WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Pak sandi dan bu Lela meminta nomor kontak evan, bu lela juga bertukar nomor dengan bu Sofie, setelah itu evan pamitan untuk kembali ke ruangan untuk siap siap pulang diikuti oleh perawat. Begitu pula dr. Helmi. Sedangkan pak handoko masih mengobrol dengan pak Sandi.


Sesampainya di ruangan evan memberikan pil dan cream ke perawat yang di janjikan tadi.


" ini untuk kamu, untuk cara pemakaiannya mbak sudah tau kan." kata evan


" iya dok.. Makasih banyak dokter." kata perawat tadi sambil menerima pil dan cream pemberian evan


" kalau mau perawatan datang aja ke rumah perawatan ya, nanti saya kasih discount, begitu pula kalau ada teman teman lain yang mau pil dan creamnya bisa melalui mbak dan mbak nanti hubungi karyawan E&N atau hubungi saya aja, lumayan nanti mbak bisa dapat tambahan penghasilan." kata evan


" iya dok. Terimakasih banyak." kata perawat, lalu dia pamitan mau ke tempatnya. Evan menghubungi ibu dan nazwa memberitahu bahwa dia sebentar lagi akan pulang dan menjelaskan kenapa dia baru bisa mengabari.


Evan pun siap siap untuk pulang dan menanyakan apakah ada pasien yang urgent perlu penanganannya atau tidak. Lalu evan pergi ke tempat ruangan perawat memberitahu bahwa dia akan pulang. evan pun memberikan sedikit uang kepada mereka yang ada disana. Evan menelepon pak johan supaya menjemputnya di lobby, tak lupa evan juga memberikan uang ke security.


" nak langsung pulang atau kemana dulu." kata pak johan


" beli makanan dulu aja pak, biasa martabak lalu pergi ke rumah perawatan E&N." kata evan. Di perjalanan evan menerima notifikasi dari bank bahwa ada uang masuk ke rekeningnya, tak lama ada pesan dari pak Sandi


" nak mohon diterima, itu bentuk terimakasih kami atas pertolongan kamu ke anak kami, mungkin tidak seberapa, mudah mudahan kamu enggak akan kapok dan kita bisa mengobrol." isi pesan dari pak sandi


" terimakasih banyak pak, ini besar banget, padahal tidak perlu seperti ini, karena saya bagian dari rumah sakit yang menangani anak bapak." jawab evan


" itu lain nak, tanpa kamu mungkin anak bapak enggak tertolong, saya berhutang budi kebaikan ke kamu, jadi kamu juga jangan segan segan kalau ada apa apa ya." kata pak sandi


" iya pak, terimakasih banyak." kata evan. Mereka pun sampai di tempat martabak evan membeli untuk di rumah dan di rumah perawatan.


Jam 9 malam evan baru sampai di rumah perawatan, disana sedang melakukan beres beres karena mau tutup. Evan memberikan martabak kepada karyawan yang ada disana.

__ADS_1


" gimana hari ini rame." tanya evan


" alhamdulillah kak yang datang banyak dan penjualan online juga sudah ada. Oh iya kakak mau minum apa." kata nazwa


" air putih aja sayang, makasih ya." kata evan sambil mengusap kepala nazwa


" makasih van martabaknya, kamu tau aja kita lagi kelaparan." kata nita


" sama sama. Kalau gitu kita pulang dulu ya. Kalian juga istirahat" kata evan, evan dan nazwa pun pulang ke rumah baru. 7 menitan mereka telah sampai di rumah. Sebelum masuk evan memberikan martabak dan uang ke pak johan dan menitip martabak untuk security komplek. Evan dan nazwa pun masuk, di dalam rumah bu marni, bu citra, kakek baskoro dan pak hadi sedang mengobrol, evan memberikan martabak lalu pamit dulu untuk bersih bersih. Nazwa pun sama pergi ke kamarnya.


Selesai bersih bersih evan kembali ke ruang keluarga


" gimana tadi rumah sakit nak." kata bu marni


" alhamdulillah bu lancar, walaupun perlu tenaga extra karena pasien mengalami pendarahan akibat kecelakaan, pasiennya itu anak pak Sandi pengusaha top di negara ini bu." kata evan


" oh iya bu, ibu udah komunikasi sama bu sofie belum, tadi dia marah sama aku, kenapa enggak ngabarin kalau aku mau nikah, makanya dia mau samaan seragam sama kita." lanjut evan


" beneran kamu jadi anak mereka nih, sampai metrka memperlakukan kamu seperti itu, menantu saya ini anaknya menteri dan pengusaha ya." kata bu citra


" alhamdulillah bu, banyak yang sayang sama aku. oh iya bu nanti aku kasih resep baru lagi ya untuk obat luka dalam dan luar, aku juga udah bicara sama dr. Helmi tadi." kata evan


" ini produksi sedikit aja dulu ya, karena mesin kita terbatas." kata bu marni


" iya bu, palingan buat di rumah sakit aja dulu, oh iya bu pak handoko mau membeli saham DFG dan E&N untuk bu sofie. Pak Sandi pun mau katanya, coba saja nanti dihitung keperluan mesin di pabrik." kata evan


" alhamdulillah kalau begitu jadi ada cash masuk lagi untuk pengembangan pabrik tanpa harus pinjam ke bank. Oh iya untuk acara nikahan kalian kita sudah bicarakan tadi." kata bu marni

__ADS_1


" syukur kalau begitu bu, biaya untuk acaranya gimana, berapa yang harus aku bayar." kata evan


" udah semuanya nak dan acara pun sudah di handle sama pihak WO." kata pak Hadi


" untuk biaya WO nanti aku kirim ke kakak ya untuk rinciannya." kata nazwa


" iya sayang, oh iya untuk list yang mau di undang sudah dibuat. pak Sandi tolong di masukan ke list ya, soalnya tadi pas bicara masalah nikahan beliau ada. makasih ya pak, bu dan maaf udah direpotin sama saya." kata evan


" kok di repotin sih nak, itu udah kewajiban orangtua, nanti acaranya dari jam 7, pihak WO sedang mengusahakan Ustadz A yang menjadi pembawa khutbah nikahnya, ini memang rezeki kalian dan berkat kalian juga ayah bisa ketemu sama teman dekat ayah, pemilik WO itu teman ayah ternyata, makanya dia mau bantu dalam persiapan pernikahan kalian. Mudah mudahan undangannya jadi hari rabu jadi kamis bisa di bagikan." kata pak hadi


" alhamdulillah kalau begitu, kedepannya bisa kerjasama tuh sama rumah perawatan E&N, jadi untuk pengantin bisa melakukan perawatan di tempat kita itu. Oh iya untuk acara syukurannya bavaimana" kata evan


" sudah di atur sama pihak hotel, ayah sudah pesan sekitar 300 pack. Dan kita juga akan menginap disana 1 malam, dan sepertinya untuk acara resepsi juga nanti disana aja ya." kata pak hadi


" iya pak, atur aja bagaimana baiknya, mau di hotel H atau hotel T enggak apa apa." kata evan


" berarti secara keseluruhan untuk persiapan pernikahan kalian sudah selesai." kata bu marni


" iya bu, untuk mas kawin dan hantaran juga sudah diatur sama Pihak WO, hari kamis pakaian seragam juga selesai, memang kita harus bayar lebih mahal sih karena harus cepat jadinya." kata nazwa


" kamu bilang aja ya berapa total yang harus aku bayar untuk masalah seragam dan pakaian lainnya." kata evan


" iya kak, pasti aku kabarin." kata nazwa


" kalian itu harusnya jangan ketemu dulu dan jangan kemana mana." kata kakek baskoro


" aku kan harus kuliah dan kerja kek." kata nazwa

__ADS_1


" iya udah nanti hari kamis kamu pulang ke rumah dulu untuk siap siap malam pertama." kata bu citra menggoda anaknya


" apa sih bu." jawab nazwa malu.malu... Mereka pun pergi untuk istirahat..


__ADS_2