WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Mendaftar Kuliah


__ADS_3

Setelah mengantar nazwa, evan pulang ke rumahnya. sampai di rumah evan langsung pergi ke kamarnya untuk mandi. Selesai mandi evan berganti pakaian karena mau pergi melihat kampus. Di ruang makan bu marni, ella dan yasmin sudah ada mereka sedang sarapan.


" kamu jadi mau melihat lihat kampus." kata bu marni


" jadi bu, kalau memang cocok dan bagus aku mau sekalian daftar." kata evan


" jadi sama pak agus perginya." kata bu marni


" belum tau nih bu, soalnya tadi nazwa bilang kakeknya mau ikut juga melihat kampus.Tapi belum ada kabar. Ibu rencana kemana." kata evan


" ibu mau antar yasmin dan ella dulu ke sekolahan mau daftar ulang, setelah itu ibu ke kantor." kata bu marni


" kalau memang perlu pak agus enggak apa apa bu, nanti kalaupun kakek baskoro enggak bisa antar aku bisa naik taxi, soalnya aku juga belum berani bawa mobil sendiri karena belum tau jalan jalannya, paling kalau nazaa mau nanti naik motor aja, soalnya kalau motorkan kalau kelewatan lebih mudah putar baliknya dan enggak akan terlalu macet juga." kata evan


" iya sudah, nanti kabar kabari aja, kalau kamu mau bawa motor harus hati hati ya." kata bu marni


" baik bu." kata evan. Selesai sarapan mereka pun duduk di ruang keluarga, bu marni pergi ke kamarnya untuk siap siap. Tak lama handphone evan berbunyi.


" hallo kak, kakek ternyata enggak bisa antar karena mau ada ketemuan sama teman temannya dulu. Gimana ya kak." kata nazwa


" iya udah gimana kalau kita naik motor aja, kamu mau enggak." kata evan


" aku mau aja sih kak, enggak masalah." kata nazwa


" iya udah kalau begitu, soalnya aku belum berani bawa mobil takut macet sama belum tau jalannya juga." kata evan


" iya kak enggak apa apa naik motor aja." kata nazwa


" iya udah nanti sebentar lagi aku jemput kamu deh." kata evan


" iya udah kak, aku tunggu di rumah ya." kata nazwa. Bu marni, ella dan yasmin pun sudah siap pergi mereka pamitan sama evan


" nak, ibu, ella dan yasmin pergi dulu ya." kata bu marni

__ADS_1


" iya bu, aku juga sebentar lagi berangkat, oh iya aku jadinya pakai motor bu, soalnya kakek baskoro mau ada pertemuan sama teman temannya." kata evan


" iya udah, kalian hati hati ya." kata bu marni


" iya bu, ibu juga hati hati." kata evan. Bu marni, ella dan yasmin pun pergi diantar pak budi. Evan pergi kekamarnya mengambil berkas berkas untuk pendaftaran kuliah. Lalu pergi dan pamitan ke bi siti. Evan pergi ke garasi mengambil motor miliknya, semenjak dibeli motor tersebut baru dipakai evan membeli daging atau keliling komplek saja. Evan memakai helmnya dan membawa helm 1 lagi untuk nazwa, berkas berkas untuk pendaftaran evan masukan ke bagasi di jok motornya yang luas. Setelah menghidupkan motornya evan pamitan ke pak agus dan pak asep, pergi ke rumah nazwa. Nazwa sudah menunggu evan di depan rumahnya. Setelah itu evan dan nazwa pamitan ke kakek baskoro untuk pergi ke kampus yang mereka akan tuju.


" maafkan kakek ya, ini acaranya mendadak, dan kakek enggak bisa meninggalkan acara tersebut karena kapan lagi kakek bisa bertemu kawan kasan lama kakek. Kalian hati hati ya dijalannya, jangan ngebut ngebut." kata kakek baskoro


" iya kek enggak apa apa, saya akan hati hati." kata evan


" kalau gitu kita pergi dulu ya kek." kata evan dan nazwa. evan memberikan helm ke nazwa lalu menyalakan motornya, mereka pun pergi ke kampus yang akan di tuju.


" kamu tau jalannya enggak." kata evan


" sedikit tau kak, nanti aku akan pakai aplikasi map aja biar enggak nyasar." kata nazwa


Setelah menempuh perjalanan 1 jam 17 menit mereka pun tiba di kampus yang di tuju, evan memarkirkan motor di tempat parkir yang sudah disediakan. Evan dan nazwa pergi ke tempat informasi pendaftaran mahasiswa baru di kampus universitas swasta terkemuka itu. Evan dan nazwa sudah daftar juga di universitas negeri tapi belum ada pengumuman hasilnya, jadi untuk jaga jaga mereka mencari kampus arternatif. Evan mendaftar di fakultas kedokteran sedangkan nazwa di fakultas ekonomi, tadinya orangtua nazwa pengennya di fakultas hukum tapi nazwa enggak mau mengikuti jejak sang ayah.


" jadi kak, kakak juga daftar disini kan," kata nazwa


" iya jadi, soalnya untuk jaga jaga aja, seandainya enggak di terima di unversitas negeri. Kamu bawa berkasnya kan." kata evan


" bawa kak, memangnya kakak daftar di unversitas negeri dimana, kalau kakak diterima disana dan aku juga diterima, kita akan pisah dong ya." kata nazwa sedih


" aku dafyar di unversitas I, kamu dimana. Soalnya mau di luar kota ibu enggak setuju, karena enggak mau terpisah lagi." kata evan


" ih kok sama sih kak, aku juga disana, jadi kalau kita diterima disana juga kita bisa sama sama ya, kok bisa sehati gitu sih." kata nazwa langsung gembira


" iya udah kita daftar aja dulu ya," kata evan sambil meminta formulir pendaftaran untuk dirinya dan nazwa, mereka pun mengisi formulir tersebut.


" tapi kak aku enggak bawa untuk pendaftarannya, aku lupa munta sama ayah." kata nazwa


" enggak apa apa, nanti aku yang bayar." kata evan

__ADS_1


" aduh aku jadi enggak enak sama kakak dong." kata nazwa


" enggak apa apa aku ada kok, lagian kamu kan pacar aku." kata evan, nazwa merasa bahagia karena evan benar benar sudah menjadikan dia sebagai pacarnya


" nanti aku balikin ya kak, kalau udah dapat dari ayah." kata nazwa


" enggak usah dibalikin, kan aku udah bilang, kecuali kamu memang enggak anggap aku pacar kamu." kata evan


" kok gitu sih kak, aku bahagia kok jadi pacar kakak, tapi kan uang ini dari ibu kakak." kata nazwa


" enggak kok, ini semua uang aku, aku dapat uang ini dikasih pak joko dan teman temannya, jadi aku enggak pernah minta sama ibu." kata evan


" kakak benar benar udah bisa mendapatkan uang sendiri ya." kata nazwa. Mereka pun mengembalikan formulir beserta persyaratan lainnya, evan juga membayar uang pendaftaran mereka. Mereka diberitahukan bahwa test masuknya akan berlangsung 1 minggu kemudian.


" sekarang kita mau kemana." kata evan


" terserah kakak aja, aku ikut." jawab nazwa. Mereka pergi dari tempat pendaftar, lalu mereka melihat lihat kampus tersebut. Sedang melihat lihat kampus ada orang yang menegur nazwa


" hai wa, kamu mau kuliah disini juga ya,." kata orang tersebut


" hai rio, iya buat jaga jaga aja, kamu juga daftar disini." kata nazwa


" iya, kamu ambil fakultas apa, kalau aku fakultas teknik." kata rio


" aku ambil fakultas ekonomi." kata nazwa


" kamu kesini sama siapa." kata rio


" aku sama kak evan, kenalin kak ini rio teman sekolah dulu, rio ini ketua osis di sekolah." kata nazwa.


" hallo saya evan." kata evan lalu menyalami rio.


" hallo juga saya rio, teman sekolahnya nazwa." kata rio. Rio ini salah satu siswa di sejolah yang suka kepada nazwa, tapi nazwa enggak pernah menanggapinya. Nazwa enggak tertarik dan enggak mau pacaran dulu.

__ADS_1


__ADS_2