
Evan dan yang lainnya pulang ke rumah perawatan kecantikan E&N, evan pergi ke ruangannya bersama nazwa, lalu evan mengecek laporan aktivitas disana. Karena ada yang dari butik, nazwa memeriksa pakaian yang sudah jadi. Setelah melihat laporan keuangan evan memberikan instruksi kepada sella bagian keuangan E&N untuk mengalokasikan dana yang ada membayar obat obatan dan membayar cicilan ke bank serta untuk pembayaran gaji karyawan. Hari itu juga evan mengirim surat undangan memakai jasa kurir. Tak lama handphone evan berbunyi
" assalamualaikum nak, ibu sudah menelepon ke saudara ibu supaya datang di acara kamu lusa, rencananya mereka sore ini datang, sebaiknya mereka tinggal dimana ya di hotel atau di rumah kita dulu." kata bu marni
" memangnya berapa orang bu." kata evan
" hanya keluarga kakak dan adik ibu aja yang akan datang 7 orang." kata bu marni
" di rumah kita aja juga enggak masalah bu menurut aku." jawab evan
" iya udah kalau begitu, ibu akan suruh paman dan bibi kamu menginap di rumah kita dulu. Kamu ini dimana sekarang." kata bu marni
" aku di rumah kecantikan bu, tadi aku izin enggak masuk kuliah karena harus mengobati ibu lela yang pingsan di acara kamlusnya nazwa, terus aku di ajak makan siang sama mereka." kata evan
" oh gitu, ibu juga ini mau pulang sambil bawa pil dan cream untuk di E&N." kata bu marni
" iya bu.. Kita ketemu disini ya, kalau obat untuk luka bagaimana progresnya bu." kata evan
" itu sedang naik produksi tapi enggak banyak, iya sudah kalau begitu sampai ketemu disana ya nak." kata bu marni
" iya bu.. Hati hati dijalannya." kata evan
Sore hari bu marni datang ke rumah perawatan kecantikan E&N, pak budi menurunkan pil dan cream. Bella pun mencatat barang masuk
" bu, ini pakaian untuk ibu, ella dan yasmin serta bu surti udah ada, tinggal buat pak braja aja yang belum, ibu mau mencobanya dulu." kata nazwa
" iya boleh sayang, ibu izin pakai ruangan kamu ya untuk mencobanya." kata bu marni
" iya bu, pake aja." kata nazwa. Bu marni membawa pakaian itu masuk ke ruangan nazwa dan evan untuk mencoba pakaian yang baru datang dari butik. Setelah itu dia keluar memperlihatkannya ke nazwa
" wow, ibu cantik banget." kata nazwa melihat penampilan calon ibu mertuanya itu
" kamu bisa aja, tapi ini memang bagus kok. Terus buat keluarga kamu udah jadi belum." kata bu marni
__ADS_1
" udah bu, yang belum itu buat bu sofie dan yang lainnya aja, karena aku bilang utamakan yang intinya saja dulu." kata nazwa
" syukur kalau begitu, tapi yang belum itu kapan jadinya." kata bu marni
" besok pagi bu sudah jadi," kata nazwa
" oh iya bu, besok aku berencana ke makam ayah, sudah lama juga enggak kesana, ibu mau ikut kesana juga." kata evan
" ikut dong, iya kita sudah lama enggak kesana ya." kata bu marni
" aku boleh ikut kan kak. Aku juga ingin tau makam ayah." kata nazwa
" iya boleh, besok di jemput ya." kata evan
" iya kak." jawab nazwa.
Tak lama ada tamu yang datang kesana. Bu marni yang melihat kakak dan adiknya yang sudah lama tidak bertemu menyambutnya walaupun masih ada rasa kecewa, karena dulu disaat bu marni meminta bantuan sama mereka, kakak dan adiknya enggak ada yang peduli bahkan bu marni tidak mendapatkan hak waris dari orangtuanya. Bu marni memberitahu mereka hanya ingin menjalin kembali hubungan saudara dan ingin melupakan masalah yang dulu pernah terjadi. Hanya adinya saja yang masih suka komunikasi dan bu marni pun suka memberi uang kepadanya.
" selamat datang paman, bibi, salam kenal, maaf sebelumnya saya dan ibu jarang berkunjung ke paman dan bibi." kata evan
" mar.. Anak kamu ini yang dulu kamu buang itu ya, wah udah gede sekarang dan udah mau nikah lagi." kata bu wati kakak iparnya bu marni, kakak kandungnya sudah meninggal dunia
" iya kak, ini evan anak pertama saya, dan ini nazwa calon isterinya." kata bu marni
" salam kenal paman dan bibi." kata nazwa
" kalian masih muda kok udah nikah sih memangnya sudah punya apa, jangan jangan kalian telah melakukan hal yang enggak enggak lagi." kata bu wati
" kok kakak ngomong begitu sih, saya mengundang kakak karena ingin menjalin kembali tali persaudaraan yang sudah lama putus, mereka menikah bukan karena hal itu, kalau kakak enggak suka datang kesini enggak usah kak, makanya kenapa saya enggak pernah silaturahmi kesana karena hal hal seperti ini, bukannya kita sebagai saudara saling mendukung malahan seperti ini." kata bu marni
" iya kak kenapa sih, kita baru aja ketemu, apa enggak bisa menyaring omongannya." kata darman adik kandung bu marni
" kakak kan udah bilang, kakak kesini hanya mampir aja, lagian siapa yang mau datang ke acara ponakan itu, kebetulan aja si dino mau ketemu rekan bisnisnya disini. Iya udah kalau begitu kamu nanti enggak usah bareng lagi sama kita. Kita mau jalan jalan dulu dan kita akan nginap di hotel, kalau semlat kita akan datang ke acara anak kamu itu." kata bu wati
__ADS_1
" iya sudah kak, kalau memang kakak ada kepentingan lain, silahkan saja, biar darman sama saya disini." kata bu marni
" iya kak, kami disini aja, biar nanti pulangnya naik umum aja." kata pak darman
" bagus kalau begitu, jadi enggak sempit di mobil." kata bu wati lalu dia pergi bersama anaknya.
setelah kepergian bu wati, bu marni mengajak adik dan keluarganya ke ruangan tunggu.
" nak maafkan saudara ibu ya." kata bu marni
" enggak apa apa bu." jawab nazwa
" makanya ibu enggak pernah silaturahmi ke keluarga ibu itu ya seperti ini. Ibu palingan sama adik ibu aja suka sering komunikasi." kata bu marni
" iya bu enggak apa apa, ibu juga kan sudah cerita sama aku masalah ini." kata evan
" iya nak maaf ya, kalian melihat hubungan keluarga yang enggak bagus ini." kata pak darman
" enggak apa apa paman." jawab evan. Karena sudah malam nazwa pun pulang diantar pak johan, evan dan bu marni serta pamannya juga pulang ke rumah. Sampai di rumah bu marni memperkenalkan ella dan yasmin ke adiknya itu. Lalu menyuruh mereka untuk istirahat terlebih dahulu. Bu marni menyerahkan pakaian kepada ella dan yasmin untuk di cobanya.
Bu marni memanggil adiknya untuk makan malam bersama
" kak ini rumah kakak, mewah dan besar rumahnya kak." kata pak darman
" ini hasil kerja evan dek, kenapa saya setuju untuk menikahkan evan karena saya rasa dia sudah mampu dan enggak enak juga karena evan dan nazwa sering bersama untuk masalah kerjaan dan kuliah mereka, keluarga kita juga udah dekat banget." kata bu marni
" loh memangnya evan udah kerja dimana kak, kan dia masih kuliah." kata pak darman
" dia kerja di rumah sakit C dan tempat tadi itu usaha evan dan nazwa." kata bu marni
" hebat kamu nak, untung aja bibi kamu itu enggak tau, kalau tau pasti dia akan meminta macam macam dan menganggap itu harta keluarga yang harus dibagikan apalagi tau rumah kakak seperti ini." kata pak darman
" iya dek, makanya tadi saya enggak ngomong masalah itu, tadinya memang mau bawa kalian kesini, tapi ya begitu watak kakak kamu." kata bu marni. mereka pun makan sambil mengobrol.
__ADS_1