
Pak handoko membawa evan dan pak Idris serta bu amel sama pak akmal ke sebuah ruangan.
" ini adalah ruangan kamu nak, disini kamu yang akan bekerja dan hari ini hari pertama kamu bekerja di rumah sakit ini." kata pak handoko. evan memeriksa pak idris terlebih dahulu, setelah itu evan mengobatinya, setelah pak idris lalu bu amel. Selesai keduanya diobati, evan menuliskan resep yang harus di minum selama 1 minggu, dan untuk mengurangi sakit di pencernaan mereka evan memberikan obat, lalu menyuruh mereka meminumnya disana. Pak idris dan bu amel pun menuruti apa yang dikatakan evan, mereka meminum obat yang diberikan evan, setelah meminum obat tersebut pak idris dan bu amel merasa hangat di perut mereka. Dan rasa sakit yang suka mereka rasakan tidak terasa lagi. terlihat bulir bulir keringat di kening mereka, membuat tubuh mereka terasa rilex dan segar.
" sudah pak bu, jangan berhubungan terlalu sering juga setidaknya 2 hari sekali, mudah mudahan 2 minggu kedepan ada kabar baik. Untuk resep ini bapak bisa membelinya di toko herbal yang mudah bapak ibu dapatkan, di minum 2 kali sehari selama 1 minggu ini." kata evan. Pak idris dan bu amel pun menyimak apa kata evan, dia sekarang sudah merasakan efeknya. Jadi mereka sudah yakin.
" nak evan berapa biaya pengobatan ini." kata pak idris
" saya juga tidak tau berapa," kata evan, melihat kejadian itu pak handoko pun angkat bicara.
" karena pak idris ini pasien pertama semenjak nak evan bekerja secara resmi di rumah sakit ini, dan bapak juga teman baik pak akmal saya tidak meminta untuk bapak membayarnya." kata pak handoko
" aduh saya merasa enggak enak nih." kata pak idris
" kalau memang bapak dan ibu mau memberi jasa konsultasinya silahkan saja langaung ke nak evan," kata pak handoko
" enggak perlu pak, saya ikhlas menolong, semoga bapak dan ibu bisa secepatnya mendapatkan keturunan yang dinantinatikan ini." kata evan. Pak idris pun tidak memaksa, dia pun sudah berfikiran kalau memang berhasil dia akan menanyakannya ke pak akmal. Setelah mengobrol pak idris dan bu amel pun pamitan. Evan pun pamitan ke pak handoko dan pak akmal sama isterinya untuk melihat ruangan kerjanya. Evan membawa bu marni, ella, yasmin dan nazwa ke ruangan kerjanya.
" bu, dek, naz, ini ruangan aku di rumah sakit ini, mulai hari ini aku bekerja disini." kata evan
__ADS_1
" bagus banget ruangannya nak, ada tempat istirahat juga." kata bu marni
" iya kak, bagus banget ruangan kerjanya." kata ella.
" kalau begitu ibu, ella, yasmin, dan nazwa pulang duluan ya, nanti kalau memang kamu mau pulang kamu telepon ibu aja, biar pak budi atau pak agus menjemput kamu." kata bu marni
" iya bu, maaf ya aku enggak bisa ikut kalian pulang, enggak enak juga soalnya." kata evan. Evan pun mengantar mereka sampai ke lobby rumah sakit, setelah mereka pulang evan kembali ke ruangan. Tak lama pak handoko datang ke ruangan evan.
" kemana keluarga kamu nak." kata pak handoko
" mereka pulang duluan pak. Salam aja kata ibu." kata evan
" apa yang kurang menurut kamu nak." kata pak handoko
" terus nanti supply bahan bahannya dari mana." kata pak handoko
" bisa melalui PT. Devano Farma Global pak." kata evan
" kamu benar benar luar biasa nak, selain jago pengobatan, kamu juga jago soal bisnis. Oke nangi saya akan suruh manajemen rumah sakit untuk membuka toko yang menjual bahan bahan herbal itu." kata pak handoko
__ADS_1
" terimakasih pak." kata evan
" sama sama nak, berkat kamu citra rumah sakit ini akan bavua kedepannya. Kalau ada apa apa kamu bilang secepatnya sama saya, oh iya saya akan memperkenalkan kamu ke yang lainnya." kata pak handoko.mengajak evan untuk dikenalkan sama rekan rekannya di rumah sakit. Pak handoko pun mengenalkan kepada staf dokter dan perawat serta karyawan lainnya. Akhirnya mereka tau siapa orang yang telah menyembubkan penyakit pak akmal itu. Pak handoko pun memberitahu mereka bahwa evan ini tidak akan selalu standby di rumah sakit, jika ada hal yang mendesak darurat, dokter jaga harus menghubungi evan supaya datang ke rumah sakit. Untuk menjaga supaya tidak ada kecemburuan diantara dokter, pak handoko mengcover gaji evan terlebih dahulu.
Mendengar bahwa evan sudah mulai bekerja di rumah sakit dr. Helmi menemui evan, karena ada pasien yang sulit mereka atasi. Evan dan dr. Helmi pun pergi ke ruangan perawatan VIP, dr. Helmi memberikan catatan medis sang pasien. Evan melihatnya sebentar lalu mengecek kondisi pasien, secara medis memang tidak akan terdeteksi, akan tetapi bagi evan itu bisa terlihat karena dia memiliki warisan leluhurnya, evan melihat di tubuh sang pasien ada kabut hitam di kepalanya sehingga sang pasien mengalami sakit kepala yang luar biasa. Walaupun zaman sudah modern hal hal seperti itu pasti masih ada. Evan pun mengeluarkan jarum akupunturnya, setelah mensterilkan jarumnya evan menusukannya di kepala sang pasien. Evan melakukan hal itu sesuai dengan informasi yang ada dikepalanya. Tak lama kabut hitam itu pun keluar, evan mendengar suara memohon ampun... Lalu kabut itu pun menghilang. Evan menyalurkan energi ke tubuh sang pasien. Evan pun merasakan tenaganya terkuras, setelah merapihkan jarum.jarum akupunturnya dia duduk di kursi, melihat kondisi tersebut dr. Helmi menyuruh perawat untuk membawakan minum untuk evan.
" terimakasih ya." kata evan
" sama sama dokter." kata perawat
" gimana nak, kondusi pasien, apa bisa disembuhkan." tanya dr. Helmi karena dia.masih melihat pasien belum sadar, alan tetapi kulit di wajahnya sudah normal
" tunggu 7 menit, pasien akan sadar dokter." jawab evan. 7 menit kemudian sang pasien pun tersadar. Dia seperti orang bingung lalu dia bicara. " hauuus,..... Haaauuus.". Evan menyuruh perawat untuk memberikan pasien tersebut minum supaya memulihkan kesadaran pasien. Dr. Helmi langsung memeriksa kondisi pasien. Evan pun sama mengecek kembali kondisi pasien.
" terimakasih dokter sudah merawat saya. Saya sudah merasa lebih baik. Sakit kepala saya sudah tidak terasa lagi." kata sang pasien
" sama sama pak, dokter evan ini yang sudah menyembuhkan bapak." kata dr. Helmi. Sang pasien bingung kok bisa anak muda yang masih berumur belasan dipanggil dokter dan disebit sebagai dokter yang menyembuhkan penyakitnya.
" terimakasih dokter." kata sang pasien
__ADS_1
" sama sama pak, bapak harus bisa menjaga pola makan dan harus olahraga, supaya darah ke kepala bapak lancar.. Oh iya dr. Helmi kasih obat sakit kepala produksi DFG aja." kata evan
" iya dokter, nanti saya suruh orang dari pabrik untuk mengirim ke rumah sakit ini." kata dr. Helmi. Setelah mengobrol sebentar evan pamitan mau ke ruangannya.