ibu pemilik warung
" jangan terus memuni bu, nanti aku jadi besar kepala deh." kata evan
" oh iya non, gimana kakeknya udah sehat," kata ibu pemilik warung
" sudah bu, berkat pertolongan kak evan, kakek sudah sehat." jawab nazwa
" wow.. Benar benar kamu ini nak evan luar biasa ya....masih muda udah tau ilmu pengobatan." kata ibu pemilik warung
__ADS_1
" biasa saja bu... Kebetulan saja saya bisa mengobatinya." kata evan
" kamu ini selalu aja merendah nak." kata ibu pemilik warung. Setelah istirahatnya dirasa cukup evan membayar minjman yang tadi dibelinya, lalu evan dan nazwa pamitan untjk pulang ke rumahnya. Evan mengantar nazwa pulang ke rumahnya.