
Hari berikutnya evan dan nazwa berencana untuk pergi daftar Ulang karena maximal melakukan daftar ulang 1 mi ggu setelah pengumuman, supaya tidak terburu buru dan takut ada yang kurang makan evan mengajak nazwa untuk pergi daftar ulang. Setelah lari pagi berdua evan mengantar nazwa pulang untuk siap siap dan nanti akan di jemput. Evan pun siap siap pergi, selesai sarapan ella dan yasmin berangkat terlebih dahulu baru bu marni berangkat kerja, jam 9an evan pergi menjemput nazwa diantar pak johan. Evan menjelaskan ke pak johan bahwa dia mau pergi ke kampus K. Setelah menjemput nazwa mereka pergi ke kampus K. 1 jam 24 menit mereka menempuh perjalanan, akhirnya sampai di tujuan. evan mengajak nazwa ke tempat pendaftaran ulang fakultas ekonomi, disana nazwa bertemu nita.
" hai naz, hai van, ternyata kamu daftar ulang sekarang juga." kata nita
" iya nit, kebetulan kak evan lagi senggang, takut di nanti nanti enggak ada waktu. Kamu udah daftar ulangnya nit." kata nazwa
" ini baru mau, kalau kamu udah." kata nita
" sama belum, kita baru aja sampai." kata nazwa, lalu mereka bertiga menuju ke tempat pendaftaran. Nazwa dan nita mengurus pendaftaran ulang.
" kak, gimana ya untuk daftar ulang harus bayar, aku enggak bawa uang sebanyak itu karwna ayah enggak ngasih banyak tadi." kata nazwa
" iya udah bayar aja, bisa pakai debit kan, ini pamai kartu aku." kata evan
" tapi kak, aku enggak enak ngerepotin kakak terus." kata nazwa
" kamu sekarang kan udah jadi tanggung jawab aku, pakai aja." kata evan lalu.menyerahkan kartu debitnya.
" PINnya ulang tahun kamu ya." lanjut evan. Nazwa menerima kartu itu lalu menyerahkan ke petugas yang ada disana, pembayaran uang kuliah pun selesai. Nazwa menyerahkan kembali kartu debit kepada evan. Melihat nita celingukan nazwa pun menegurnya.
" kenapa nit, ada masalah.".
" ini naz, ternyata uang aku kurang untuk.bayar uang pendaftaran ulangnya." kata nita
" memangnya kurang berapa." kata nazwa
" 2,5 juta naz, dikira aku cuma bayar uang kuliahnya aja enggak harus sama almamater dan kegiatan lainnya." kata nita
" iya udah pakai uang aku aja, kalau segitu aku ada dari ayah tadi, kan uang kuliah aku semuanya udah dibayar kak evan." kata nazwa
" iya naz, nanti kalau orangtua aku kasih aku bayar ke kamu kalau begitu." kata nita, nazwa memberikan uang cash yang ada di tasnya
" iya kaya sama siapa aja sih kamu ini, pakai aja." kata nazwa
__ADS_1
" makasih banget naz, utang aja ada kalian.," kata nita, akhirnya pendaftaran ulang nita pun selesai, meteka pergi ke fakultas kedokteran untuk melakukan daftar ulang evan. Karena sudah dipersiapkan evan tidak mengalami kesulitan dalam melakukan daftar ulang tersebut.
" kalian habis ini mau kemana." kata nita
" paling kita jemput adik adik kak evan dulu, baru cari makan, kamu sendiri mau kemana dan naik apa tadi." kata nazwa
" aku naik ojeg online naz, enggak tau mungkin aku langsung pulang aja." kata nita
" bareng kita aja nit, lagian kita bawa mobil kok, enggak apa apa kan kak." kata nazwa
" iya enggak apa apa." kata evan, mereka pun pergi ke parkiran. Sepanjang jalan banyak mahasiswa yang melihat nazwa, karena risih dilihatin, nazwa memegang tangan evan, dan memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manisnya itu.
" hebat ya kalian sampai pakai sopir segala." kata nita
" enggak kok, itu sopir dari rumah sakit tempat kak evan kerja nit. Karena sewaktu waktu kak evan harus siap kalau ada panggilan dari rumah sakit." kata nazwa
" memangnya evan udah kerja naz." kata nita
" udah sekitar 1 mingguan yang lalu nit." kata nazwa
" makanya itu, kak evan direkomendasikan sama dr. Helmi.dan dr. Bambang serta rumah sakit, dan kepala kesehatannya, kebetulan waktu itu pas kita tunangan, kak evan yang menyembuhkan penyakit beliau, jadi tanpa rekmondasi dari dr. Helmi pun kepala kesehatan itu memberikan surat izin praktek, makanya kak evan kerja disana." kata nazwa bangga bahwa calon suaminya sudah memiliki pekerjaan.
" terus kuliahnya gimana," tanya nita
" iya tetep kuliah lah, ke rumah sakit kak evan hanya datang kalau ada pasien yang enggak bisa disembuhkan dokter lainnya." kata nazwa
" hebat kamu van, belum apa apa sudah bisa kerja." kata nita,
" oh iya sayang, kamu mau enggak ngelola apotik dan nanti kamu bikin rumah kecantikan." kata evan, mereka pun menuju ke sekolah yasmin.
" boleh aja kalau aku, tapi aku enggak tau soal obat sayang." kata nazwa
" kamu hanya perlu melakukan pengawasan saja, biar nanti yang menjalankan usaha itu otang orang profesional." kata evan.
__ADS_1
" iya udah kalau begitu, jadi aku bisa fokus ke kuliah juga, nita kamu mau ikutan enggak." kata nazwa
" boleh aja, kalau memang kalian mengajak aku juga." kata nita
" tadi kan aku ngajal kamu nit." kata nazwa
" iya naz, aku mau, supaya bisa bantu orang tua setidaknya kalau aku dapat penghasilan bisa meringankan orang tua, jadi aku bisa bayar kuliah sendiri." kata nita
" kalau kaljan audah oke, nanti tinggal cari tempat yang setrategis." kata evan
" aku ngikut apa kata kamu aja sayang." kata nazwa. Mereka pun akhornya sampai di sekolah yasmin dan jaka, sebelumnya nazwa dan evan audah memberi tahu orang di rumahnya. supaya tidak menjemput jaka dan yasmin.
" kak kok kakak yang jemput, memangnya kakak dari mana dan pak agus kenapa kak." kata yasmin sambil menyalami mereka.
" kakak habis pulang daftar ulang kuliah, jadi sekalian aja jemput kamu dek dan kita mau pergi makan siang." kata evan lalu menyuruh pak johan untuk ke sekolahan ella, dimana itu pun bekas sekolah nazwa dan nita. Mereka sedikit menunggu, evan memberitahu ella bahwa dia sudah diparkiran. Tak lama ella datang menemui mereka. Setelah itu evan mengajak adik adiknya itu untuk pergi makan siang. Sampai di restoran mereka memesan makanan.
" asyiiik kalau di jemput kakak, aku makan di restoran terus." kata yasmin
" mumpung kakak ada waktu aja dek, mungkin saja kedepannya kakak enggak bisa jemput kalian lagi, soalnya kakak sebentar lagi masuk kuliah." kata evan
" kak kapan jadinya kakak sama kak nazwa nikahnya, kata ella
" iya mudah mudahan tahun ini la, doakan saja ya." kata nazwa
" kalian mau buru buru nikah nih." kata nita yang maget menerima kabar temannya mau cepat cepat nikah.
" iya nit, habis kita mau nunggu apa lagi, aku juga gakut kalau dilama lamain kak evan ada yang nyamber duluan." kata nazwa
" ya, kalau kalian nikah aku enghak ada teman lagi dong." kata nita
" enggak ada bedanya nit, toh kita bakalan lebih sering ketemu kalau jadi buka apotik dan rumah kecantikan." kata nazwa
" iya juga ya, semoga aja bisa cepat terlaksana." kata nita
__ADS_1
" aamiin " kata mereka, mereka pun makan makanan yang sudah dihidangkan sesuai pesanan mereka tadi.