
Melihat pak tanjung dan bu astuti serta keluarganya sedang mengobrol, pak handoko, bu sofie dan evan pamitan mau makan, sedangkan pak akmal diminta pak tanjung untuk disana dulu.
" pak, ibu sama evan mau pergi makan, bapak mau ikut atau mau dibelikan saja." kata bu sofie setelah di luar ruangan perawatan pak tanjung.
" ikut dong, bapak kan jarang makan bareng sama evan." kata pak handoko, mereka pun pergi ke restoran untuk makan siang yang tertunda.
" berkat kamu nak, rumah sakit menjadi naik level ke yang lebih tinggi lagi, rumah sakit C sudah dikenal dikalangan atas bahkan para pejabat di negeri ini." kata pak handoko membuka obrolan di perjalanan menuju restoran.
" itu sudah menjadi tugas saya pak." jawab evan
" tapi beda nak, bapak dan ibu sudah membicarakan untuk memberikan saham rumah sakit sebesar 10%, mungkin itu kecil, tapi bapak harap kamu mau menerimanya, hitung hitung untuk investasi kamu kedepannya." kata pak handoko
" iya nak, kamu udah banyak membantu dan menolong kita, ibu harap kamu menerimanya, kalau enggak ibu marah sama kamu." kata bu sofie
" jujur saja pak, bu, saya merasa enggak enak hati, saya dan keluarga sudah banyak dibantu sama bapak dan ibu, sudah diaku sebagai keluarga bapak dan ibu saja itu sudah sangat luar biasa." kata evan
" ini beda, lagian ini juga sebagai bentuk penghargaan dari rumah sakit dan supaya kamu tetap bekerja disana, nanti perubahan kepemilikan rumah sakitnya setelah diadakan RUPS." kata pak handoko, mereka pun tiba di restoran, mereka pun memesan makanan.
" itu juga sebagai pengikat kamu di rumah sakit C, pokoknya kamu harus terima." kata bu sofie
" kalau begitu terserah bapak dan ibu saja." jawab evan
" nah gitu dong sayang... Ayo kita makan sekarang." kata bu sofie, mereka pun makan makanan yang sudah dipesan tadi. Evan mengirim pesan ke nazwa menanyakan apakah sudah makan belum. Nazwa pun bilang bahwa nanti dia akan menjemput evan di rumah sakit.
" oh iya nak, gimana kondisi yasmin sekarang, 2 hari lagi kan kita mau liburan ke bali," kata bu sofie
" alhamdulillah bu dia sudah seperti dulu lagi, dia juga sangat menantikan liburan ini." kata evan
" syukur kalau begitu, kasian anak itu, kok bisa bisanya dia mengambil tindakan seperti itu ya." kata bu sofie
" mungkin kata kata orang yang membully itu melewati batas kesabaran yasmin, dan memang aku kurang memperhatikan dia akhir akhir ini karena kesibukan kita masing masing." kata evan
" bisa dimengerti sih, karena setiap orang memiliki batas kesabarannya masing masing, tapi pemikiran dia itu yang harus diperhatikan sampai nekat minum racun. Padahal dia masih anak kecil." kata pak handoko
__ADS_1
" yasmin itu belum di kasih Handphone untuk dibawa ke sekolah padahal, dan hanya boleh pegang handphone saat di rumah aja. Mungkin waktu sebelum kita bertemu dia, dia melihat atau mendengar di lingkungan dia waktu itu." kata evan
" iya juga sih, padahal anak itu cantik dan baik, masih aja ada yang membullynya." kata bu sofie. Setelah selesai makan mereka kembali ke rumah sakit.
Jam 4an nazwa datang mau menjemput evan, nazwa mencium tangan evan dan evan pun memberikan ciuman di kening isterinya itu. Tak lama bu sofie datang.
" eh ada kamu nak, sudah lama, baru pulang kuliah ya." kata bu sofie
" baru aja datang bu, iya bu tadi antar teman dulu ke rumah perawatan kecantikan E&N, baru kesini." jawab nazwa lalu menyalami bu sofie
" nak, kata bapak kita ke ruang perawatan pak tanjung dulu, kamu di suruh cek beliau lagi." kata bu sofie
" ayo bu, lagian saya mau memberikan obat pemulihan untuk beliau." kata evan, lalu mereka pergi ke ruang perawatan, bu sofie pun mengajak nazwa.
" ini siapa bu, cantiknya." kata bu astuti pas bu sofie, evan dan nazwa datang ke ruangan tersebut.
" ini isterinya evan bu, menantu saya." jawab bu sofie, evan langsung menemui pak tanjung
" gimana kondisinya pak." tanya evan
" syukur kalau begitu, ini saya bawakan obat untuk mempercepat pemulihan bapak, semoga besok bapak sudah boleh istirahat di rumah." kata evan, evan pun menyerahkan obat ke pak tanjung.
" iya dokter, saya sudah bosen tinggal di rumah sakit." kata pak tanjung
" kalau kondisi bapak seperti ini besok juga sudah boleh pulang. Tapi bapak enggak boleh terlalu cape minimal 1 minggu ini, supaya tubuh bapak bisa menyesuaikan lagi dengan kondisi baru." kata evan
" siap dokter, terimakasih banyak." kata pak tanjung.
" kalau ada apa apa hubungi saya aja, nanti saya datang kesini." kata evan
" baik kalau begitu, terimakasih banyak ya, kamu udah menyelamatkan hidup saya." kata pak tanjung
" terimakasih ya nak." kata pak akmal
__ADS_1
" sama sama pak, kalau begitu saya permisi dulu." kata evan berpamitan, nazwa juga sama pamitan.
" sayang mau kemana dulu." kata evan
" boleh enggak kita main ke mall, aku mau jalan jalan bareng sama kakak, sekalian membeli kebutuhan di rumah." kata nazwa
" iya udah kalau kamu mau sayang." kata evan, evan meminta pak johan untuk mengantar mereka ke mall terlebih dahulu. Di rumah sakit pak tanjung meminta pendapat pak handoko tentang apa bagus untuk diberikan kepada evan.
Evan dan nazwa pun sampai di mall, nazwa membawa evan pergi ke toko pakaian, nazwa memilih pakaian untuk evan, dia sendiri, buat ella, yasmin dan jaka. nazwa juga membeli pakaian untuk dibawa liburan. Setelah membeli pakaian, nazwa mengajak evan ke supermarket membeli kebutuhan rumah. Selama di mall nazwa selalu menggandeng evan, selesai berbelanja mereka pun pulang ke rumah.
" aku bahagia banget kak, bisa jalan berdua seperti ini," kata nazwa sambil merebahkan kepalanya di bahu evan disaat di dalam mobil menuju pulang, evan mengelus kepala nazwa dengan kasih sayang.
Sampai di rumah evan dan nazwa langsung masuk ke kamarnya membawa belanjaan yang tadi dibeli untuk mereka, mereka mandi dan berganti pakaian. Setelah itu pergi ke ruangan keluarga.
" kalian habis belanja." kata bu marni
" iya bu, tadi habis dari rumah sakit sekalian jalan dulu ke mall, beli keperluan rumah sama untuk pergi berlibur." kata evan, nazwa pun membuka belanjaan untuk bu marni, bu citra, ella, yasmin dan jaka. Nazwa menyuruh mereka mencobanya.
" terimakasih kak." kata ella, yasmin dan jaka
" sama sama dek." kata evan dan nazwa
" oh iya bu, aku lihat lahan untuk perumahan yang dekat daerah ini, ibu tau siapa developernya kok mangkrak ya." kata evan
" oh itu Perusahaan WK nak, pemiliknya mengalami musibah, jadi dananya depisit. ibu berencana mau membelinya, tapi perusahaan Devano Propertindo (DP) masih kekurangan dana, memangnya kenapa gitu nak," kata bu marni
" sayang aja, padahal secara lokasi bagus, memangnya berapa dana yang harus disiapkan untuk membeli proyek itu." kata evan
" kemarin sih tim DP sudah melihat kesana, total lahan 4 hektar dan sudah ada sebagian bangunan, mereka meminta 17 milyar, tapi kata tim DP bisa di nego sampai di 14 milyar. Ibu juga lagi lobby bank tapi bank hanya bisa kasih kita pinjaman di 9 milyar, perusahaan DP ada dana 4 milyar, kurang 1 milyar lagi untuk lahan tersebut, untuk pembangunan perlu dana minimal 4 milyar." kata bu marni
" iya udah bu, di dealkan aja sayang peluang untuk perusahaan DP, aku ada dana sekarang 1 milyar, untuk pembangunan nanti aku coba bjcara sama pak sandi atau pak bayu untuk investasi." kata evan
" serius nak, akhirnya perusahaan ayah kamu bisa memulai kembali." kata bu marni
__ADS_1
" iya bu, besok uangnya aku transfer ke rekening DP, perusahaan ayah harus bisa berkembang lagi, nanti aku juga memesan rumah untuk karyawan kita dulu yang belum memiliki rumah." kata evan, mereka pun mengobrol dan makan malam bersama.