WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Panggilan Darurat


__ADS_3

Setelah makan dihidangkan mereka pun makan bersama.


" oh iya kak bukannya hari ini pengumuman masuk PTN, kakak sama kak nazwa diterima enggak." kata ella


" kakak diterima dek, minggu depan kakak daftar ulangnya." kata evan


" terus kak nazwa keterima juga." kata ella


" sama la, kakak juga keterima, tapi tadi aku kesel banget la, dikerjain sama kakak kamu tuh, kakak dibilang enghak lolos, udah gitu yang nyebelinnya pas aku butuh temen curhat, eh dia malahan kabur ke kamarnya, tak taunya kakak mu itu ngeprint surat tanda lolos aku. Tadinya aku mau pergi aja pas dia ke kamar." kata nazwa


" ih.. Kakak jail deh... Kasihan tau kak." kata ella


" becanda dek, habisnya serius banget nanggepinya lagi," kata evan


" lagian pengumuman itu kan bikin aku deg degan kak, kakak pakai acara jahilin aku lagi... Gimana aku enggak kesel, tadinya aku mau ngobrol apa yang harus aku lakuin kedepannya eh malahan kabur coba." kata nazwa


" iya maaf deh... Tapi kamu kalau cemberut bikin gemes deh." kata evan


" jadi aku harua cemberut, supaya aku gemesin kakak gitu." kata nazwa


" iya enggak gitu juga, kalau tersenyum kamu kelihatan manis." kata evan


" iiiih.. Kakak udah genit sekarang." kata ella


Tak lama handphone evan berbunyi, itu telepon dari rumah sakit, bahwa ada keadaan darurat dan membutuhkan evan segera mungkin. mereka mengabarkan bahwa pak johan akan menjemputnya. Evan memberitahukan supaya melakukan tindakan pertolongan pertama terlebih dahulu sebelum dia datang. Tak lama pak johan menelepon menanyakan posisi evan berada dimana. Evan pun memberi tau.

__ADS_1


" ada apa kak, kok kayanya telepon penting." kata nazwa


" aku enggak bisa nemenin sampai selesai ya, aku dapat panggilan darurat dari rumah sakit ada pasien yang perlu cepat ditangani, kek aku titip ella sama yasmin ya, saya sebentar lagi akan di jemput pihak rumah sakit.


" iya nak tenang aja, nanti kakek jagain mereka semua, kamu tunaikan saja pekerjaan kamu." kata kakek baskoro


" terimakasih ya kek, sekali lagi maaf aku enggak bisa temani kalian ya." kata evan


" iya kak enggak apa apa, kakak tenang aja, nanti ella sama yasmin sama aku." kata nazwa


" makasih ya.." kata evan


tak lama terdengar serine polisi mendekat restoran tersebut, tak lama pak johan dan seorang polisi datang. Para pengunjung mengira ada penangkapan penjahat. Pak johan dan polisi itu pun menuju ke meja evan berada


" dokter, maaf mengganggu waktu makannya, ada keadaan darurat." kata pak johan


" dr. Evan, tolong cepat.. Kondisi pasien kritis, pasien mengalami pendarahan di otaknya, kalau dilakukan operasi maka kami takut akan ada efek samping setelah operasi, pasien mengalami kecelakaan lalu lintas dikter." kata dr. Helmi. Orang yang berada disana pun kaget, dokter senior begitu menghargai keberadaan evan. Semenjak masuk evan sudah melihat kondisi pasien. Dia pun diberi baju seteril dokter oleh perawat, evan pun mendekati pasien lalu memeriksa kondisi pasien. Evan mengeluarkan jarumnya lalu menseterilkannya, setelah itu evan menusukan jarum jarum tersebut ke titik titik tubuh pasien sesuai dengan yang ada dibenaknya. setelah jarum jarum itu di tusukan pendarahan yang ada di tubuh pasien pun berhenti.


Evan melakukan pengobatan yang ada di kepala pasien supaya melancarkan kembali peredaran darahnya yang akan mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Setelah itu evan mencabut jarum yang berada di tubuh pasien, lalu dia memberikan pemijatan untuk menyambungkan tulang tulang yang rusak dan mengalirkan energi untung saja semalam evan melakukan meditasi sehingga dia tidak mengalami kelelahan hebat. Dari jarum yang ada dikepala pasien keluar darah, evan meminta kain seteril untuk mengelap darah tersebut, setelah 40 menitan evan mencabut jarum jarumnya itu lalu menseterilkannya kembali dan memasukannya ke dalam tasnya. Evan memberikan kembali di kepala pasien. Alat alat yang terpasang pun menunjukan kondisi pasien normal tinggal menunggu sang pasien sadar.


" gimana dokter apa bisa ditangani." kata dr. Helmi


" iya dokter, untung saja tadi dokter memberikan pertolongan yang tepat. Tinggal menunggu pasien sadar saja sekitar 7 menitan. Evan pun pergi menuju ruangan dokter untuk istirahat, perawat yang ada disana menyiapkan minum untuk evan. Evan duduk di sofa diruangan tersebut. Pas 7 menit sang pasien sadar. Dia melihat ke sekeliling ruangan.


" dimana saya." kata sang pasien

__ADS_1


" bapak sedang berada di unit gawat darurat rumah sakit pak, syukur bapak bisa tertolong dan sudah disembuhkan." kata dr. Helmi


" dokter tolong dilakukan rongtgen ya, untuk memastikan tulang tulangnya sudah sembuh." kata evan


" baik dokter, nanti akan kami lakukan rongtgen dan ct scan." kata dr. Helmi, evan pun pamit untuk pergi ke ruangannya, setelah kepergian evan sang pasien pun bertanya kepada dr. Helmi


" dokter, siapa anak itu yang dipanggil dokter tadi." kata sang pasien yang penasaran dan kaget karena evan maaih sangatlah muda untuk menjadi seorang dokter


" dia dokter evan, dia dokter ahli di rumah sakit ini, dan dia yang telah menyelamatkan hidup bapak, bapak istirahat dulu saja, nanti akan kami lakukan rongtgen dan ct scan supaya mengetahui kondisi bapak setelah pengobatan tadi." kata dr. Helmi


" maaf dokter apa dia sudah memiliki izin prakter dokter, saya lihat dia masih sangat muda." kata sang pasien


" dia sudah mendapatkan surat izin praktek pak, pak akmal sendiri yang memberikannya langsung, pak akmal sendiri disembuhkan dr. Evan. Memang dr. Evan baru berusia 19 tahun, tapi dia memiliki kemampuan diatas saya pak." kata dr. Helmi


" apa, pak akmal disembuhkan dia." kata sang pasien


" betul pak, tanpa pengobatan dari dr. Evan nyawa beliau tertolong padahal sebelumnya kami juga sudah angkat tangan." kata dr. Helmi. Setelah dirasa cukup, dr. Helmi menyuruh perawat untuk melakukan rongtgen dan ct scan. Setelah dilakukan rongtgen dan ct scan pasien tersebut dibawa ke ruangan perawatan VVIP. Disaat sang pasien dibawa keluar ruangan UGD pihak keluarga menanyakan kondisi pasien.


" dokter bagaimana keadaan suami saya." kata isteri pasien


" alhamdulillah, pasien sudah diobati dan sudah sembuh tinggal menunggu hasil rongtgen dan ct scan saja dan pemulihan trauma." kata dr. Helmi


" boleh saya bertemu suami saya pak." kata isteri pasien


" silahkan saja bu, tapi jangan membiat gaduh dan yang berhak kesama keluarga inti saja supaya menjaga kondosi pasien dan pasien lainnya." kata dr. Helmj

__ADS_1


" baik kalau begitu, terima kasih atas pertolongannya." kata sang isteri


" sama sama bu, saya hanya membatu saja, dr. Evan yang telah mengobatinya." kata dd. Helmi. Pasien sudah dibawa ke ruangan perawatan.


__ADS_2