
Seperti biasa di pagi hari evan pergi berlari, evan tidak mengajak nazwa karena dia tau pasti tidak akan dibolehkan ketemu dulu sebelum acara nanti sore dan pastinya nazwa juga sibuk. Setelah 4 putaran lari di lapangan evan beristirahat di warung biasa. Dia pun mengambil air mineral lalu.meminumnya.
" kok enggak sama pacarnya nak." kata ibu pemilik warung
" enggak bu, dia sedang mempersiapkan acara di rumahnya," kata evan,
" kalian itu serasi banget loh nak, ganteng dan cantik." kata ibu pemilik warung
" terimakasih bu. Mohon doakan saja bu semoga kita memang berjodoh." kata evan. Setelah dirasa cukup istirahatnya evan membayar air mineral lalu pamitan pulang. Sampai di rumah bu marni sedang mempersiapkan makanan untuk sarapan dan dia menyuruh bi siti untuk memberitahu ke pak joko bahwa nanti sore akan mengadakan acara pertunangan evan di kediaman pak hadi.
mereka sekeluarga pun sarapan bersama. Selesai sarapan bu marni mempersiapkan pakaian untuk yasmin dan ella yang akan dipakai dalam acara tunangan evan.
" duh cantiknya adik kakak." kata evan sambil memegang pipi yasmin
" iya dong kak, aku memang cantik." kata yasmin
" kak, kalau nanti nikah sama kak nazwa, kakak sama kak nazwa harus tinggal disini ya, disini kan enggak ada cowok." kata ella
" iya dek, nanti kakak bicara sama nazwa, kalaupun misah kakak enggak bakalan jauh dari kalian kok." kata evan
" enggak boleh pisah rumah harus disini." kata ella
" iya dek, kakak pasti jagain kalian kok, pasti kita akan selalu berkumpul bersama. Kalian adalah tanggung jawab kakak setelah ayah enggak ada." kata evan
" soalnya disini enggak ada cowok, terus kita aja baru berkumpulnya kak." kata ella
di rumah nazwa lebih sibuk mempersiapkan acara pertunangan itu, pak hadi mengundang para tetangga, keluarga dekat, kakek baskoro mengundang pak edi dari polres dan teman temannya.
" nazwa kemana bu, kok dari pagi enggak kelihatan." kata pak hadi
__ADS_1
" dia ada dikamarnya, dari tadi dia milih baju yang mau dipakai." kata bu citra
" bapak juga heran akan jalan fikiran anak itu, dulu suka ada cowok yang datang kesini mau jadi pacarnya, eh ditolak, malahan lebih asyik main sama teman teman ceweknya, tadinya bapak berfikir dia itu ada kelainan sexual, tapi setelah bertemu nak evan baru beberapa bulan malahan dia sendiri yang langsung suka dan mau tunangan." kata pak hadi
" semoga saja hubungan mereka langgeng pak, ini bukan hanya karena nafsu semata, tapi benar benar dari hati mereka." kata bu citra.
Siang hari keluarga dekat pak hadi dan bu citra sudah mulai berdatangan, termasuk dina dan nita teman dekatnya nazwa.
" tante nazwanya dimana." kata nita
" itu ada di kamar, dari tadi dia di kamar terus, kalian kesana aja." kata bu citra
" iya tante makasih ya." kata mereka
Tok.... Tok...... Tok
" naz... Naz... ini aku sama dina." kata nita
" kata tante kamu di kamar aja, ada apa naz, kamu beru ah fikiran." kata dina
" ih.. Kamu ngomong apa sih din, aku lagi cemas dan deg degan nih." kata nazwa
" iya cemas kenapa, takut evan enggak jadi datang agau karena ada hal lain, cerita dong sama kita." kata dina
" takut kak evan enggak datang, dia berubah fikiran din," kata nazwa
" tumben nih si primadona sekolah khawatir tentang cowok ya, dulu aja cuek cuek aja, ini kamu mengambil keputusan ini sudah benar benar kamu fikirkan naz." kata dina
" iya.. Apa enggak terburu buru." kata nita
__ADS_1
" enggak kok, aku udah meyakinkan diri aku, bahwa kak evan cowok yang akan mendampingi hidup aku." kata nazwa
" kalau kamu udah tunangan akan sulit dong kita ketemu kamu ya." kata nita
" iya enggak gitu juga dong, aku khawatir setelah tunangan ini akan banyak godaan dan rintangan baik ke aku atau kak evan, tapi aku yakin kak evan cowok baik, memang sih aku akan banyak bersama dia dan ibunya, karena aku mau belajar bisnis sama ibunya, aku juga enggak nyangka keluarga kak evan baik banget, bahkan ibunya saja udah anggap aku seperti anaknya sendiri." kata nazwa
" beruntungnya kamu naz, belum kuliah aja kamu sudah bisa belajar bisnis, oh iya kamu kuliah mau ngambil jurusan apa." kata dina
" aku ambil jurusan manajemen bisnis." kata nazwa
" bisa langsung di oraktekan dong ya ilmunya." kata dina
" ibunya kak evan juga bilang gitu, karena nanti aku disuruh bantuin beliau untuk mengelola perusahaan barunya." kata nazwa
" ternyata ya, keputusan kamu nolak si rio itu tepat, bahkan kamu mendapatkan cowok yang lebih mapan tanpa harus mengandalkan keluarganya, buktinya aja dia sekarang udah bisa mendapatkan uang sendiri." kata nita. Ada rasa iri di hati mereka. Mereka pun menanyakan latar belakang evan dan keluarganya, nazwa pun menjelaskannya kepada mereka
Di ruang keluarga, bu citra mendapatkan banyak pertanyaan mengenai tunangan nazwa, mereka beranggapan bahwa nazwa sedang hamil, jadi acara itu cepat cepat dilaksanakan.
Di rumah evan, barang barang untuk hantaran sudah datang, setelah dilakukan pengecekan dia menyuruh pak budi dan pak agus untuk memasukan ke dalam mobil. Pak braja dan bu surti pun sudah datang, beliau juga membantu msmpersiapkan acara tersebut.
Sore hari, evan dan yang lainnya sudah siap siap untuk pergi ke rumahnya nazwa. Setelah siap semuanya mereka pun pergi, hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit mereka sudah tiba di rumah nazwa. mereka disambut pak hadi, bu citra dan kakek baskoro.
" selamat datang bu, pak, nak evan di rumah kami, mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyambutannya." kata pak hadi
" enggak apa apa pak, saya yang mohon maaf jika membuat keluarga disini menjadi repot." kata bu marni, bu marni pun menyerahkan barang hantaran kepada bu citra selaku tuan rumah.
" jadi mengobrol disini, ayo masuk." kata bu citra, mereka pun masuk ke dalam rumah, lalu mereka pun duduk. Pak hadi menyuruh pekerja di rumah itu untuk memanggil nazwa supaya datang kesana. Tak lama nazwa pun turun dari kamarnya bersama dina dan nita. Lalu duduk disamping orangtuanya.
" selamat sore bapak, ibu, saudara saudara sekalian, terimakasih atas kehadirannya di rumah kami ini, mohon maaf jika ada yang tidak berkenan atas penyambutan bapak ibu di rumah kami ini, saya mendapatkan informasi dari anak saya bahwa nak evan dan keluarga akan datang kesini beserta keluarga, saya kira hanya silaturahmi biasa, tapi anak saya katakan bahwa ada maksud lainnya, untuk itu saya ingin mendengar maksud tersebut." kata pak hadi membuka acara tersebut.
__ADS_1
" terimakasih atas sambutan keluarga disini kepada kami, sebelumnya perkenalkan saya ibunya evan, ini pak braja dan bu surti beliau ini orang yang membesarkan anak saya dari bayi sampai sekarang, kenapa demikian mungkin bapak dan ibu yang hadir disini ada yang tau mengenai musibah yang menimpa keluarga kami, ini adiknya evan ella dan yasmin, dan ini bi siti, pak budi dan pak agus yang bekerja di rumah, kedatangan kami ini memang selain silaturahmi ada maksud lain yaitu anak saya evan ingin melamar nazwa, awalnya saya juga kaget karena pertemuan mereka saja memanng tidak disengaja dan mereka kenal saja baru beberapa bulan, akan tetapi tidak mengurangi niat kami terutama anak saya, dia ingin melamar nazwa sebagai bentuk bahwa dia memang menyukai dan mencintai nazwa serta dia ingin serius, saya sendiri melihat keseriusan itu dan saya juga tau bahwa anak saya ini belum pernah dekat dengan perempuan manapun, terkadang suka dibecandain sama adik adiknya. Untuk itu saya juga ingin mengetahui dari nak nazwa sendiri apakah memang akan serius dengan evan anak saya, dan menerima lamaran ini sebagai bentuk keseriusan itu. karena kami juga enggak mau memaksakan kehendak." kata bu marni. orang orang yang hadir pun terdiam.