WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Membicarakan Pernikahan


__ADS_3

Nazwa membicarakan obrolan di keluarga dia, mengenai hubungan mereka.


" kakak jangan terlalu cape juga ya, oh iya kak tadi malam ayah dan ibu membicarakan hubungan kita, ayah dan ibu sangat bangga sama kakak yang akan menjadi menantunya, mereka juga tanya perihal hubungan kita selama ini, dan mereka tanya ke aku apa ada pembicaraan kedepannya seperti apa, mereka enggak keberatan juga kalau kita melangsungkan pernikahan secepatnya, karena mereka yakin kakak bisa menjadi suami aku yang baik, bisa memberikan aku kebahagiaan, dan mereka juga melihat bahwa aku sudah sangat dekat dengan keluarga kakak." kata nazwa


" kalau aku enggak masalah, iya udah nanti kita bicarakan ya, pokoknya aku enggak akan sampai tidak memberikan kamu makan, aku juga sekarang sudah memiliki penghasilan sendiri tanpa ada pemberian orang tua aku, ibu juga memberikan jatah jajan untuk aku, tapi aku tolak lebih baik untuk adik adik aku aja, selain dari rumah sakit ini, aku juga dapat gaji dari perusahaan DFG, makanya kenapa aku memberikan kamu untuk mengambil keputusan, karena aku enggak mau memaksakan kamu supaya mencintai aku dan menyayangi aku, mungkin saat ini aku dalam kondisi enak, enggak tau kedepannya seperti apa, apakah kamu masih mau menjadi pendamping aku agau enggak disaat aku enggak punya apa apa, pada intinya aku enggak mau menyakiti orang orang yang aku sayangi, aku akan terus berusaha membahagiakan orang orang yang aku sayangi itu." kata evan


" iya kak, aku tau itu, dan aku sudah yakin sama kakak, aku sayang dan suka sama kakak bukan karena kehidupan kakak saat ini, tapi aku suka sama kakak karena kakak menunjukan kedewasaan, sayang sama keluarga, bisa melindungi keluarga, makanya itu aku suka sama kakak, kakak enggak kaya anak anak seumuran lainnya yang hanya bisa mengandalkan keluarganya saja, tapi kakak beda kakak bekerja keras." kata nazwa


" terimakasih ya, kamu wanita pertama dan terkahir dalam hidup aku, semoga saja tuhan memberikan jalan terbaik untuk kita." kata evan


" iya kak, aamiin. Iya udah kakak istirahat aja dulu ya, jangan cape cape, kabari kalau mau pulang." kata nazwa


" iya sayang, kamu juga, persiapkan untuk daftar ulang kuliah ya." kata evan


" iya kak, aku sayang sama kakak." kata nazwa


" aku juga sayang sama kamu.." kata evan.. Evan pun menutup teleponnya. Tak lama pak handoko datang menemui evan.


Tok..... Tok... Tok


" nak, boleh saya masuk." kata pak handoko


" masuk aja, enggak di kunci kok pak." jawab evan


" maaf ya saya ganggu istirahat kamu, kamu benar benar menunjukan profesionalisme dalam kerja, saya juga mengucapkan terimakasih karena kamu sudah meningkatkan reputasi rumah sakit ini jauh lebih baik. Apalagi dengan pengobatan pak gubernur tadi, beliau saja sampai kagum sama kamu nak," kata pak handoko

__ADS_1


" itu sudah menjadi kewajiban dan tanggungjawab saya pak." jawab evan


" tapi hal itu beda nak, dengan hasil pengobatan kamu ke pak gubernur itu diluar nalar para dokter yang ada di rumah sakit ini, jadi kedatangan saya ke kamu adalah untuk memberitahukan bahwa mulai hari ini pak johan akan menjadi sopir pribadi kamu, supaya pak johan juga enggak bolak balik menjemput kamu, jadi kalau ada kejadian urgent seperti tadi kamu enggak harus menunggu pak johan menjemput kamu dulu, untuk gaji pak johan nanti rumah sakit yang akan membayarnya, operasional kendaraan juga pihak rumah sakit yang akan membayarnya." kata pak handoko


" untuk kendaraan saya ada di rumah pak, jadi kendaraan yang sekarang dipakai pak johan biar menjadi operasional rumah sakit saja," kata evan


" iya sudah kalau begitu, saya akan menyampaikan hal ini ke pak johan. Jadi setelah mengantar kamu nanti, pak johan akan ke rumah sakit lagi mengantarkan mobil itu dan besok pagi dia langsung ke rumah kamu. Kenapa saya kasih pak johan menjadi sopir kamu, karena dia juga bisa menjadi bodyguard kamu juga, atau kamu sudah ada sopir di rumah," kata pak handoko.


" di rumah ada 2 orang sopir, 1 untuk ibu, 1 lagi untuk antar jemput adik adik saya pak. Jadi saya enggak ada." kata evan


" iya sudah kalau begitu, fix ya pak johan akan menjadi sopir kamu." kata pak handoko, lalu beliau pamitan dan pergi untuk menemui pak johan. Evan juga menghubungi dr. Helmi menanyakan apakah masih ada pasien atau enggak, kalau enggak dia akan pulang. Setelah mendapat komfirmasi bahwa tidak ada, evan menelepon pak johan karena audah malam juga. Jam 9 malam evan keluar rumah sakit, di perjalanan evan memberi kabar kepada ibunya dan nazwa bahwa dia sedang di perjalanan pulang. Evan pun mengajak pak johan makan malam dulu.


" pak cari yang jual nasi goreng dan martabak ya." kata evan


" besok jangan terlalu pagi pak datang kesininya, saya juga enggak kemana mana, oh iya itu makanan bawa pulang untuk keluarga bapak ya." kata evan


" iya van, van jangan merepotkan, saya jadi enggak enak nih." kata pak johan


" enggak apa apa pak, buat iateri dan anak anak bapak di rumah." kata evan, pak johan pamitan lalu pergi meninggalkan rumah evan, evan pun jalan masuk ke rumah sebelumnya dia memberikan nasi goreng dan martabak untuk pak haris yang jaga malam itu. Setelah itu evan masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah masih ada bu marni, ella dan yasmin di ruangan keluarga.


" kamu udah sampai nak."kata bu marni


" kak bawa apa itu, aku kok mencium bau martabak ya." kata yasmin

__ADS_1


" hidung kamu mencium aja kalau ada makanan dek." kata ella


" kakak beli nasi goreng sama martabak dek. Kakak lapar soalnya." kata evan, setelah menyimpan makanan tersebut evan pamit mau bersih bersih dan ganti pakaian. Bu marni.menyuruh bi aiti untuk.menyiapkan makanan yang dibeli evan. Lalu kembali ke ruang keluarga.


" ini banyak banget makanannya nak." kata bu marni


" oh iya bi, ambil makanannya, saya beli buat bibi juga." kata evan


" makasih ya den, mau dibuatkan minum apa." kata bi siti lalu mengambil makanan tersebut


" teh panas aja bi, makasih ya bi." kata evan


" iya den, mohon tunggu, bibi buatkan dulu." kata bi siti lalu pergi ke dapur


" gimana tadi di rumah sakit nak." kata bu marni


" lancar bu, dan pak handoko menyuruh pak johan ya biasa jemput dan mengantar aku pulang menjadi sopir aku bu, gajinya pihak rumah sakit yang akan membayarnya." kata evan


" bagus kalau begitu, ibu jadi lebih tenang." kata bu marni


" oh iya tadi bu citra telepon ibu, katanya ingin membicarakan pernikahan kamu sama nazwa, karena dia khawatir akan ada yang merebut calon menantunya itu." lanjut bu marni


" terus menurut ibu gimana, aku ikut apa kata ibu aja." kata evan sambil makan nasi goreng sama martabak telor.


" ibu setuju aja, kalau memang kalian sudah siap, dan nazwa juga kelihatannya sayang sama keluarga ini, tadi saja sampai sore dia disini.menemani ella dan yasmin." kata bu marni. Tak lama evan mendapatkan notifikasi dari bank bahwa ada uang masuk ke rekeningnya.

__ADS_1


__ADS_2