
Evan dan nazwa mengobrol di ruang keluarga, tak lama bu marni datang menemui mereka.
" eh ada nak nazwa, sama siapa kesini nak." kata bu marni, nazwa pun berdiri menyalami ibunya evan.
" sendiri bu, habisnya di rumah sepi, ayah dan ibu sudah pergi tadi pagi, kakek juga sama katanya ada urusan di perusahaannya. Oh iya bu boleh ya aku ikut kak evan ke kantor ibu." kata nazwa
" tentu boleh dong, biar evan ada temannya juga di kantor nanti, tapi kamu sudah memberitahu orangtua kamu kan nak." kata bu marni
" terimakasih ya bu, sudah bu tadi sebelum saya kesini." kata nazwa
" iya sudah kalau begitu, kita berangkat sekarang aja ya." kata bu marni, bu marni pun pamit ke bi siti, lalu dia memberikan pesan supaya ella dan yasmin jangan sampai lupa makan. Setelah itu mereka bertiga berangkat ke kantor
Jam 8.47 menit mereka tiba di kantor bu marni, bu marnu mengajak evan dan nazwa ke ruangan dia. Sebelum ke ruangannya bu marni berpesan ke resepsionis untuk memberitahukan tim farmasi untuk rapat. Jam 9.17 menit bu marni mengajak evan dan nazwa ke ruangan rapat karena akan dilakukan penandatangan pendirian perusahaan. Disan sudah berkumpul tim perusahaan baru.
" selamat pagi bapak dan ibu semuanya, pagi ini kita akan mengadakan rapat finalisasi perusahaan baru, dan akan dilakukan penandatangan akta notaris pendirian perusahaan, kedepannya disini akan ada 2 perusahaan yang 1 masih dibidang property dan 1 lagi di bidang farmasi, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa kondisi perusahaan property kita sedang menurun, untuk itu saya mendirikan perusahaan baru lagi dibidang farmasi, kenapa farmasi karena saya mendapatkan ide dan proposal yang pernah bapak ibu lihat dari anak saya. Oh iya sebelumnya saya perkenalkan ini anak saya Evan Devano Putra, disampingnya Nazwa. Pendirian perusahaan ini pula bukan hanya sekedar karena proposal anak saya tapi ini sebagai bentuk tanggung jawab saya selaku pemilik perusahaan PT. Devano Propertindo terhadap karyawan perusahaan, penyelamatan supaya tidak terjadi pengurangan karyawan. perusahaan ini akan didirikan ini diberi nama PT. Devano Farma Global, untuk pemegang saham atau pemiliknya yaitu saya 45%, Evan 35%, Dr.Helmi 10% dan Dr. Bambang 10%, saya dan evan di perusahaan ini hanya sebagai komisaris , untuk direktur utamanya saya serahkan ke dr. Helmi dan direktur operasionalnya dr. Bambang. kantor pusatnya akan tetap disini, akan tetapi untuk pabriknya ada di daerah C, sekarang sedang dilakukan renovasi dan perakitan mesin mesin produksinya, nanti sebagian karyawan yang masih ingin bekerja akan dipindahkan kesana. Untuk sample obat evan sudah membuatnya nanti akan dilakukan uji klinis. Itu sebagai pengantar dari saya terimakasih." kata bu marni
" bu maaf, saya baru mendapatkan kabar bahwa pak hendrik sudah datang." kata Bella sekretaris bu marni
" suruh datang aja kesini, sekarang kita lakukan penandatangan pendirian PT. Devano Farma Globalnya." kata bu marni
__ADS_1
" baik bu saya sampaikan ke resepsionis." kata bella. Tak lama pak hendrik selaku notaris yang ditunjuk datang. Bu marni, evan, dr. Helmi dan dr. Bambang pun melakukan penandatanganan akta notaris pendirian perusahaan. Setelah selesai pak hendrik pamitan karena mau mengurus perizinan lainnya.
" saya minta dr. Helmi dan dr. Bambang melakukan uji laboratorium terlebih dahulu sebelum melakukan uji klinis, komposisi obatnya sudah saya sampaikan sebelum ini, saya berharap kerjasama dari tim ini untuk mengembangkan perusahaan ini ke arah yang lebih baik, karena ini bukan hanya semata mata untuk saya dan keluarga tapi ada banyak orang yang menantikan keberhasilan perusahaan ini." kata bu marni
" siap bu." jawab mereka.
" saya rasa cukup pertemuan kali ini, nanti kalau sudah siap pabriknya kita akan sama sama kesana, dan dari tim ini juga sudah mulai bekerja disana." kata bu marni lalu menyerahkan sample obat ke dr. Helmi dan dr. Bambang
" saya akan membawa sample obat ini ke laboratorium kalau tidak ada bahan yang mengandung zat berbahaya maka kami akan melakukan uji klinis setelah itu baru kita akan melakukan prosuksi masalnya, kemungkinan nanti saya akan membutuhkan bantuan nak evan." kata dr. Helmi
" kabari saja dokter waktunya, memang rencana saya sebelum pengoperasian pabrik ini mau pergi ke pabrik." kata evan
" oh iya dokter, kalau dokter percaya dan yakin akan khasiat obat ini dokter bisa mencobanya, karena saya lihat dokter sedang mengalami kram perut, dan asam lambung dokter sedang naik." kata evan
" betul nak, kamu kok bisa mendiagnosa penyakit saya, padahal hanya melihat dan seperti saya juga baru ketemu." kata dr. Helmi
" jangan jangan kamu ini anak muda yang sama yang mengobati beberapa orang penting seperti pak joko, pak kepala dinas pendidikan dan isterinya, pak baskoro, serta yang terakhir pak handoko." kata dr. Bambang
" betul pak, saya yang mengobati mereka." kata evan
__ADS_1
" kamu benar benar luar biasa, salam kenal nak, akhirnya saya bisa bertemu dengan kamu." kata dr. Bambang, mereka yang ada di dalam ruangan itu menjadi takjub atas keahlian anak bu marni, mereka juga menjadi lebih yakin lagi akan keberhasilan perusahaan baru ini.
" jadi kamu yang membuat mereka sembuh dari penyakitnya , padahal mereka itu dari rekam medis dinyatakan untuk segera melakukan operasi." kata dr. Helmi
" kok bapak tau kondisi mereka itu." kata evan
" saya dan dr. Helmi kan bertugas di rumah sakit dimana orang orang tersebut dirawat." kata d. Helmi. Setelah mendengar penuturan dari evan Dr. Helmi pun langsung mengeluarkan obat dari toples, mengambil satu lalu meminumnya. Orang orang disana pun kaget atas tindakan dr. Helmi tersebut. Setelah meminum obat tersebut Dr. Helmi merasakan hangat di dalam perutnya, rasa sakit yang selalu dia rasakan pun sedikit demi sedikit hilang.
" luar biasa obat ini nak, saya yakin obat ini bisa laku dipasaran, saya merasakannya sendiri, kalau tidak mengahruskan ada uji laboratorium dan uji klinis menurut saya langsung produksi juga enggak masalah, kalau semujarab khasiat obat ini." kata dr. Helmi
" ikuti saja pak prosedurnya, jangan sampai nantinya kita kena teguran." kata bu marni, dia merasa takjub atas kemampuan anaknya itu, dia merasakan akan keberhasilan perusahaan farmasinya.
" dokter helmi saya minta satu obatnya karena saya suka sakit kepala." kata dr. Bambang
" boleh, nanti kita simpan beberapa butir untuk stok dan sebagai master obatnya." kata dr. Helmi
" oh iya tadi saya hanya memperkenalkan nak nazwa hanya namanya saja, karena tadi dr. bambang menyebut namanya jadi saya perkenalkan lagi, nak nazwa ini adalah cucu dari pak baskoro. Kebetulan waktu anak saya lari pagi bertemu pak baskoro yang s.edang mengalami serangan jantung bersama nazwa. Evan yang memberikan pertolongan." kata bu marni
" saya tambah yakin atas keberlangsungan perusahaan ini bu, apalagi dibelakang nak evan ada orang orang hebat dan terkenal. Sebagai salah satu contoh saja pak handoko itu bu, beliau adalah pemilik rumah sakit swasta terkenal, jadi dengan koneksi itu kita bisa kerjasama dengan beliau. kalau enggak salah dia sedang ke luar negeri sekarang, dan waktu itu saya mendengar bahwa dia bilang sama anaknya supaya bisa merekrut anak muda yang menolongnya waktu kecelakaan." kata dr. Bambang
__ADS_1