WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Panggilan Darurat


__ADS_3

Dina dan Nita izin pulang ke rumah orangtuanya, mereka juga bilang akan berangkat kuliah langsung dari sana, evan dan nazwa pun pamitan ke karyawan disana karena ditunggu makan malam. Tidak lama evan dan nazwa sampai di rumah, keluarganya sudah menunggu di meja makan.


" gimana perkembangan rumah perawatan kecantikannya nak." kata bu marni


" alhamdulillah bu lancar, pesanan di market place juga meningkat, dina sudah pesan lagi ke DFG dan yang datang juga masih rame." kata evan


" syukur kalau begitu, kalian sudah bisa mengoperasionalkan usaha kalian dengan baik." kata bu marni


" ini juga berkat bimbingan ibu." kata nazwa


" oh iya nak, besok ibu mau ke pabrik, mau koordinasi tentang penambahan mesin karena seiring perkembangan rumah perawatan kecantikan E&N dan pesanan obat obatan lainnya dibutuhkan segera mungkin untuk memperluas produksi." kata bu marni. Selesai makan, mereka mengobrol di ruang keluarga, lalu pergi beristirahat.


Di pagi hari setelah sarapan mereka pergi melakukan aktivitasnya masing masing. Jam 8 evan dan nazwa baru berangkat kuliah, sebelumnya mereka mau ke bank terlebih dahulu sebelum masuk kuliah jam 10an. Evan membuka rekening untuk nazwa dan rekening untuk tabungan keluarga serta membuat deposito untuk anak anaknya nanti. Selesai dari bank mereka pergi ke kampus, evan mengantarkan nazwa terlebih dahulu, baru pergi ke fakultasnya. Evan pun mengikuti perkuliahan. Jam istirahat menunggu kuliah selanjutnya evan pergi ke kantin, di perjalanan menuju kantin evan bertemu pak sanusi yang waktu itu dia tolong.


" apakabarnya pak, bagaimana isterinya sudah sembuh." kata evan


" eh nak evan, alhamdulillah nak berkat pertolongan kamu isteri saya sudah sembuh." kata pak sanusi


" alhamdulillah kalau begitu saya ikut senang pak, ayo pak kita makan sama saya." ajak evan

__ADS_1


" terimakasih nak, saya sudah makan tadi, dibekali sama isteri. Kalau begitu saya permisi mau melanjutkan pekerjaan." kata pak sanusi. Evan pun pergi ke kantin lalu memesan makanan dan minuman, tak lupa evan juga menanyakan ke nazwa apa sudah istirahat dan makan.


Jam 3 sore kuliah evan pun selesai, evan memberi kabar ke nazwa untuk menjemputnya. Nazwa dan nita sudah menunggu di tempat biasa, di saat mau pulang telepon evan berbunyi, mengabarkan bahwa di rumah sakit ada pasien yang sedang kritis akibat kecelakaan, pihak rumah sakit memberitahu bahwa pasien tersebut pak bayu seorang pengusaha, saat ini rumah sakit akan menjemput evan memakai helikopter. Evan memberitahu ke nazwa bahwa dia mendapat panggilan darurat dan sekarang mau di jemput pake helikopter, evan juga bilang bahwa pasien itu pak bayu, nazwa ingin ikut ke rumah sakit. Evan memberitahu pak johan supaya mengantar nita dan dina untuk pulang lalu pergi ke rumah sakit. Tak lama helikopter pun tiba di lapangan kampus tersebut, evan membawa nazwa menaiki helikopter. Setelah melakukan perjalanan sekitar 27 menitan mereka tiba di rumah sakit, di koridor ruang ICU, ibu silfi dan salva sedang menangis, disana ada dokter helmi, evan menyuruh nazwa untuk menemani mereka kalau enggak menunggu di ruangannya.


" bagaimana kondisi pasien dokter." kata evan sambil masuk ke ruangan ICU, evan pun memakai pakaian operasi, evan melihat monitor, kondisi pasien terus melemah.


" sangat kritis dokter, ada pecahan kaca yang masuk ke tubuh pasien, dari hasil pemeriksaan pecahan kaca tersebut dekat dengan jantung pasien, salah sedikit dalam pengangkatan pecahan kaca tersebut bisa melukai jantung pasien." kata dr. Helmi, evan mengecek nadi pasien dan memberikan energi untuk menstabilkan kondisi pasien, lalu menyuruh dr. Helmi untuk melakukan tindakan operasi, evan menjelaskan tindakan apa selanjutnya bahwa yang akan mengambil pecahan kaca tersebut dia. Sambil menunggu dr. Helmi melakukan pembedahan, evan mensterilkan jarum akupunturnya, dr. Helmi memberikan kode bahwa pembedahan telah dilakukan, evan menusukan jarum jarumnya ke tubuh pasien sesuai dengan apa yang ada dibenaknya, lalu dia dengan hati hati melakukan tindakan pengambilan pecahan kaca, evan memberikan energi untuk melindungi organ tubuh pasien tidak terluka akibat pecahan tersebut, dr. Helmi dan dr. Bambang memperhatikan tindakan evan, tak lama evan mengangkat pecahan kaca tersebut lalu membuangnya di tempat yang telah disediakan. Evan mengobati organ yang terluka, lalu mencabut jarum jarumnya, setelah itu evan menyuruh dr. Helmi untuk menjahit kembali bekas pembedahan yang dilakukan dr. Helmi tadi. Grafik di monitor menunjukan kondisi pasien sudah stabil. dr. Helmi dan dr. Bambang menghebuskan nafas lega, evan menyuruh dr. Bambang memberikan obat luka dalam dan mengoleskan salep luka setelah sadar dan pulih akibat obat bius, evan bilang bahwa setelah 17 menitan pasien akan sadar. Dr. Helmi menyuruh perawat untuk membawa pasien ke ruangan observasi setelah operasi.


Setelah 17 menit pasien pun sadar, pengaruh obat masih ada di tubuh pasien.


" tunggu 7 menitan lagi baru berikan obat dan oleskan salep di tubuh pasien." kata evan


" nak, bagaimana kondisi bapaj." kata bu silfi


" alhamdulillah bu, kondisi bapak dalam keadaan stabil sekarang, sekarang sedang pemulihan habis operasi." jawab evan


" nak terimakasih banyak ya, kamu benar benar penyelamat keluarga ibu." kata bu silfi


" sama sama bu, ini sudah kewajiban saya menyelematkan pasien. Sekarang kita ke ruangan saya aja dulu, nanti setelah bapak dibawa ke ruangan perawatan, baru kita kesana." kata evan, bu silfi pun memeluk evan, evan pun mengajak nazwa, bu silfi dan salva ke ruangannya. Sesampai diruangan nazwa mengambilkan minum untuk evan dan memberikan minum ke bu silfi dan salva. Evan meminum air yang diberikan nazwa.

__ADS_1


" makasih ya sayang." kata evan, lalu dia istirahat di kursinya, evan menanyakan kronologi kecelakaan yang menimpa pak bayu, bu silfi menjelaskan kronologi kejadian kecelakaan tersebut ke evan. Dalam kejadian tersebut, sopir dan ajudan pak bayu meninggal di tempat, sedangkan asisten pak bayu masih dirawat tapi tidak separah pak bayu.


Tok.... Tok..... Tok


" dok, pasien sudah dibawa ke ruang perawatan VIP," Kata perawat


" baik, terimakasih, saya kesana sekarang." kata evan, evan dan yang lainnya pun pergi ke ruangan perawatan. Disana pak bayu masih terbaring di ranjang. Bu silfi pun langsung memeluk pak bayu.


" alhamdulillah pak, bapak sudah baikan." kata bu silfi


" iya bu, dikira bapak sudah meninggal, eh kamu nak telah menyelamatkan bapak, terimakasih." kata pak bayu


" sama sama pak, yang terpenting sekarang kondisi bapak telah stabil." kata evan, evan pun menanyakan ke dr. Bambang apakah sudah diberi obat luka dalam dan mengobati luka luar pak bayu.


" sudah dokter, kondisi pasien sekarang sudah sangat stabil. Tinggal dislokasi tulang di tangan akibat benturan dan tulang di kaki akibat himpitan jok," jawab dr. Bambang. Evan pun mengobati dislokasi tulang tangan pak bayu dan tulang di kakinya. Dalam proses penyembuhan tulang itu pak bayu sambil keringat dingin menahan sakit. Hanya sekitar 4 menitan sakit tersebut sudah hilang, pak bayu merasakan tangan dan kakinya sudah tidak sakit lagi.


" bapak jangan melakukan akitivitas berat dulu selama 1 minggu ini." kata evan


" dengerin apa kata nak evan pak." kata bu silfi. Tak lama datang pak sandi dan bu lela serta bu sofie ke ruangan rawat inap tersebut.

__ADS_1


__ADS_2