WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Pembelian Ruko untuk Apotik


__ADS_3

Di pagi hari evan menjemput nazwa untuk lari pagi, sampai di rumah nazwa, nazwa sudah menunggunya di depan rumah, lalu mereka pergi ke lapangan sambil mengobrol.


" kak hari ini jadi mencari tempat untuk apotik." tanya nazwa


" jadi dong, ada usulan dimana lokasinya." kata evan


" di daerah ini aja kak, kalau enggak dekat tokonya pak braja aja kak, disana belum ada apotik aku.lihat, sama disana dekat perumahan juga, terus kita bisa lebih sering ketemu pak braja dan bu surti juga dan tentunya keawasi sama mereka juga apotik kitanya." kata nazwa


" iya ya kenapa aku enggak kefikiran disana, iya udah nanti kita kesana aja lihat lihat, kalau ada yang masih kosong nanti kita tanya tanya dulu baru nanti sama ibu kesananya." kata evan. mereka tiba di lapangan dan langsung berlari santai mengelilingi lapangan tersebut. Baru 2 kali putaran nazwa sudah kelihatan kecapean, evan yang melihat itu langsung mengajak nazwa untuk istirahat.


" iya udah kita istirahat aja jangan dipaksakan." kata evan


" iya kak, aku lagi datang bulan soalnya." kata nazwa sambil sedikit meringis.


" kenapa enggak bilang tadi sayang, jadi kamu enggak usah lari." kata evan


" aku pengen sama kakak soalnya, dan enggak tau seperti ini." jawab nazwa. Evan dan nazwa pergi ke warung biasa dia beristirahat. Evan mengambil minum untuk dirinya dan nazwa.


" makasih ya kak, aku senang banget bisa sama kakak terus." kata nazwa


" kamu mau sarapan apa." kata evan


" bubur aja kak." kata nazwa, evan pergi ke penjual bubur. Lalu dia memesan 2 mangkuk bubur spesial.

__ADS_1


" kalian tambah mesra aja ya, tapi ibu lihat kalian tuh pacarannya enggak kaya anak anak yang lain, udah gitu kalian udah tunangan segala, kapan kira kira mau nikahnya nih, jangan lupa undang saya ya." kata ibu pemilik warung.


" mudah mudahan secepatnya bu, doakan saja ya bu, iya bu kita undang." kata nazwa. Setelah selesai dan membayar makanan dan minuman, evan dan nazwa pergi ke daerah tokonya pak braja.


" iya ya, disini rame dan bagus lokasinya strategis." kata evan.


" tuh lihat kak ada ruko yang dijual di hook." kata nazwa sambil menunjuk ruko yang ada plang dijual. Mereka menuju kesana, evan mencatat nomor yang tertera disana. Evan juga memphoto ruko dan area disana.


" iya ini bagus, cocok banget dan masih ada lahan kosong juga." kata evan


" iya kak, aku juga suka nih, sepertinya ruko yang disebelahnya juga dijual kak." kata nazwa


" mudah mudahan aja rezeki kita sayang." kata evan


" kalian dari mana aja, tumben baru pulang jam segini." kata bu marni melihat kedatangan evan dan nazwa


" aku dan nazwa habis melihat lihat ruko di daerahnya pak braja bu, kelihatannya disana cocok deh buat apotik dan rumah perawatan kecantikan." kata evan


" kok bisa kefikiran disana, untuk lokasi apotik dan rumah perawatan kecantikannya." kata bu marni


" tadi nazwa yang kasih saran bu, dan aku lihat memang bagus juga, ini tadi aku lihat ada ruko yang mau dijual." kata evan sambil memperlihatkan photo yang tadi dia ambil


" iya bagus nih, besar lagi. Ibu ingat ini dulu karyawan ibu ngasih photo ini juga tapi kata karyawan ini sedikit mahal, tetus kalau untuk toko seperti pak braja jalankan tidak cocok karena khawatir menutupi jalanan kalau ada truk atau mobil box yang mengantar barang barang, kalau kalian merasa cocok nanti ibu telepon karyawan yang dulu survey disana." kata bu marni

__ADS_1


" mahal mungkin karena dia ada tanah lebih sama ruko di sebelahnya juga sepertinya satu pemilik, iya tanya aja dulu bu, mudah mudahan rezeki kita untuk usaha ini." kata evan. Bu marni mengambil handphonenya di kamar, dia mau menghubungi karyawan yang dulu disuruh mencari ruko untuk pak braja dan bu surti. Mereka pun sarapan bersama,


" kamu kenapa nak, kelihatannya sedang menahan sakit." kata bu marni


" ini bu, aku sedang haid pertama, jjadi suka seperti ini sakit di perut." kata nazwa. selesai sarapan evan memberikan obat sakit perut yang diakibat haid kepada nazwa, nazwa tanpa banyak bertanya langsung meminumnya. Nazwa merasakan ada rasa hangat di perutnya yang membuat dia nyaman.


" uuuuh.. Enak banget rasanya perut aku sekarang kak, ini bisa laku kak untuk kalangan perempuan yang sedang datang bulan. Jadinya kita kita enggak akan tersiksa lagi kalau datang bulan." kata nazwa


" ini bisa didapatkan di apotik apotik kedepannya, salah satunya di apotik kita tentunya." kata evan. Ella dan yasmin pamitan berangkat sekolah diantar pak agus.


" nak, kata karyawan yang survey waktu itu harga ruko tersebut di 1,7 milyar nettnya, dia maunya dibeli 2 ruko itu, waktu itu ibu beli yang buat pak braja di 870 juta. Kata karyawan ibu kalau mau beli sekarang sekarang karena kedepannya akan naik lagi, udah gitu pemilik ruko tersebut sekarang sedang perlu uang untuk biaya berobat orangtuanya. Kamu tadi catat kan nomor telepon yang tercantum di papan nama itu." kata bu marni


" catat bu, nanti aku telepon tanya harganya mudah mudahan saja bisa kurang dari 2 milyar." kata evan


" rencana kamu mau bagaimana pembayarannya jika memang deal, soalnya cash flow di perusahaan juga belum stabil kalau memang perlu saat ini, tapi kalau habis semester ini insyaAllah DFG bisa." kata bu marni


" aku tau itu bu, soalnya DFG juga baru operasional, rencana aku sih aku mau Ajukan kredit ke bank kalau DP harus 40% sekitar 680 juta aku ada bu, dan untuk renovasi serta buat beli furnitur, nanti cicilan ke bank aku kan udah ada gaji dari rumah sakit, belum.lagi kalau ada yang ngasih ngasih bu. cukup kalau cicilan hanya 30 juta per bulan selama 3 tahun, dan untuk uang harian aku juga sudah diperhitungkan termasuk biaya kuliah aku dan nazwa. Sama aku juga sudah sisihkan untuk persiapan kalau memang mau nikah sekarang sekarang." kata evan


" kamu hebat juga sudah bisa membuat perencanaan seperti itu, dan pendapatkan kamu juga kan bakalan ada dari DFG, kalau begitu kamu copy surat kontrak kamu di rumahsakit, nanti kita ajukan di bank tempat perusahaan ibu pinjam supaya bisa menjadi rekomendasi kamu juga." kata bu marni


" mudah mudahan saja bisa lebih kurang lagi harganya ya." kata evan


" aamiin," kata mereka

__ADS_1


evan menelepon pemilik ruko tersebut dan harga yang diberikan 1,7 milyar karena memang dia sedang membutuhkan biaya, evan membjat janji bertemu, bu marni pun menelepon orang bank dan pak hendrik selaku notaris dan tim legal perusahaannya. Tim legal hanya untuk memperkuat tim legal dari bank dan supaya lebih meyakinkan lagi.


__ADS_2