WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Pulang liburan 1


__ADS_3

Sore hari mereka pergi ke pantai, yasmin senang punya teman sebayanya jaka.


" akhirnya yasmin punya teman sebayanya ya." kata bu marni


" iya mereka langsung akrab aja." kata bu citra


" bu nanti aku boleh ya main ke rumahnya ella, kalau di rumahkan aku enggak ada teman." kata nazwa


" mau ketemu ella atau nak evan nih." kata bu citra


" apa sih ibu ini." kata nazwa, mukanya memerah malu malu


" boleh aja, tapi harus tau waktu dan jangan sampai merepotkan ya." kata bu cirta, dia pun tersenyum melihat tingkah anaknya itu


" ketemu kak evan juga enggak apa apa kok kak nazwa. Kita bisa lari bareng kalau begitu kak." kata ella


" boleh tuh, jadi rame." kata nazwa


" tapi enggak akan yang cemburu kan kak." kata ella


" kamu ini la ada ada aja, siapa lagi yang akan marah." kata nazwa


" iya misalnya pacar kakak gitu." kata ella


" enggak ada pacar pacaran di kamus aku, hanya akan habisin waktu aja." kata nazwa


" iya deh kak, kalau begitu." kata ella


Di saat itu evan merasakan ada sesuatu yang terjadi, evan melihat sekeliling pantai, dari arah 500 meter dari tempatnya duduk, evan melihat bapak bapak yang sedang berlari sambil teriak minta tolong. Toloooong .... Tolooooong ..... Tolong.. evan bergegas menghampiri bapak tersebut.


" ada apa pak." tanya evan


" nak tolong, isteri saya tiba tiba pingsan." kata bapak tersebut


" mari kesana pak, saya sedikit bisa mengobati." kata evan, kakek baskoro, pak hadi dan yang lainnya pun mengikuti dari belakang. Sampai di lokasi kejadian evan melihat seorang ibu sedang ditangisi anak anaknya.


" bu... Bangun bu.... Ibu kenapa....".


" sebentar kak, dik, saya coba periksa." kata evan meminta tempat


" kamu memangnya tau kedokteran." kata anak yang lebih besar usianya di atas evan, evan tidak mempedulikan omongan itu, dia memeriksa denyut nadi si ibu.

__ADS_1


" dia bisa mengobati ibu kamu." kata kakek baskoro yang baru saja tiba


" awas aja ya kalau terjadi apa apa sama ibu aku." kata anak tadi


" mia berhenti bicara seperti itu, ayah yakin dia bisa mengobati ibu." kata sang bapak. Evan mengambil jarum dari kantong yang ada di pinggangnya, evan meminta supaya dibantu membuka sedikit pakaian si ibu, setelah itu evan menancapkan 7 jarum di bagian punggung si ibu. Setelah 17 menit evan mengambil jarum jarum tersebut lalu menyimpannya kembali ke tasnya, evan menyuruh supaya merapihkan kembali pakaian sang ibu. evan memijit telapak kaki si ibu dan mengalirkan energi.


selesai memijit, si ibu pun bangun.... Anak tadi yang melihat ibunya sudah sadar langsung memeluknya.


" bu... Ibu kenapa, mia takut ibu kenapa kenapa." kata mia


" ibu memangnya kenapa nak." kata ibu itu


" ibu tadi pingsan.. Untungnya ada anak ini yang menolong..." kata si bapak sambil melihat evan


" sebentar... Perasaan saya kenal kamu deh nak... Dimana ya kita pernah ketemu." kata bapak melanjutkan perkataannya


" pak kepala dinas, apa kabar pak?, saya evan pak, dulu kita ketemu di kantor dinas pendidikan pak joko." kata evan


" oh iya saya ingat, pantesan dari tadi saya merasa enggak asing, terimakasih ya nak, kamu udah menolong istri saya." kata pak kepala dinas


" sama sama pak, kebetulan saya tadi melihat bapak berlari meminta tolong, jadi saya kesini." kata evan


" iya bu, nak evan ini." kata pak kepala dinas


" perkenalkan saya bu siska, isterinya pak kepala dinas, beliau cerita tentang kamu, dan sangat mengagumi kamu nak." kata bu siska


" kamu sedang liburan juga nak evan, ini ibu kamu kan yang waktu itu hadir juga." kata pak kepala dinas


" betul pak kami sedang liburan, saya ibunya evan, dan waktu itu kita bertemu." kata bu marni


" oh iya nak kenapa isteri saya sampai pingsan begitu." kata pak kepala dinas


" ibu tadi asam lambungnya naik, karena membuat sesak jadi ibu pingsan. Sama tekanan penyakit.... Sekarang bagaimana kondisi ibu." tanya evan, tadi evan berhenti bicara karena mendapat isyarat dari si ibu supaya tidak bicara masalah penyakit lainnya.


" memang saya memiliki asam lambung nak, sekarang saya merasa nyaman, enggak ada rasa mual lagi." kata bu siska


" nanti ibu cek aja ke dokter untuk lebih menyakinkan lagi," kata evan


" iya nak, pulang dari sini langsung ke rumah sakit. Kamu kapan pulang dari sini." kata pak kepala dinas.


" besok pak saya pulang, kalau ada apa apa kabari saya aja pak, saya rasa ibu sudah baik kok, tinggal menjaga pola makan aja." kata evan

__ADS_1


" terimakasih ya nak." kata ibu siska


" sama sama bu," kata evan


setelah menanyakan tempat menginap evan, pak kepala dinas pamitan, evan dan yang lainnya juga pergi kembali ke hotel. Di malam hari evan dan keluarganya yang lain makan malam.


" besok kita pulang jam 10an aja ya." kata bu marni


" iya bu, gimana baiknya aja." kata evan


" gimana senang enggak liburannya." kata bu marni


" senang bu, aku bisa main pasir di pantai dan aku juga jadi punya teman baru bu." kata yasmin


" aku juga sama bu senang." kata ella


" sama aku juga bu senang, bisa merasakan suasana pantai." kata evan


" sama bisa ketemu sama kak nazwa juga ya kak." ledek ella


" iya." jawab evan


" oh iya nak gimana jadi kamu mau buat SIM." kata bu marni


" jadi bu, supaya aku nanti enggak merepotkan dan kita juga kan enggak bisa selamanya mengandalkan pak budi dan pak agus setiap saat, karena mereka juga kan punya kehidupan masing masing." kata evan


" setidaknya kalau ada apa apa bisa cepat juga, kalau kamu sudah bisa menyetir dan sudah punya SIM kan lebih enak." kata bu marni.


" kalau satu kampus sama kak nazwa kakak kan bisa bareng juga kak." kata ella


" kakak kan enggak tau nazwa mau kemana kuliahnya dek." kata evan


" kenapa sih nak, kamu kayanya pengen mendekatkan kakak kamu sama nazwa." kata bu marni


" aku senang aja bu, lagian kak nazwa itu primadona sekolah ella bu, dia pintar, aktif di organisasi juga, enggak sombong." kata ella


" aku juga senang bisa punya teman jaka bu, dia baik," kata yasmin


" syukur kalau kalian memang senang liburan kalai ini, ibu bahagia banget melihat kalian bahagia. Coba masih ada ayah kalian ya pasti dia juga bahagia melihat anak anaknya bahagia." kata bu marni


tak lama keluarga nazwa datang kesana untuk makan malam juga.

__ADS_1


__ADS_2