WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Kuliah pertama


__ADS_3

Tak terasa waktu berjalan evan dan nazwa harus memulai aktifitasnya sebagai mahasiswa baru, evan dan nazwa mengikuti acara pengenalan kampus dan jurusan mereka, evan di jurusan kedokteran sedangkan nazwa di jurusan ekonomi. Mereka selalu barengan berangkat ataupun pulang diatar pak johan karena khawatir ada hal urgent di rumah sakit.


Di jurusan ekonomi nazwa banyak yang naksir baik kakak angkatan atau seangkatannya untung saja ada nita yang menjadi temannya disana jadi nazwa selalu ditemani nita kemanapun, dan sering juga nita ikut pergi dan pulang bersama evan dan nazwa. Nazwa pun menceritakan bahwa ada beberapa cowok yang ngajak kenalan bahkan mengajak untuk menjadi pacar, nazwa hanya bilang bahwa dia sudah bertunangan dan akan segera menikah, akan tetapi ada juga yang tidak percaya, sampai sampai nazwa ataupun nita memperlihatkan photo waktu mereka tunangan.


Selesai masa pengenalan mulailah waktu kuliah pertama. Evan mengikuti kuliah pertamanya itu dengan serius, karena evan kuliah bukan hanya sekedar mencari ijazah atau hanya memenuhi keinginan orangtua saja. Suatu ketika fakultas kedokteran mengadakan kuliah umum dengan mendatangkan dokter senior dr. Helmi dari rumah sakit C. Semua mahasiswa kedokteran di wajibkan hadir dalam acara tersebut. Sambutan demi sambutan pun dilakukan kini giliran dr. Helmi memberikan kuliah umumnya.

__ADS_1


" selamat siang semuanya, terimakasih atas udangan yang diberikan kepada saya," kata dr. Helmi, dr. Helmi pun menjabarkan tentang dunia kedokteran.


" baru baru ini saya merasa terkejut dengan kehadiran sesorang anak muda yang mungkin saat ini ada di ruangan ini dia telah memberikan pemahaman baru tentang dunia kedokteran, memang saya bisa dikatakan senior dibidang kedokteran ini akan tetapi dihadapan anak muda ini keahlian saya tidak ada apa apanya, jadi keahlian kita dalam mengobati pasien tidak bisa dilihat dari umur saja, memang jam terbang kita bisa memahami jenis penyakit apa, apa yang perlu dilakukan tindakan selanjutnya. Yang perlu kalian semua tau bahwa menjadi seorang dokter dan kita terikat akan sumpah dokter bahwa menyembuhkan pasien adalah hal yang utama tanpa memandang siapapun itu, selagi kita bisa maka kita harus lakukan, apakah si pasien mampu membayar atau tidak." kata dr. Helmi menjelaskan lebih lanjut. Rektor dan dosen pun bertanya siapa orang yang disebutkan tadi. setelah menjelaskan teori tentang kedokteran, pembawa acara mempersilahkan bagi yang ingin bertanya. Evan pun mengangkat tangannya, semua mahasiswa yang hadir pun melihat ke arah evan. Pembawa acara menyuruh evan untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu.


" terimakasih atas waktu yang diberikan kepada saya, nama saya evan devano putra, saat ini saya semester pertama. Yang ingin saya tanyakan kepada dr. Helmi, apakah pengobatan tradisional bisa diakui di rumah sakit tentang keberadaan kedepannya, apakah ada syarat khusus tentang hal itu, karena yang saya tau dan apa yang dokter jelaskan yang penting kita bisa mengobati pasien, sedangkan yang saya tau rumah sakit saat ini sudah tidak ada yang melakukan pengobatan tradisional tersebut. Terimakasih." kata evan

__ADS_1


" terimakasih atas pertanyaannya, menurut saya tidak ada yang mustahil kedepannya pengobatan tradisional akan diakui di rumah sakit rumah sakit yang ada saat ini dan bahkan mungkin akan ada rumah sakit khusus. Untuk persyaratannya sama saja dengan pengobatan modern yang terpenting tidak membahayakan pasien dan melanggar aturan aturan kemanusiaan. Misalnya saja persyaratan umum seorang dokter tradisional harus memiliki izin untuk melakukan prakteknya yang diberikan oleh badan kesehatan sama seperti dokter lain pada umumnya, yang membedakan hanya keahlian dokter tersebut. Saya harap dokter evan mau kedepan." kata dr. Helmi, yang hadir bingung termasuk rektor dan dosen yang ada disana kenapa dr. Helmi menyebut evan dokter. Evan pun maju kedepan, bukan dia mau menyombongkan diri akan tetapi menghormati dr. Helmi. Evan menyalami orang orang yang ada di depan sana, dr. Helmi berdiri dari kursinya menyambut evan, yang hadir disana menjadi tambah bingung dan ada juga yang berfikir bahwa evan lah orang yang dr. Helmi katakan tadi.


" sebelumnya saya tanya, siapa yang ada di ruangan ini yang telah memiliki izin praktek dokter selain dosen," tanya dr. Helmi. Di ruangan tersebut tidak ada yang mengangkat tangannya kecuali evan, yang ada disana termasuk rektor dan dosen tambah bingung, kaget, heran kenapa mahasiswa yang baru semester 1 sudah memiliki surat izin. Dr. Helmi pun meminta kartu tanda pengenal dokter kepada evan. Evan mengeluarkan dari dompetnya. Dr. Helmi pun memperlihatkan ke rektor dan dosen disana.


" bapak rektor, bapak dosen dan kalian semua yang hadir disini pasti kaget, kenapa anak yang baru kuliah sudah punya surat izin praktek dan sudah bekerja di rumah sakit C, dokter evan ini anak yang saya bicarakan tadi, memang keahlian dia ini lebih ke pengobatan tradisional tapi dari hal kemampuan dalam menangani pasien saya akui dr. Evan jauh lebih ahli daripada saya. Makanya saya tanya waktu di rumahsakit C kenapa mau kuliah, dia katakan saya ingin belajar ilmu pengobatan modern, mungkin bapak ibu dan kalian semua pernah mendengar tentang siapa yang membuat keajaiban sehingga menjadi gempar di dunia kedokteran, dia lah orangnya, yang memberi rekomendasi dan mengeluarkan surat izin tersebut langsung oleh dr. Kamal. Karena beliau merasakannya sendiri kemampuan dokter evan. Jujur saja saya juga diobati sama dokter evan berkat racikan obatnya. Tentu kalian juga tau tentang perusahaan farmasi yang baru baru ini muncul dan obat obatannya sangat mujarab, formula obat obatan tersebut dia yang membuatnya, bukan mau promosi tapi itu kenyataannya, dia adalah bos saya di DFG, dan sekalian juga mungkin kedepannya pak rektor, bapak ibu dosen dia akan izin mengikuti perkuliahan kalau ada hal hal urgent di rumah sakit C karena saya tidak bisa mengatasi pasien, jadi dokter evan yang harus menanganinya." kata dr. Helmi menjelaskan tentang evan. Dr. Helmi dan rektor meminta evan untuk bicara.

__ADS_1


" selamat siang semuanya, terimakasih dr. Helmi, pak rektor dan bapak ibu dosen, mohon maaf sebrlumnya saya disini bukan untuk pamer ataupun sombong, apa yang dikatakan dr. Helmi itu sangat berlebihan buat saya, saya disini memang ingin belajar tentang kedokteran karena ilmu yang saat ini saya miliki masih jauh dari bapak, ibu dan teman teman sekalian, mungkin itu hanya kebetulan saja saya bisa mengobati, memang betul saya memiliki kemampuan dibidang pengobatan tradisional, memang buat apalagi saya kuliah toh saya sudah dapat izin praktek, saya fikir ilmu itu tidak ada batasnya dan ilmu pengobatan akan terus berkembang seiring zaman. Untuk itu Saya perlu ilmu dari para pengajar disini untuk menambah ilmu dan wawasan saya kedepannya. Sekali lagi terimakasih dan mohon maaf." kata evan. Tepuk tangan pun bergema di auditorium. Acara kuluah umum pun selesai, evan diajak dr. Helmi ke ruangan yang telah dipersiapkan. Dr. Helmi mengobrol bersama evan dan rektor serta dosen di ruangan tersebut. Teman teman evan merasa bangga karena mereka bisa berteman dengan orang yang sudah sukses, bahkan ada yang tadinya mengacuhkan evan, sekarang pada ingin menjadi lebih dekat dan berteman dengan evan karena menganggap akan ada banyak keuntungan yang akan mereka terima.


__ADS_2