WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Hadiah Yang Luar Biasa


__ADS_3

" kamu Mal, bisa aja angkat evan jadi anak, supaya kamu ada yang memperhatikan kesehatan kamu." kata pak tanjung


" bukan saya aja pak, pak handoko, pak sandi, pak bayu, pak menteri pun mengangkat evan jadi anak mereka," kata pak akmal


" wow, memang buat apa memiliki kekayaan kalau sakit sakitan." kata pak tanjung


" malahan yang heboh itu para isteri, akhir pekan ini kita mau liburan keluarga besar." kata pak akmal. disaat bersamaan dr. Helmi memberi kabar bahwa pak tanjung sudah boleh dibawa ke ruang perawatan. Evan pun berpamitan untuk pergi ke ruangannya untuk istirahat. Pak akmal pun mengikuti evan. Keluar pintu ICU pak akmal di cecar pertanyaan oleh isterinya pak tanjung.


" bagaimana kondisi bapak Mal, kok lama banget ya pemeriksaannya." kata Bu Astuti isteri pak tanjung


" alhamdulillah bapak sudah dalam kondisi stabil, sebentar lagi akan dibawa ke ruang perawatan." kata pak akmal


" kamu enggak membohongi ibu kan Mal, di rumah sakit sana dokter sudah angkat tangan, bahkan mereka menyruuh ibu untuk menyiapkan pemakamannya." kata bu astuti


"buat apa saya bohongi ibu, alhamdulillah anak saya bisa menyelamatkan bapak bu." kata pak akmal


" memang anak mu yang mana yang jadi dokter. Sekarang mana dia." kata bu astuti


" itu yang barusan keluar sama saya bu, dia anak angkat saya, dia yang telah menyembuhkan penyakit saya juga bu. Isteri yang inginbmengangkat dia jadi anak angkat." kata pak akmal


" barusan yang sama bapak itu masih sangat muda, apa dia sudah punya lisensi dokter." kata bu astuti


" memang umurnya baru 19 tahun, baru kuliah kedokteran juga, tapi dari sisi keahlian dan kemampuan bisa melebihi dokter senior, untuk itu saya sendiri yang membetikan lisensi dokter, karena bukan hanya saya saja yang dia sembuhkan, pak menteri, pak gubernur, anaknya pak sandi, pak handoko pemilik rumah sakit ini, terakhir pak bayu yang mengalami kecelakaan." kata pak akmal. pintu ruang ICU terbuka, pak tanjung di dorong keluar, bu astuti pun kaget melihat kondisi suaminya yang tidak terlihat sedang sakit.


" pak gimana kondisi bapak sekarang." kata bu astuti


" alhamdulillah bu, bapak sudah baik, katanya tinggal pemulihan aja. Alhamdulillah akmal membawa bapak ke rumah sakit ini." kata pak tanjung, mereka pun pergi ke ruangan perawatan VIP. Pak handoko dan bu sofie datang setelah menerima kabar bahwa pak tanjung sedang di rawat di rumah sakit miliknya, dan sebagai rasa hormat kepada pak tanjung sebagai senior di bidang kesehatan.


" bagaimana kondisinya pak." kata pak handoko


" alhamdulillah berkat dokter rumah sakit ini terutama dokter muda evan saya masih bisa bertahan hidup, untung aja akmal bawa saya ke rumah sakit ini." kata pak tanjung

__ADS_1


" alhamdulillah kalau bapak sudah sehat, alhamdulillah anak itu memang selalu membuat keajaiban." kata pak handoko


" siapa dulu ibunya, selalu bikin bangga, sekarang dia dimana." kata bu sofie


" tadi dia mau ke ruangannya istirahat, tadi hampir jatuh kehabisan tenaga." kata pak akmal


" waduh.. Iya udah ibu kesana ya.. Takut dia pingsan." kata bu sofie, lalu dia pergi ke ruangan evan


" maaf ya pak, begitu tuh, evan udah seperti anak kandungnya aja, sampai terkadang saya aja dicuekin." kata pak handoko


" kamu bisa kenal dia gimana awalnya pak handoko." tanya pak tanjung, pak handoko pun menceritakan awal mula pertemuan dia.


Di ruangan evan sedang memberi kabar ke nazwa, bu sofie masuk tanpa ketuk pintu dulu.


" kamu enggak apa apa nak, kamu udah makan belum." tanya bu sofie


" enggak apa apa bu, tadi pagi udah sarapan kok bu." kata evan


" apa aja bu, aku ikut aja gimana ibu." jawab evan


" kamu bikin ibu bingung jadinya, kalau enggak kita makan ke luar aja ya." kata bu sofie. Tak lama handphone bu sofie berbunyi, pak handoko yang meneleponnya, menanyakan kondisi evan dan menyuruh mereka ke ruang rawat inap. Evan dan bu sofie pun pergi ke ruangan rawat inap pak tanjung, bu sofie menggandeng evan masuk ke ruang rawat inap. Evan menyalami pak handoko dan yang lainnya. saat itu bu astuti hendak berlutut kepada evan, akan tetapi evan menghentikannya.


" bu jangan seperti ini, saya yang pantas berlutut dikaki ibu." kata evan


" kamu benar benar anak yang baik, ibu hanya ingin mengucapkan terimakasih kepada kamu yang telah menyembuhkan bapak, kami berhutang nyawa sama kamu nak." kata bu astuti


" ini sudah kewajiban saya bu, bapak dan ibu tidak berhutang apapun kepada saya. Semua yang saya lakukan adalah tugas saya sebagai dokter." kata evan


" nak kamu sangat luar biasa, di usia kamu kamu telah menunjukan keahlian kamu dan kamu menjalankan kode etik kedokteran dengan baik, kamu juga sangat rendah hati.. Saya sangat salut." kata pak tanjung


" mohon bimbingannya pak, saya masih harus banyak belajar." kata evan

__ADS_1


" seandainya ada anak perempuan seumuran kamu pasti saya jodohkan kamu." kata bu astuti


" saya juga dulu begitu bu, lagian dia sudah menikah beberapa bulan lalu . Untuk itu saya hanya bisa anggkat dia aja, tapi kamu akan jaga ibu terus kan nak." kata bu sofie


" iya bu. Tapi ibu juga harus jaga kesehatannya " jawab evan


" iya nak ibu selalu jaga kok, ibu selalu minum vitamin yang kamu berikan ke ibu." kata bu sofie


" ih enaknya, ibu juga mau dong diperhatikan seperti itu, enaknya punya anak yang selalu memperhatikan. Oh iya bu saya perhatikan kulit ibu kok mulus dan bersih gitu ya, kaya anak ABG." kata bu astuti


" saya bisa tampil begini berkat dia, bapaknya juga sekarang jarang mengeluh tentang staminanya. Alhamdulillah banyak berkah saya mengangkat anak ini." kata bu sofie


" mau dong, kulit ibu juga dibuat seperti kulit bu sofie, siapa yang enggak mau memiliki kulit seperti ibu, dimana tempat untuk melakukan perawatannya." kata bu astuti


" di rumah kecantikan E&N bu, nanti saya kirimkan alamatnya, kamu bawa enggak obatnya nak, biar bu astuti mencobanya." kata bu sofie. Evan mengeluarkan tempat obat lalu mengeluarkan sebutir pil dan menyerahkannya ke bu astuti, evan juga mengeluarkan obat untuk pemulihan pak tanjung. Bu sofie membawa bu astuti ke sofa untuk meminum obat dari evan, sedangkan evan membantu pak tanjung untuk meminum obatnya. Pak tanjung merasakan kehangatan mengalur di dalam tubuhnya yang membuat dia merasakan nyaman.


Disisi lain bu astuti setelah meminum obat dari evan merasakan tubuhnya mengeluarkan keringat dan merasa bahwa kulit wajahnya yang tadinya keriput menjadi kencang kembali, bu sofie mengajak bu astuti ke kamar mandi untuk membersihkan kotoran dari wajah bu astuti. Bu astuti melihat dirinya di cermin, dia pun berteriak kaget melihat dirinya di cermin, saking enggak percayanya dia pun mencubit lengannya, dia merasakan sakit berarti apa yang dilihat di cermin itu bukan mimpi, dia mendapatkan wajah yang enggak keriput lagi dan mulus.


" ibu kenapa, ibu enggak apa apa." kata pak tanjung


" enggak apa apa pak, ibu hanya kaget aja." kata bu astuti, dia pun memperlihatkan wajahnya kepada pak tanjung, pak tanjung pun kaget melihat wajah isterinya yang mulus.


" wajah ibu jadi lebih muda, mulus begitu." kata pak tanjung


" iya pak, ibu juga tadinya enggak percaya, tapi lihat hasilnya sungguh luar biasa." kata bu astuti


" tenang saja pak, saya jamin enggak akan ada efek samping, katena yang membuat ini evan sendiri, kalau ibu mau seluruh badan juga nanti kita ke tempat perawatan kecantikan E&N." kata bu sofie


" iya bu, ayo kita kesana, saya akan mengajak anak dan mantu, pasti anak dan mantu saya juga mau ikut." kata bu astuti


" jelas dong bu aku mau." kata anak dan menantunya bu astuti

__ADS_1


" mau sekarang boleh, asalkan sebelum akhir pekan ini bu, soalnya saya dan keluarga besar evan mau pergi berlibur." kata bu sofie. Pak tanjung merasakan tubuhnya sudah pulih bahkan lebih bugar, pak tanjung memanggil bu astuti untuk membahas mau memberikan hadiah apa untuk evan, tentunya harus hadiah yang luar biasa.


__ADS_2