WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Liburan Bersama Keluarga Besar 2


__ADS_3

Selesai mengobrol mereka pergi istirahat sebentar menunggu sore hari, evan dan nazwa pergi ke kamarnya, evan duduk di sofa lalu membuka laptopnya, evan membuka file yang diberikan ibunya kemarin tentang lahan untuk pembangunan perumahan. Evan mengotakatik rencana anggaran untuk pembangunan yayasan yatim piatu, kebutuhan ruangan dan tempat tinggal anak anak panti, evan juga membuat coretan denah bangunan.


" kakak mau dibuatkan minuman apa." tanya nazwa


" yang segar segar aja sayank, terimakasih ya." kata evan. Nazwa keluar kamar lalu membuat jus untuk dia dan evan lalu.kembali lagi.


" ada masukan apa sayank supaya yayasan ini tidak hanya mengandalkan uluran tangan saja, tapi mereka juga setidaknya bisa menghasilkan untuk kehidupan mereka itu." kata evan


" di area panti dibuat kolam ikan, ada lahan untuk kebun dan kandang ayam, setidaknya untuk mereka makan sudah tersedia disana, disana juga ada ruang belajar dan prlelatihan keterampilan untuk anak anak yang sudah besar." kata nazwa


" ide yang sangat bagus tuh sayank, oke akan masukan ke proposalnya." kata evan lalu memeluk nazwa


" isteri siapa dulu." kata nazwa, evan pun menutup laptopnya lalu mengobrol dan becanda dengan nazwa. Mereka pun merebahkan tubuh mereka diatas kasur dan melakukan kegiatan suami isteri. Setelah istirahat mereka mandi karena sebentar lagi mau pergi ke pantai bersama yang lainnya. Terlihat rasa bahagia diwajah nazwa.


Sore hari mereka pun sama sama pergi ke pantai, yasmin, jaka dan ira main pasir, mereka membuat istana pasir disana, nazwa,ella, salva, nita dan dina mengambil photo untuk kenang kenangan begitu pula dengan ibu ibunya, mereka mengabadikan moment kebersamaan tersebut dengan berphoto bersama.


" terimakasih banyak ya bu, sudah mengajak saya dan ira untuk berlibur disini." kata bu lasmi ibunya ira


" iya bu, entah kapan kalau sendiri saya bisa berlibur kesini." kata bu ida


" sama sama bu, saya juga senang ibu bisa ikut berlibur bersama kami." kata bu marni

__ADS_1


Evan dan nazwa pun berphoto berdua, nazwa begitu menikmati liburan kali ini. di pantai sore itu banyak orang yang berlibur menantikan sunset. disaat sedang menantikan munculnya sunset ada yang berteriak.


" lihat ada yang terbawa ombak.". Seketika Mereka melihat ke arah laut, ada seorang yang sedang melambai lambaikan tangannya meminta tolong.


" tolong.... Tolong... Anak saya terseret ombak." teriak salah satu ibu yang berada disana. Penjaga pantai yang melihat kejadian itu pun berlari lalu berenang mengejar orang yang terseret ombak. Evan yang mendengar dan melihat kejadian itu pun bergegas lari ke arah laut. Dia tidak bisa begitu saja melihat kejadian tersebut.


" nak jangan... Ombaknya sedang besar." teriak bu sofie yang melihat evan berlari kelaut.


" iya nak jangan bahaya." teriak yang lainnya. Evan tidak mendengar karena suara ombak. Dia berenang ke arah orang yang terseret tadi. Evan juga melihat penjaga pantai sedang melihat lihat dimana orang yang tenggelam tadi.


" nak kamu mau apa.. Bahaya ombaknya besar." kata penjaga pantai. Evan pun menyelam dan meminta bantuan Dulja untuk mencari orang yang tenggelam. Orang orang yang berada di pantai pun sangat khawatir terutama nazwa dan keluarga evan lainnya. Melihat evan yang menyelam penjaga pantai pun ikut menyelam tapi hanya beberapa menit dia sudah muncul lagi ke permukaan. Evan di bimbing Dulja melihat orang yang tenggelam itu, dia mempercepat renangnya menyusul orang tersebut. Penjaga pantai sudah naik keatas spead boat yang datang sambil melihat lihat keberadaan orang yang tenggelam sama evan.


Evan telah menemukan orang yang tenggelam lalu menariknya ke permukaan, dengan ombak yang besar evan cukup jauh keberadaannya dari tempat tadi dia menyelam. Satu tangan evan memegang korban, satu tangan lagi melambaikan tangan ke arah spead boat. Penjaga pantai yang melihat hal itu pun segera menuju ke arah evan. Penjaga pantai mengangkat korban dan evan keatas spead boat lalu pergi ke pantai. Di atas spead boat evan mengatur pernapasannya lalu melihat kondisi korban yang sedang ditangani tim medis melakukan pertolongan pertama. Korban tersebut seorang remaja perempuan.


" sama sama pak, itu sudah sewajarnya saya lakukan." jawab evan, evan yang melihat korban belum siuman lalu meminta izin mengobati korban


" kamu memangnya dokter." tanya tim medis


" iya saya dokter." jawab evan, lalu dia melakukan CPR, evan menyalurkan energinya ke tubuh korban setelah 4 kali melakukan kompresi di dada korban, korban pun merespon dengan memuntahkan air laut yang terminum. spead boat pun sampai di pantai, korban pun dibawa ke mobil ambulance untuk ditangani di rumah sakit.


" nak kamu enggak ikut ke rumah sakit." kata penjaga pangai dan tim medis

__ADS_1


" enggak perlu pak, silahkan saja bawa korbannya." kata evan. Korban dan keluarganya pun dibawa ke rumah sakit.


" kamu itu berani banget... Itu bahaya, untung kamu enggak kenapa kenapa." kata bu sofie


" iya nih, kamu memang bagus mau menolong tapi itu bahaya buat kamu." kata bu lela


" iya bu, aku tau itu tapi aku kan enggak bisa diam aja." kata evan


" untung kamu kenapa kenapa, tadi kan sudah ada penjaga pantai yang menolong." kata bu fitri


" berkat anak ibu, korban bisa tertolong, dia yang telah menyelamat korban tadi dan yang melakukan pertolongan pertama. Oh iya siapa nama kamu nak." kata penjaga pantai


" saya evan pak, saya dan keluarga sedang berlibur disini." jawab evan


" jiwa kamu sebagai dokter luar biasa, bapak salut sama kamu nak." kata pak handoko. Penjaga pantai itu pun pamit pergi mau membuat laporan dan mengawasi pantai lagi. Tak lama bi siti datang membawa handuk, tadi dia di suruh mengambil di villa oleh bu marni. Nazwa pun membantu evan mengelap air laut yang ada di tubuh evan dan memberikan minum.


" kakak bikin aku khawatir aja." kata nazwa lalu memeluk evan. Mereka pun pergi ke villa lagi, evan pamit pergi untuk mandi terlebih dahulu. Yang lain pun sama masuk ke kamar masing masing. Setelah mandi bersama nazwa, evan duduk di sofa dia ingin memulihkan kondisi tubuhnya yang tadi sangat terkuras tenaganya. Evan merasakan gejolak energi mengisi setiap bagian tubuhnya, nazwa memeluk evan.


" maafin aku ya sayang membuat kamu khawatir." kata evan lalu mengecup keningnya.


" iya kak, tapi aku bangga memiliki suami yang peduli pada orang lain, aku jadi ingat waktu itu, kakak menolong jaka, coba enggak ada kakak waktu itu. Dan dari situ juga kita bisa dekat dan akhirnya kita bisa jadi suami isteri, kakak enggak kenapa kenapa kan." kata nazwa

__ADS_1


" enggak apa apa sayank, aku baik baik aja, makasih untuk doa doanya ya." kata evan. Setelah sholat mereka pun keluar kamar untuk makan malam bersama. Evan pun makan dengan lahapnya mungkin akibat tadi dia berenang. Liburan bersama keluarga besar kali ini membuat mereka semakin dekat, rasa kekeluargaan pun membuat mereka bahagia.


__ADS_2